Full of inspiration and story

Author Archive

Fanfiction : ~My True Love~ (Chapter Three)

Sebuah undangan pernikahan sekarang berada di tangan jiyoon. Yang membuatnya kaget adl sebuah nama yang tertera dalam undangan itu “Yoon Shi Yoon & Shin Mi Young”

Dalam hatinya ia bertanya-tanya “apakah ini jawaban dari semua harapanku selama ini. Bertemu dengannya pada saat ia sudah memiliki orang lain di hatinya. Air mata jiyoon mulai mengalir. Hatinya terasa beku sekarang.

“Unnie.Waeyo?”, tanya sanghyun

“uhh? Gwaenchana”, jawab jiyoon sambil menghapus air matanya.

“jeongmal ?”

“ne~ darimana kau mendapatkan undangan ini ?”

“kemarin ada seorang wanita datang kesini.. Ia mencari unnie. Lalu tanpa sengaja ia bertanya kepadaku. Setelah itu ia memberikan undangan ini. Namanya….”

“junghwa ?”, tanya jiyoon

“ne~ Yoon Jung hwa..Haha. Waeyo unnie ?”

“ahh gwaenchana.. Ara.. Aku akan pergi ke kelas. Gumawo Lee sanghyun.. Annyeong”

Jiyoon meninggalkan kantin dan pergi ke kelas. Mukanya tampak pucat pada saat pelajaran berlangsung, dan ia melamun saat pelajaran. Jam pelajaran pun berlalu sekarang saatnya pulang. Ia pergi ke basement dan mengambil mobilnya. Ia bergegas pulang ke rumahnya. Tanpa sengaja di perjalanan ia teringat oleh lelaki yang ada di rumah sakit. Akhirnya ia pergi ke rumah sakit.

Tak sengaja, jiyoon melihat kakaknya sedang bersama seorang lelaki dengan kursi roda.Siyoon tampak sangan senang bersama lelaki itu. Entah siapa lelaki itu tapi siyoon tampak senang. Tanpa membuang waktu ia langsung menghampiri siyoon dan laki-laki itu.

“unnie!”, panggil jiyoon

“H-han Jiyoon”, sahut siyoon dengan tebata-bata

“siapa laki-laki ini??”, tanya jiyoon seraya menunjuk lak-laki berkursi roda yang ada disampingnya itu.

“Park Jisung imnida”, sahut jisung cepat

“Park Jisung ??”, tanya jiyoon bingung.

“ne~ manaseobangap seumnida..”, ucap jisung seraya menundukkan kepalanya.

“ng? Ara.. Unnie bisa kita berbicara di caffé?”

“um?? arasso..”

Siyoon pergi mengantarkan jisung kembali ke kamarnya sedangkan jiyoon menunggu di dalam mobilnya. Tak lama siyoon menghampiri jiyoon.

“unnie.. Kau bawa mobil kan ?”, tanya jiyoon

“uhh ? Ne ~”, jawab siyoon

“yasudah naiklah mobilmu sendiri & ikuti aku dari belakang”

“uhh.. Ara~”

Siyoon keluar dari mobil jiyoon dan pergi ke tempat parkiran mobilnya. Lalu mereka pergi ke caffé & langsung masuk.

“mau pesan apa ?”, tanya seorang pelayan yang datang menghampiri siyoon dan jiyoon.

“kopi susu 2.. Arasso..~”, jawab jiyoon.

“ara~ gamsahamnida”, jawab pelayan itu.

Tak lama setelah itu seorang pelayan datang membawakan 2 cangkir kopi susu.

“silahkan menikmati.. “, ucap pelayan itu.

“gamsahamnida”, ucap siyoon.

“ok.. Sekarang aku mau bertanya siapa lelaki itu.. Namanya…. (?)”

“Park Jisung”

“ahh ye..~ sekarang ceritakan kepadaku”

“mungkin aku tak perlu menjelaskan kepada mu lagi jiyoon-ya..”

“maksudmu ?”

“dia namja-chinguku…”

“Bo !!! Namja chingu ???”

ne~ waeyo ?”

“kau gila unnie. Bagaimana dia bisa jadi namja chingumu. Kau kan baru kenal dengan dia. Dan saat kau mengenal dia, dia lagi koma kan ? Mengapa bisa begitu cepat dia menjadi namja chingumu. Lalu bagaimana dengan Lee donghae, bukankah dia menyukaimu ?”

“aiiiaa jiyoon-ya. Kau berbicara terlalu panjang. Aku tak bisa mencerna semua omonganmu. Dan untuk Lee Donghae, dia hanya menyukaiku bukan mencintaiku. Sedangkan Park Jisung mencintaiku. Arasso ??! Aku akan pergi duluan. Annyeong . Sampai bertemu di rumah nanti..”

“hey unnie.. !!!”

Siyoon meninggalkan jiyoon sendirian di caffé itu. Hari semakin larut. Jiyoon masih berada di caffé. Ia mengeluarkan sebuah undangan. Tepatnya undangan pernikahan yang diberikan oleh Lee sanghyun tadi siang. Ia menatapi undangan itu. Ia merindukan kenangannya dengan Yoon Shi Yoon. Begitu banyak kenangannya dengan Yoon Shi Yoon yang harus dilupakan.

“Annyeonghaseo.. Mianhamnida hari sudah larut. dan caffé ini juga harus tutup. Mianhamnida”, kata seorang pelayan. “ahh ne~ aku akan segera pergi”, ucap jiyoon seraya memulai langkahnya untuk keluar.

Ia mulai menyetir mobilnya. Beberapa orang berkali-kali menelepon ponselnya. Tapi jiyoon membiarkannya saja. Siyoon, Kyuhyun, & Donghae sangat khawatir dengan keadaan jiyoon.

Jiyoon menyetir dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba saja “BRRRAAAAKKK !!!!” jiyoon menabrak sebuah truk yang ada di depannya. Jiyoon sudah tak sadar. Kepalanya penuh dengan darah akibat benturan yang keras.

——-

Pada waktu yang bersamaan, foto jiyoon yang berada di ruang tamu rumahnya jatuh tanpa sebab. Lalu tak lama kemudian telepon rumahnya berdering, & Kyuhyun yang mengangkatnya.

“Yoboseo ?”, ucap kyuhyun

“apakah benar ini rumah Han jiyoon ?”, tanya seseorang yang menelpon

“Ne~ nugu-ya ?”

“saya mau mengabarkan bahwa sebuah kecelakaan baru saja dialami oleh Jiyoon-ssi. Sekarang dia sedang dirumah sakit.”

“mwo-rago ?! Ne~ aku akan segera kesana. Gamsahamnida~”

Telepon langsung dimatikan. Kyuhyun yang mendengar perkataan orang tadi masih dalam keadaan tak percaya.

“Hey, Kyuhyun-ssi.. Waeyo ? Siapa yang menelpon ? Apakah kau tau dimana jiyoon sekarang ?”, tanya siyoon khawatir

“….” kyuhyun tak menjawab

“Hey, Kyu-ya jangan membuat orang penasaran..”

“Ji-jiyoon di-di rumah sakit”, jawab kyuhyun dengan terbata-bata.

“Mwo-rago ?”, ucap siyoon kaget

Siyoon langsung mengambil kunci mobil dan langsung pergi. Begitupun dengan Donghae dan Kyuhyun. Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah rumah sakit. Mereka mencari-cari kamar jiyoon. Setelah mencari cukup lama akhirnya mereka menemukan kamar dimana jiyoon dirawat. Saat mereka sampai seorang doktet keluar dari kamar jiyoon.

“Dok, bagaimana keadaan dongsaeng saya ? Apakah baik ?”, tanya siyoon khawatir.

“gwaenchana.. Luka yang dialaminya tidak begitu parah. Tapi sekarang dia masih belum sadar. Anda boleh melihatnya”, ungkap dokter itu.

Perasaan lega pun muncul ketika mengetahui jiyoon dalam keadaan baik.

Siyoon, donghae, dan Kyuhyun masuk ke ruang rawat. Disana terlihat seorang perempuan berbaring tak berdaya. Setetes air mata keluar. Siyoon tak sanggup melihat adiknya. Ia keluar dari kamar dan menangis di taman. Sedangkan Donghae dan kyuhyun menemani jiyoon di kamar.

***

2 hari berlalu..

Jiyoon terbangun dari pingsannya itu. Ia membelakkan matanya sedikit demi sedikit. Melihat seorang lelaki tidur terduduk di sebelahnya. Kepala masih agak pusing dan sakit. Lalu ia laki-laki itu terbangun.

“ah~ jiyoon-ya kau sudah bangun”

“permisi.. Saya mau mengatakan bahwa jiyoon-ssi sudah boleh pulang hari ini..”, ucap seorang suster yang tiba-tiba masuk ke kamar

“uhh. Ye~ gamsahamnida..”, ucap kyuhyun.

“Han Jiyoon.. Kau mau pulang hari ini juga ?”, tanya kyuhyun halus.

“ahh.. Ye.. Aku bosan jika berada disini terus..”, jawab jiyoon..

Pukul 12 siang mereka bergegas pulang.

Melihat kyuhyun yang selalu setia berada disampingnya jiyoon pun merasa kalau cinta sejatinya adalah Cho Kyuhyun bukan Yoon Shiyoon. Dan setiap ada kyuhyun disampingnya Jiyoon selalu merasa bahagia. Bahagia yang selalu ia tunggu. Mungkin jiyoon tidak mengetahui perasaan kyuhyun padanya. Dan jiyoon berharap kalau kyuhyun mempunyai perasaan yang sama seperti dirinya saat ini.

Mereka pulang ke rumah.

“annyeong dongasaeng ku..”, sapa siyoon seraya memeluk jiyoon.

“annyeong unnie..”, sahut jiyoon

“aku senang bisa melihatmu kembali ke rumah ini Han Jiyoon..”

“haha~ aku juga..”

“namja-chingu ?”, tanya Jisung yang tiba-tiba muncul dari ruang tamu.

“uhh ?? Namja chingu ?? …”, “haha~ ne.. Lelaki ini namja-chingu ku”

Kyuhyun yang mendengar perkataan jiyoon kaget. Ia membelakkan matanya dan menatap jiyoon.

“haha~ arasso.. Aku akan ke kamar.. Annyeong~”, kata jiyoon seraya menuju ke dalam kamarnya.

“uhh jiyoon-ya.. Kau bisa kesini lagi nanti ?”, tanya siyoon

“Ara unnie~”

Jiyoon masuk ke dalam kamarnya, sedangkan kyuhyun menuju ke taman rumah jiyoon dengan perasaan tak percaya. Tiba-tiba ponsel kyuhyun berbunyi dan mengangkatnya.

“ahh ye.. Waeyo donghae??”, tanya kyuhyun yang mengetahui kalau yang menelpon adalah donghae.

“aku hanya mau bilang, kalau aku akan kembali ke amerika. Kemarin Kim Kibum menelponku untuk secepatnya kembali ke amerika. Karena kelas akan dimulai sekitar seminggu lagi”

“mwo-ya ?! Secepat itukah ??”

“ne~ dan jangan bilang siapa-siapa dulu sebelum aku pergi aku tak mau membuat mereka khawatir. Arasso !?”

“ne. Goodbye Lee donghae. Secepatnya kembali.. Ara ?”

“ne Evil ! Haha~”

Donghae menutup teleponnya begitupun dengan kyuhyun. Tiba-tiba jiyoon menghampiri kyuhyun.

“annyeong~”, sapa jiyoon

“uhh Han Jiyoon..”

“boleh aku duduk”

“ye.. silahkan duduk”

“siapa yang telepon??”

“Donghae”

“dia kenapa ?”

“ahh ani.. Dia tak apa-apa”

“yakin ?? ceritakan kepadaku kyu-ya”

“tapi kau jangan memberi tau siapa-siapa .. Ara ?”

“ne EvilKyu !!!”

Kyuhyun pun menceritakan semua kepada jiyoon.

“Bo ??”

“sssttt… Pelan-pelan”

“jadi donghae akan pergi ke amerika ?”

“ne~ tugas dia banyak di amerika jadi terpaksa ia kembali ke amerika..”

“ohh..”

Hari semakin larut. Jiyoon tertidur di pundak kyuhyun begitupun dengan kyuhyun. Mereka berdua tampak mesra di bawah cuaca langit yang begitu cerah.

***

Pagipun datang. Jiyoon menyadari bahwa ia tertidur di pundak kyuhyun tadi malam.

“pasangan yang serasi..”, ucap siyoon yang tiba-tiba datang menghampiri kyuhyun dan jiyoon bersama dengan jisung di sebelahnya.

“uhh unnie…~”, kata jiyoon yang terbangun dan mulai membelakkan matanya sedikit demi sedikit begitupun dengan kyuhyun.

“ayo kita ke ruang tamu sekarang, ada hal yang ingin kubicarakan”, ajak siyoon seraya membangunkan jiyoon yang terduduk di ayunan.

Mereka sampai di ruang tamu dan duduk. Siyoon memulai pembicaraan.

“jadi……”, kata siyoon

“mwo unnie ?”, tanya jiyoon sambil meminum tehnya.

“hm, jadi begini .. Aku dan Park Jisung akan menikah minggu depan. Aku sudah memikirkan ini semua matang-matang”

“menikah ??????”, kata jiyoon dan kyuhyun serentak.

“ne~ bagaimana pendapatmu jiyoon-ya ?”, tanya jisung

“aku terserah dengan unnie. Jika unnie mau aku akan menyetujuinya” “asalkan kau juga mengijinkan aku menikah dengan Cho kyuhyun”, sambung jiyoon sambil melihat ke arah kyuhyun.

“bo ?”, kata kyuhyuh kaget

“mwo-ya jiyoon.. ? Kau juga akan menikah ?”, tanya siyoon.

“ne~ ”

“kau yakin.. ? “, tanya kyuhyun.

“ne~ aku sangat percaya kepadamu kyu-ya.. Apa jangan-jangan kau tidak mau menikah denganku ?”,

“ahh,.. Ani.. Tentu aku mau”, jawab kyuhyun

“dasar kau EvilKyu !!hha”, kata jiyoon sambil memukul kepala kyuhyun.

Mereka berbincang-bincang sebentar. Hari itu adalah hari yang cukup menyenangkan untuk jiyoon. Bersama orang yang ia sayangi adalah hal yang ia impi-impikan sejak dulu.

***

Seminggu berlalu..

Hari ini adalah hari pernikahan Siyoon dan Jisung. Hari yang paling ditunggu-tunggu oleh siyoon. Siyoon sangat cantik dengan gaun putihnya yang menawan, begitupun dengan Jisung yang memakai jas putih yang sangat indah.

Jiyoon memakai sebuah gaun berwarna meran muda. Dan Kyuhyun memakai sebuah jas hitam. Siyoon dan Jisung mulai masuk ke dalam pelaminan. Mereka berdua tampak sangat senang.

Saat selesai pesta sebuah undangan jatuh dari dalam tas. Jiyoon mengambilnya. Ternyata itu adalah sebuah undangan pernikahan. Ia lupa kalau hari ini adalah hari pernikahan yoon shi yoon juga.

“waeyo ?”, tanya kyuhyun

“aku lupa”, jawab jiyoon

“lupa apa ?”

“hari ini hari pernikahan yoon shi yoon juga”

“mwo?”

Jiyoon langsung menarik tangan kyuhyun dan pergi. Mereka pergi ke sebuah gedung. Mereka masuk dan mencari tempat yoon shi yoon menikah. Setelah mencari-cari cukup lama, akhirnya mereka masuk dan saat itu juga mereka bertemu yoon shiyoon.

“Kau yoon shi yoon ?”, tanya jiyoon

“uhh ne~…”, jawab shiyoon

“chukae…”, kata jiyoon seraya mengulurkan tangannya.

“gamsahamnida.. Tapi kamu siapa ?”

“kau lupa denganku ? Han jiyoon !”

“ng ? Han Jiyoon ? Kau sudah banyak berubah..”

“haha~ jeongmal ? Oh ya kenalkan namja chingu ku”

“annyeonghaseo.. Cho Kyuhyun imnida..”, ucap kyuhyun.

“annyeong Yoon Shi Yoon imnida..”

“arasso.. Aku harus pergi sekarang.. Mianhamnida yoon-ya .. Annyeong..”, kata jiyoon seraya meninggalkan tempat itu.

Perasaan sedih sekarang muncul di hati jiyoon setelah melihat yoon shi yoon setelah sekian lama tak bertemu. Kyuhyun yang mengetahui hati jiyoon pada saat itu. Hancur berkeping-keping. Dan kyuhyun membawanya ke suatu tempat yang belum pernah dikunjungi jiyoon sebelumnya.

“tempat apa ini ?”, tanya jiyoon

“aku selalu kesini jika aku sedang bersedih..”, jawab kyuhyun

“jeongmal ?? Indah sekali..”

“sekarang kau boleh mencurhakan isi hatimu disini. Teriak sekencang-kencangnya. Lakukan apa saja yang bisa membuat hatimu kembali seperti semula..”

“Kyu-ya…..”, kata jiyoon seraya menghampiri kyuhyun dan memeluknya

“gumawo kyu-ya… Aku baru menyadari kalau kau yang selalu mencintaiku dan yang selalu ada disampingku walaupun saat aku sedih maupun senang..”, kata jiyoon sambil menangis di pelukan kyuhyun.

Tangisannya semakin lama semakin kencang. Tak lama tangisan jiyoon mereda. Ia menatap kyuhyun. Dan wajah mereka berdekatan.

Lalu bibir mereka bersentuhan 1 sama lain. Jiyoon merasakan kehangatan yang begitu mendalam dari ciuman pertamanya itu. Kehangatan yang selalu ia nanti-nantikan bersama Yoon Shi yoon. Tapi sayangnya itu bukan yoon shi yoon. Itu adalah Cho Kyuhyun orang yang akan ia cintai, ia sayangi, mulai dari sekarang sampai akhir hayat hidupnya…….

THE END ~~~

*catatan : Park Jisung disini bukan pemain bola.. Hehe ..

Fanfiction : ~My True Love~ (Chapter Two)

Akhirnya Jiyoon bangun dari tidurnya. Ia melihat kyuhyun yang sedang tidur terduduk disebelahnya.

“kyu-ya.. Kyu-ya”, panggil jiyoon seraya menggoyang-goyang kan bahu kyuhyun.

Kyuhyun mulai sadar dan memelekkan matanya.

“jiyoon-ya .. Kau sudah sembuh ?”, tanya kyuhyun

“ne~ kau tidur disini semalaman ??”, tanya jiyoon

“de,,, mm, ini minum obatmu dulu.. “, ucap kyuhyun seraya mengambil obat yang berada du sebelahnya dan memberikannya ke jiyoon.

Jiyoon segera minum obat yang diberi kyuhyun.

“gumawo..”, ucap jiyoon

“gwaenchanayo. Kau harus istirahat lebih bnyk jiyoon-ya. Kalau tidak kau bisa sakit lagi. Ara ?”, ungkap kyuhyun

“ne gaemKyu ! Haha~”

“kyu-ya aku mau keluar mencari udara segar. Aku bosan disini terus..”, kata jiyoon seraya bangun dr tempat tidurnya

“oh.. Ok.. Ayo!”, ucap kyuhyun sambil membantu jiyoon berdiri.

Mereka keluar dari kamar tersebut dan menuju taman rumah jiyoon. Saat turun jiyoon melihat ke arah ruang tamu, ia melihat kakaknya yang sedang tidur nyenyak di pundak donghae.

“kyu-ya .. Lihat mereka..”, ucap jiyoon sambil menunjuk ke arah siyoon dan donghae

“mwo?? Ckckk.. Begitu nyenyak sekali mereka tidur.. Haha~”, kata kyuhyun

Mereka melanjutkan perjalanan mereka lagi. Akhirnya mereka sampai di taman.

——-

Siyoon terlihat nyenyak tidur di pundak donghae. Begitupun dengan donghae yang berada di samping siyoon. Sedikit” mereka mulai terbangun dr tidurnya.

Siyoon bangun terlebih dahulu. Menyadari hari sudah siang, ia pergi naik ke atas untuk melihat jiyoon yang kemarin sakit.

Saat ia melihat ke kamar, di kamar jiyoon sudah tak ada orang. Ia mencari” di seluruh bagian rumah. Sampai pada akhirnya ia melihat ke taman.

“kyu-ya .. Yoon-ya .. Ternyata kalian disini. daritadi aku mencari kalian. Aku kira kalian sudah pergi.”, kata siyoon yang datang menghampiri jiyoon dan kyuhyun.

“mian unnie. Habis tadi aku melihat kau tidur terlalu nyenyak di pundak donghae oppa.. Jadi aku tak tega jika membangunkanmu..”, ucap jiyoon

Kyuhyun dan jiyoon tertawa kecil meledek siyoon. Muka siyoon tampak memerah.

“Hey.. Ternyata kalian disini..”, kata donghae yang tiba” menghampiri.

Pandangan kyuhyun dan jiyoon terarah pada donghae dan siyoon.

“Kalau dilihat-lihat kalian berdua cocok..”, ucap kyuhyun

“Ya.. Aku setuju.. Haha~”, sahut jiyoon cepat.

“hah ?”, sontak donghae dan siyoon bersamaan

“waeyo unnie ??”, tanya jiyoon meledek siyoon

Muka siyoon dan donghae kini semakin memerah dibuat malu oleh kyuhyun dan jiyoon. Setelah puas bercanda dan berbicara kyuhyuh dan donghae berpamit pulang.

——-

Sekarang dirumah hanya ada jiyoon, siyoon, dan ny. Lee. Setelah donghae dan kyuhyun pulang rumah tampak sepi. Jiyoon kembali berbaring di kasurnya sekarang. Dan siyoon berada di ruang tamu sambil membaca koran.

Tiba-tiba handphone siyoon berbunyi. Nomor nya tak dikenal. Ia mengangkatnya.

“Yoboseo..!”, sapa siyoon

“hey, kau harus ke rumah sakit ‘xxxx’ sekarang. Ada hal gawat.”, ucap seorang laki-laki yang tak dikenalnya

“nugu-ya??”

“sudah cepat.. setelah kau sampai disini kau juga akan tau.. Palli !”

“yoboseo… Nugu-ya ???!!!”…

Telepon langsung dimatikan oleh laki-laki itu. Siyoon mengabaikan perkataan laki-laki tadi. Tapi semakin lama perasaannya tak enak. Ia seperti merasakan suatu hal yang buruk. Akhirnya ia memutuskan untuk datang ke rumah sakit itu.

Ia bergegas cepat. Tak lama ia sampai di rumah sakit itu. Ternyata seseorang sudah ditugaskan untuk menunggu siyoon dan mengantarnya kepada orang yang menelponnya tadi.

Siyoon bukan bertemu dengan orang yang menelponnya tadi, tapi ia disuruh melihat seseorang yang ada didalam salah 1 kamar rumah sakit.

Siyoon masuk dengan perlahan dan dengan rasa penasaran.

Saat melihat orang itu hatinya terasa seperti teriris-iris pisau yang tajam. Melihat seorang yang tak berdaya dan penuh dengan balutan kain di tubuhnya. Air matanya mulai menetes dan semakin lama semakin derasnya air mata itu membasahi wajah siyoon.

Ia terduduk diam melihat orang yang ada di hadapannya. Berbaring tak berdaya. Dan ia hanya bisa memanggil nama lelaki itu..

“Park Jisung.. Park Jisung !!”, panggilnya sembari menggoyang”kan badan lelaki itu.

Lelaki yang ada dihadapannya hanya bisa terdiam tak sadarkan diri. Dan siyoon hanya bisa menangis.

Siyoon sangat merindukan lelaki masa remajanya itu setelah 8 tahun tak bertemu dengannya. Dan saat bertemunya lagi, ia melihat lelaki yang dulu ia cintainya itu tak berdaya. Akankah ia hidup kembali setelah mengalami koma selama 3 bulan ?

“annyeonghaseo..”, sapa seorang laki-laki yang tiba-tiba masuk

“a-a-annyeong”, sahut siyoon dengan terbata-bata akibat menangis.

“no… Han Siyoon ??”, tanya lelaki itu

“ne~ nugu-ya ?? A-apakah kau lelaki yang tadi menelponku ??”, tanya siyoon

“ne~ Lee SangKyo imnida.. Aku teman dari park jisung.,”, ucap jangkyo

“han siyoon imnida ..”

“mianhae merepotkanmu. Aku hanya disuruh oleh jisung menelponmu ketika ia terjatuh sakit atau ia meninggal..”

Siyoon hanya terdiam. Kemudian jangkyo meninggalkan kamar tersebut.

——-

“Unnie..”,panggil jiyoon seraya menuruni tangga

“ny.lee siyoon-ya kemana ?”, tanya jiyoon yang tiba” melihat ny. Lee

“Molla..  Saya hanya melihat ia pergi terburu-buru . Dan saya tidak tau ia pergi kemana..”, ungkap ny. Lee menjelaskan

“ohh.. Ara.. ”

Jiyoon segera mengambil ponselnya. Ia menelpon siyoon. Tapi ponsel siyoon tidak aktif. Kemudian ia menelpon donghae.

“Yoboseo ..”, ucap donghae

“oppa. Kau sedang bersama unnie tidak ?”, tanya jiyoon

“ani.. Waeyo ??”,

“unnie tidak ada dirumah. Tapi kata ny. Lee tadi ia pergi terburu-buru. Aku sudah menelponnya tapi nomornya tak aktif.”,

“jinjja ?? kalau begitu aku akan membantumu mencarinya.. Ok.. Dan kau jangan kemana” istirahatlah yang cukup. Ara ? “,

“ne~ oppa .. Gumawo~”,

Jiyoon menutup teleponnya. Dan ia mencoba menelpon beberapa teman siyoon. Tapi tidak ada yang tau keberadannya.

Hari semakin sore. Tapi kabar dari siyoon tak kunjung datang. Jiyoon yang menunggu pun semakin khawatir dengan keadaan kakaknya. Ia tetap menunggu di rumah.

——-

Donghae akhirnya menemukan keberadaan siyoon. Ia segera menuju tempat itu. Ternyata tenpat itu adalah sebuah rumah sakit besar di seoul. Ia tau dari kerabatnya yang melihat siyoon masuk ke sebuah rumah sakit.

Ia mencari kamar yang dituju siyoon. Perasaannya sudah mulai tenang saat menemukan kamar tersebut. Sebelum masuk ia menelpon jiyoon.

“Yoboseo..”, sapa jiyoon

“jiyoon-ya aku sudah menemukan dimana siyoon. Tapi aku tak tau itu benar apa tidak. Aku belum memastikannya”

“jinjja?? Dimana dia ??”, tanya jiyoon khawatir

“di rumah sakit”

“bo! Rumah sakit ? Untuk apa ia kesana ? Apa ia sakit?”, “Molla…tapi kau jangan khawatir.. Aku akan segera membawanya pulang. Tunggu di rumah ya..”

“ne oppa.. Cepat ya ~”

Donghae menutup teleponnya. Kemudian ia mulai melangkah masuk ke dalam kamar itu. Dengan langkah pelan dan perasaan senang ia masuk ke kamar tersebut. Tapi perasaan senang itu hilang seketika saat melihat siyoon.

Tubuhnya lemas. Tak kuat ia menahan air matanya. Melihat seorang pujaan hatinya mencium kening lelaki lain. Ia keluar dari kamar. Dan menunggu di depan kamar tersebut dengan bersandar di tembok.

Tak lama siyoon keluar dari kamar itu. Ia kaget melihat donghae yang sudah berada di sampingnya saat ia keluar.

“Lee donghae ?”, panggil siyoon

“…” donghae terdiam

“bagaimana kau bisa ada disini ?”

“aku mencarimu”, jawab donghae lemas. “kajja!” sambungnya

Siyoon mengikuti donghae dari belakang. Tiba-tiba jangkyo menghampiri siyoon.

“Han Siyoon”, panggil jangkyo

“ng..Lee Jangkyo.”, sahut siyoon cepat.

“kau mau pulang ?”

“ne~ tolong jaga jisung. Besok aku akan kembali”

“arasso. Hati-hati di perjalanan”

Siyoon mengangguk. Melihat donghae yang sudah jauh ia segera mengejarnya. Donghae berjalan begitu cepat sehingga siyoon sulit mengejarnya yang sudah jauh. Tiba-tiba siyoon tersandung oleh sebuah batu.

“aw~”, keluhnya

Tanpa memperdulikan siyoon, donghae tetap berjalan sehingga membuat siyoon jengkel.

——-

“aigoo. Kemana mereka berdua”, kata jiyoon khawatir

“annyeong~”, sapa donghae yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah

“Oppa..mana unnie ??”, tanya jiyoon seraya menghampiri donghae

Donghae tak menjawab tetapi ia menunjuk ke arah luar. Dan jiyoon melihat seorang wanita yang datang.

“unnie..No gwaencahana ??”, tanya jiyoon sambil memeluk siyoon

“gwaenchana..”, jawab siyoon sambil memegangi kakinya yang terkilir

Jiyoon melihat kearah kaki siyoon..

“waeyo?”, tanya jiyoon seraya memegang kaki siyoon

“gwaenchana . hanya sedikit tekilir .”,

“Ng? Terkilir? “, ucap jiyoon sambil membantu siyoon duduk di sofa

“aku sudah membawa unnie mu pulang kan?? Arasso.. Aku pulang. Bye ! “, ucap donghae

“hah? Oppa!”, teriak jiyoon

“unnie..Kau tunggu disini ya.. Aku akan segera kembali”, ucap jiyoon

Jiyoon meninggalkan siyoon dan berlari menyusul donghae.

“oppa! Jakkaman! Huh huh huh ~”, ucap jiyoon dengan nafas yang tak beraturan

Donghae berhenti berjalan dan membalikkan badannya. Lalu ia mengajak jiyoon duduk di taman dekat situ.

“Han Jiyoon. Tunggu disini, aku akan segera kembali”, pinta donghae dan pergi

Tak lama donghae kembali dengan membawa 2 minuman kaleng. “Ini..”, kata donghae seraya memberikan 1 minuman kaleng yang berada di tangan kanannya

“Gumawo~”, ucap jiyoon dan langsung meminum minuman yang diberi donghae.

“Kenapa kau mengejarku ?”, tanya donghae

“Hari ini kau tampak aneh”

“Ng..?” Donghae menengok ke arah jiyoon

“Tadi siang kau masih terlihat seperti orang yang besemangat mencari unnie. Tapi saat kau pulang kau jadi aneh. Kau membiarkan unnie berjalan sendirian dengan kaki yang terkilir.. “, ungkap jiyoon santai

“…” donghae terdiam dan mengacuhkan perkataan jiyoon

“waeyo oppa ? Apa kau ada masalah dengan unnie ?”

“ani~”, jawab donghae

“terus ? wae ?” Donghae menceritakan semua yang ia lihat di rumah sakit tadi. Jiyoon cukup terkejut dengan ucapan donghae dan jiyoon masih belum percaya. Apalagi dengan perkataan bahwa siyoon mencium kening lelaki itu. Jiyoon jadi semakin penasaran dengan lelaki itu.

***

Keesokan harinya. Siyoon bangun tampak lebih pagi dari biasanya. Baju lengan panjang dan celana panjang yang ia kenakan telah menghiasi tubuhnya.

“jiyoon-ya.. Ayo makan..”, ajak siyoon yang melihat jiyoon sedang menuruni tangga.

Jiyoon menghampiri siyoon yang berada di meja makan.

“mau kemana kau?? jarang pagi-pagi kau mau pergi.. “, tanya siyoon

“mm, aku mau..”, sambung jiyoon yang kemudian menemukan ide cemerlang “aku mau pergi dengan cho kyuhyun..Ne~ cho kyuhyun..”

“kau punya hubungan khusus ya dengan dia ?? Ayo ngaku..”, ejek siyoon

“ng? Ani.. Aniya.. Aku dan dia hanya berteman..”

“jeongmal? Hhaha~ arasso. Aku akan pergi duluan.. Annyeong..Hati-hati dijalan..Oke”, pamit siyoon

Melihat siyoon yang mau pergi, jiyoon bersiap” untuk mengikutinya dari belakang.. Setelah cukup lama, akhirnya sampai di suatu tempat.. Yaitu rumah sakit ternama di seoul. Jiyoon mengikuti siyoon yang masuk ke rumah sakit itu. Sampai pada akhirnya siyoon memasuki sebuah kamar. Jiyoon bersembunyi didekat lift rumah sakit agar tidak diketahui oleh siyoon. Tak lama siyoon keluar dari kamar tersebut dan ia pergi. Tak mau membuang waktu jiyoon pun masuk ke dalam kamar yang tadi siyoon masuki.

Dengan langkah yang pelan ia masuk. Ia tersentak kaget dengan keberadaan orang yang ada di kasur dan di sebelahnya.

“Nugu-ya ?”, tanya jangkyo yang sedang menemani jisung. “ng ?”

“Na-na-naneun H-han JiYonn imnida”, ucap jiyoon ketakutan

“Mau apa kau kesini ??”, tanya jangkyo lagi “hah ? Aku ?”, tanya jiyoon tampak seperti orang babo

“ne~ siapa lagi.. ?? Disini kan cuman ada kita bertiga. Ckkc. Babo !~”. “arasso.. ada waktu ?”

“ne ~ mau apa ? “, tanya jangkyo

“bisa minum teh bersama ?? Sebentaaar aja..”, pinta jiyoon

“ara~”,

Merekapun pergi ke sebuah caffé didekat rumah sakit itu.

“annyeong~”,sapa seorang pelayan itu dengan sopan

“annyeong~”, sahut jiyoon dan jangkyo secara bersamaan

“untuk berapa orang ?”, tanya pelayan itu

” 2 !”, sahut jiyoon dan jangkyo secara bersamaan lagi

“ng? “, tanya pelayan itu

” maksud saya 2 .. Ne~ 2 “, ucap jangkyo memperjelas “ne~ silahkan duduk disana..”, kata pelayan itu sambil menunjukkan tempat duduk

Jiyoon dan jangkyo berjalan ke arah tempat dudk yang ditunjukkan pelayan tadi. Mereka duduk di bangku masing-masing.

“ok .. Sekarang mau apa kamu ?”, tanya jangkyo

“hm, aku mau tanya.. Kau kenal dengan unnie ku ?? Han Siyoon..”, tanya jiyoon

“dia unnie mu ?”

“ne..”

“Dia tak pernah bilang kalau dia punya adik.. Kau bohong kan ?”

“ng ? Bohong ? Untuk apa aku berbohong denganmu. Tak ada gunanya aku berbohong padamu..”

“terus kamu mau apa membawa ku kesini ??”

“ok . Aku akan langsung to the point.. Siapa lelaki yang ada di rumah sakit ?? ”

“mwo ?!”

“de~ lelaki yang dikunjungi siyoon tadi ? Nugu ?”

“bukan siapa-siapa.. Oh ya aku harus kembali ke rumah sakit sekarang.. Bye !”

Jangkyo langsung meninggalkan jiyoon sendirian.

“hey ! ”

“aigoo. Apakan aku ada salah sama dia sehingga dia tak mau memberikan informasi. “, ucap jiyoon seraya memukul kepalanya sendiri.

Tiba-tiba Kyuhyun datang menghampiri jiyoon yang ada di dalam caffé.

“siapa dia ?”, tanya kyuhyun

“huh~ aku juga tak tau jelas asal usulnya..”, jawab jiyoon lemas.

“oh. Hey. Apa benar yang donghae katakan padaku bahwa siyoon mencium lelaki ?”

“uuhhh~ begitulah.”

“oh.. Ara..”

Akhirnya jiyoon dan kyuhyun pergi dari tempat duduk mereka. “GUBRRAAAKK !”, Jiyoon menabrak seorang lelaki yang baru saja masuk ke dalam caffé. Tas nya jatuh dan berantakkan. Lelaki itu meminta maaf dan membantu jiyoon membereskan barang-barangnya yang terjatuh.

Tanpa sengaja lelaki itu menemukan sebuah foto yang tergeletak di tanah. Yang lelaki itu kagetkan adalah foto itu. Sebuah foto masa kecilnya. Ia tak menyangka kalau jiyoon punya foto masa kecilnya.

Lelaki itu berdiri. Dan masih memandang foto yang ia pegang.

“Mianhamnida~”, ucap jiyoon

Jiyoon langsung mengambil foto yang berada di tangan lelaki itu.

“gamsahamnida.. Permisi..”, kata jiyoon dan langsung pergi diikuti dengan kyuhyun.

Lelaki itu melamun. Menyadari jiyoon pergi ia mengejar. Tetapi saat ia keluar caffé jiyoon sudah tak ada. Ia lupa menanyakan nama jiyoon. Tapi ia tak menyerah, ia terus mencari-cari jiyoon.

——-

“annyeong.. aku pulang !!”, ucap jiyoon seraya memasuki rumahnya.

Ia menuju ke kamarnya. Berbaring di kasurnya dan memandangi sebuah foto yang masih ia pegang.

Ia mengusap-usap foto itu. Air matanya keluar, mengingat muka orang yang ada di foto itu. Sebuah foto orang yang ia cintai. Kenangannya hanya foto itu. D an satu-satunya barang berharga.

Ia berusaha tegar menghadapi kenyataan tapi susah untukknya melupakan masa-masa itu.

Tak lama ia tertidur dengan memeluk sebuah foto yang tampak sudah kusam. Yang selalu ada di pikirannya selama ini adalah bertemu dengan orang yang ada di foto itu. Dan Jiyoon selalu berharap entah besok atau kapan ia akan bertemu dengan orang yang ia cintai itu..

***

“apakah kau tak bisa membukakan pintu hatimu untukku ??”, tanya kyuhyun dalam hatinya sambil berjalan masuk ke dormnya.

Tiba-tiba ia bertemu dengan donghae yang ada di depannya.

“Lee Donghae..”, panggil kyuhyun

Donghae menengok dan menjawab panggilan kyuhyun. Akhirnya mereka masuk bersama ke dalam dorm.

“hyung.. Apa kau membuntuti siyoon lagi ?”, tanya kyuhyun sambil membuat teh

“mwo-ya ? Untuk apa aku membuntuti nya lagi”, jawab donghae lemas yang berada di ruang tamu.

“waeyo ? Bukankah kau menyukai dia ?”

“mm ? Aku memang menyukainya tapi kalau dia menyukai orang lain aku tak akan memaksa”,

“kau akan putus asa begitu saja  ??”, tanya kyuhyun seraya duduk di sebelah donghae.

“Aku bukan putus asa. Aku tidak akan mencari cinta itu. Biarkanlah cinta itu yang datang kepadaku”

“jinjja ? Jadi kau akan diam seperti ini terus sampai sebuah cinta turun dari langit ?? Aigoo !”

“ne ~ sudahlah kau tak usah mengurusi urusanku. Bagimana dengan jiyoon ?”

“mwo ? “, ucap kyuhyun yang tersendak air teh ketika donghae membicarakan tentang jiyoon.

“haha~ tak perlu sampai tersendak air segala”

“hm, begitulah. Sepertinya tak ada titik terang. Dia masih menyukan yoon si yoon ?”

“bo? Yoon si yoon? Yang tinggal di incheon dulu kan?”

“ne~”

“haha~ sabar ya. Cinta akan turun dari langit.. Haha”

Lalu Donghae pergi ke kamarnya dan tidur. Sedangkan kyuhyun masih mencerna perkataan donghae tadi. *ahh~ BaboKyu !*

***

Jiyoon turun ke bawah dengan pakaian yang sudah rapi. Lalu ia menuju ke meja makan.

“annyeong unnie..”, sapa jiyoon

“annyeong..”

“unnie kemarin kau menjenguk siapa ?”

“ng ?”

“de~ tanpa sengaja aku melihat kau masuk ke dalam rumah sakit”

“uhh .. Gwaenchana..”

“jeongmal ? Tapi semenjak kau pulang, perilaku donghae sedikit aneh terhadapmu” kemudian jiyoon melanjutkan lagi “apa benar kau mencium kening lelaki yang ada di rumah sakit itu ??”

Siyoon tersentak kaget dengan perkataan jiyoon tadi. Ia menjatuhkan sendok yang sedang ia pegang.

“Lee donghae melihatnya ?”, tanya siyoon penasaran di dalam hatinya

“unnie..”, panggil jiyoon

“aku sudah telat. Aku akan pergi duluan. Ok. Annyeong”, sapa siyoon kemudian bergegas pergi.

Jiyoon terdiam. Ia tampak bingung dengan perilaku kakaknya. Lalu ia pergi keluar.

Ia pergi tempat kuliahnya. Karena hari ini ia ada kelas di tempat kuliahnya. Tak lama kemudian ia sampai. Ia masuk ke dalam universitas tersebut.

“annyeong sunbae..”, sapa seorang hobae jiyoon

“annyeong..”, sahut jiyoon seraya tersenyum

Saat menuju kelasnya tiba-tiba ada orang yang memanggil namanya.

“Jiyoon sunbae.. Jiyoon sunbae”, panggil seseorang tampak dari kejauhan.

“uh .. Ye ?”, tanya jiyoon kepada hobae yang memanggilnya.

“Annyeonghaseo. Naneun Lee sanghyun imnida.. “, ucap sanghyun dengan sopannya.

“ohh. Sanghyun-ya .. Apa kabar ?”,

“ahh . Tentu baik. Bagaimana kalau kita minum teh sebentar. Kau punya waktu ?”

“oh .. Arasso..”

Jiyoon mengikuti sanghyun dari belakang untuk menuju kantin. Beberapa menit kemudian mereka berdua sampai di sebuah kantin milik universitas tersebut. Mereka duduk di sebuah meja makan yang hanya untuk 2 orang.

“ahh unnie. Sudah lama aku tak melihatmu”, ucap sanghyun yang memulai pembicaraan

“haha.. Waktu itu aku sedang tidak ada kelas. Maka aku tak datang.. Kalau kamu sedang sibuk ?”,

“ne~ begitulah.. Tak ku sangka setelah masuk kuliah begitu banyak waktu yang kupakai untuk belejar..” sanghyun melanjutkan “oh ya.. Chukae unnie .. Kau telah lulus ujian.. Tak lama lagi kau akan lulus.. Uhh enaknya”

“haha .. Gumawoyo.. Tenang tak lama lagi kau juga akan lulus.. Iyakan ?”

“kau selalu saja bisa menghiburku..” “oh ya ini aku mau memberikan kau ini..” sambung sanghyun seraya mengeluarkan sebuah undangan dari tasnya dan memberikannya kepada jiyoon.

“apa ini ?? “, tanya jiyoon seraya melihat undangan itu.

“boe???!!!!! “, ucap jiyoon tersentak kaget saat melihat undangan itu.

***

TBC

 

 

Fanfiction : ~My True Love~ (Chapter One)

Hari begitu cerah. Salah seorang perempuan memiliki hati yang cerah sama seperti cuaca langit pada saat itu di Seoul. Hari ini dia akan mengunjungi kampung halamannya di Incheon bersama dengan kakak perempuannya.

Han Siyoon, nama seorang kakak dari Han Jiyoon.

“Kau sudah siap ?”, tanya Han Si yoon kepada Han Jiyoon yang sedang duduk di meja rias kamarnya.

“Tentu. Aku sudah siap. Kajja unnie”, jawab Han Jiyoon sambil berdiri dan memulai langkahnya menghampiri Han Siyoon.

Mereka berdua bergegas keluar menuju mobil yang ada di teras rumahnya. Mobil disetir oleh Jiyoon. 2 jam perjalanan membuat mereka berdua lelah dalam mobil, tapi itu tidak mengubah semangat mereka untuk menemui orang tuanya yang ada di Incheon.

Mereka sampai di Incheon setelah menempuh perjalan lebih dari 2 jam. Siyoon terlihat tidur dalam mobil akibat perjalanan yang panjang itu.

“Unnie..”, bisik Jiyoon yang berusaha membangunkan Siyoon.

“Unnie, ayo bangun.. Kita sudah sampai!”, kata Ji yoon seraya menggoyang-goyangkan pundak Siyoon.

“Hhhhh”, gumam Siyoon.

“Kita sudah sampai?”, tanya Siyoon yang masih berusaha membuka matanya.

“Ne… Kajja unn”, jawab Jiyoon dan mulai melangkah keluar.

Jiyoon pun keluar dr mobil , menghirup udara segar di Incheon. Tiba-tiba, seorang perempuan menghampirinya.

“Han Jiyoon!!”, panggil seorang perempuan dari kejauhan.

“Nugu-ya ?”, tanya Siyoon yang baru saja keluar dari mobil.

Perempuan itu sampai di hadapan Jiyoon dan memeluknya.

“Jiyoon-ya.. Sudah lama tak bertemu kau… Bogoshipda Jiyoon-ya!!”, ungkap perempuan itu dan melepaskan pelukannya.

“Neo Nugu-ya?”, tanya Siyoon dan mulai melangkah ke arah perempuan itu

“Kalian lupa denganku kah? Apakan aku sudah banyak berubah sehingga kalian tak mengenaliku??”, kata perempuan itu dengan senyuman manisnya.

Jiyoon dan Siyoon bingung. Mereka mulai membuka pintu memori mereka dan berusaha mengingat kembali siapa perempuan yang berada di hadapan mereka. Tiba-tiba seorang perempuan keluar dr rumah yang berada di sebelah mereka.

“Jiyoon-ya!! Siyoon-ya!!”, teriak perempuan itu dan menghampiri Jiyoon dan Siyoon.

Pandangan Jiyoon mengarah ke perempuan itu saat mendengar perempuan itu menyebut namanya, begitupun dengan siyoon yang berada di sebelahnya.

“Eomma?!?!”, ucap mereka serentak saat melihat perempuan itu.

Ternyata perempuan itu adalah ibu dari jiyoon dan siyoon. Mereka memeluk ibunya dengan rasa gembira. Jiyoon dan siyoon sangat senang bisa bertemu kembali dengan ibunya setelah sekian lama berpisah. Ibunya tampak masih segar dan sehat. Melihat fisik ibunya yang baik, membuat jiyoon dan siyoon tidak cemas lagi.

“Jung Hwa-ya.. Kau ada disini juga ?”, tanya eomma Siyoon dan Jiyoon.

“Ne ajhumma.. Annyeonghasimika!”, sapa perempuan itu dengan sopan dan membungkukan badannya.

“Kau mengenalnya eomma?”, tanya Siyoon disertai raut muka yang tampak bingung

“Tentu.. Masa kau lupa dengan teman masa kecilmu sendiri ?”, tanya eomma nya dengan senyuman yang tampak di wajah.

“Ahh~ Saya ingat.. Kau Yoon Jung Hwa !!”, ucap Jiyoon seraya menghampiri  perempuan itu dan memeluknya.

“Aigoo~ Kau Yoon Jung Hwa ?”, tanya Siyoon tak percaya

“Ne unnie”, sahut junghwa.

Jiyoon dan Siyoon pun akhirnya mengingat  Junghwa. Junghwa adalah teman masa kecil dari Jiyoon dan Siyoon dimana ia merupakan adik dari mantan kekasih Jiyoon. Mereka semuapun masuk ke dalam rumah. Menikmati makan makanan yang sudah dibuat oleh ibu Siyoon dan Jiyoon. “Sungguh enak makanan ini.” begitulah komentar dari mereka semua. Setelah selesai makan, ibu dibawa oleh Siyoon pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Sedangkan Jiyoon dan Junghwa pergi ke teras rumah.

“Bagaimana kau bisa tau aku dan unnie akan kesini?”, tanya Jiyoon.

“Tentu aku tau dari eommamu.”, jawab junghwa.

“Oh. Bagaimana kabar Yoon Si Yoon? Apakan dia baik?”, tanya jiyoon lagi disertai kekhawatiran dengan jawaban junghwa yang takut akan keadaan yoon si yoon.

“hm, begitulah .. Sejak kau pergi ia mulai bekerja lebih keras untuk menyusulmu ke seoul”

“apakah dia tau kalau aku kesini hari ini?”

“aku tak memberitahu dia”

Perasaan kecewa timbul di hati jiyoon. Air matanya mulai mengalir, ia tak sanggup menahan air matanya itu untuk tidak keluar. Hatinya mulai sakit saat mengingat kembali masa-masa itu dulu. Dimana ia memutuskan untuk berpisah dengan yoon si yoon karena jiyoon tak akan mungkin sanggup untuk melanjutkan hubungan jarak jauh.

***

Keesokan harinya mereka berdua kembali ke Seoul.

“Annyeonghijumuseo eomma”, ucap siyoon dan jiyoon serentak.

“jaga diri kalian baik-baik ya. Dan sering-sering juga berkunjung kesini.”, ucap ibunya.

“ne..~ eomma aku titip salam sama junghwa ya..”, pinta jiyoon

“ne~ na tto”, sahut siyoon

Siyoon dan jiyoon pun bergegas masuk ke dalam mobil. Kali ini mobil disetir oleh siyoon. Di perjalanan jiyoon terdiam, tampak seperti sedang memikirkan sesuatu.

2 jam berlalu, jiyoon masih pada posisinya. Ia tak bergerak dan melihat ke arah luar.

***

Mereka pun sampai di rumah. Mereka masuk ke dalam rumah. Jiyoon langsung masuk ke dalam kamar. Perilakunya hari ini membuat siyoon bingung. Karena tak seperti biasanya ia begitu. Biasanya jiyoon selalu ceria, dan senyum dari wajahnya tak pernah hilang.Tanpa terasa 3 jam berlalu. Sekarang sudah pukul 6 sore. Saatnya makan malam. Jiyoon pun tampak tak keluar kamar sejak pulang dari Incheon.

“ny. Lee, apakah jiyoon sudah makan?”, tanya siyoon kepada pembantu di rumahnya itu

“belum.. Sejak daritadi ia tak menjawab saya ketika saya mengetuk pintu kamarnya. Saya kira ia sedang tidur. Jadi saya tak ingin mengganggunya”, ungkap ny.lee secara jelas

“arasso”, sahut siyoon

Siyoon langsung naik ke atas dan pergi ke kamar jiyoon. Ia khawatir dengan keadaan jiyoon. Saat ingin mengetuk pintu kamar jiyoon ia berhenti. Ia mendengar suara orang menangis dari kamar jiyoon.

Awalnya ia berpikir kalau itu hanya halusinasinya saja karena terlalu khawatir, tapi suara itu terdengar semakin keras. Ia mulai mengetuk pintu kamar jiyoon. Jiyoon tak menjawab tetapi ia membuka pintu kamarnya dan kembali duduk di kasur.

“jiyoon-ya.. Kau menangis?”, tanya siyoon cemas

jiyoon terlihat menghapus air mata yang membuat wajahnya itu basah.

“ah . Ani~”, ungkap jiyoon dan berusaha tersenyum

“jiyoon-ya kau tak bisa berbohong padaku”, ucap siyoon sambil memeluk jiyoon.

“sekarang ceritakan padaku”, pinta siyoon seraya melepaskan pelukannya dan menatap jiyoon

Air mata jiyoon tampak keluar lagi. Dan itu membuat siyoon lebih yakin bahwa suara tangisan yang ia dengar dengar adalah tangisan jiyoon.

Sekarang jiyoon menangis dan siyoon masih menatap jiyoon, menunggunya untuk menceritakan semua yang terjadi. Jiyoon mulai membuka mulut.

“apakah memutuskan hubungan itu salah?”, tanya jiyoon yang masih menangis

“bo!?!”, tanya siyoon halus

“apakah meninggalkan seseorang tanpa alasan yang jelas itu salah?”, tanya jiyoon lagi. Sekarang tangisan jiyoon semakin kencang.

Siyoon yang melihat jiyoon menangis mulai menghapus air mata jiyoon.

“aku tau kau masih mencintai yoon si yoon, tapi kau harus ingat, cinta itu tak bisa dipaksakan. Jika kau sudah memilih jalanmu, janganlah kau berputar balik untuk mendapatkan itu lagi. Dan jika siyoon-ya adalah jodohmu aku yakin suatu saat nanti kau akan bertemunya lagi. Tapi tidak untuk saat ini. Ara?”, ungkap siyoon

“tapi sekarang aku merasa menyesal meninggalkannya. Semenjak kembali ke incheon semalam aku mulai menyesal mengingat kejadian itu. Dan aku takut kalau siyoon-ya tak mau bertemu denganku lagi. Aku takut unnie ! Aku takut !”, ungkap jiyoon dan masih menangis.

“aku tau. Tapi kau tak perlu menangisi yang sudah terjadi. Biarkan berlalu. Aku yakin yoon si yoon masih mencintaimu….”, ucap siyoon menghibur

“baiklah. Lebih baik kau tidur. Jika kau mau makan turunlah kebawah, ny.lee sudah menyiapkan makanan untukmu.. Ara? Selamat malam dongsaengku”, sambung siyoon seraya keluar dari kamar jiyoon

Siyoon kembali ke meja makan dan mulai memakan makanan malamnya. Perasaan nya sekarang mulai cemas. Ia cemas memikirkan jiyoon dongasaengnya.

****

Pagi itu sedikit agak mendung. Jiyoon akhirnya keluar dari kamarnya setelah hampir seharian kemarin tak keluar dr kamarnya. Saat ia keluar dirumahnya sepi. Kakakny sudah berangkat bekerja. Sedangkan ny.lee sedang membersihkan rumah.

“ahhh~ annyonghaseo jiyoon-ssi”, sapa ny.lee yang melihat jiyoon sedang menuruni tangga.

“annyoeng..”,

Jiyoon mulai bergegas ke teras rumahnya. Duduk dan meminum secangkir teh. Rasanya hari ini membuat     jiyoon lebih segar. setelah selesai ia masuk ke dalam rumahnya. Bergegas mandi dan sarapan. Ia memutuskan untuk pergi ke taman dekat rumahnya.

Ia melangkah keluar rumah. Ia terkejut dengan kehadiran orang di depannya………………..

Terlihat seseorang yang sekarang ada di depan jiyoon. Jiyoon tersentak kaget dengan kehadiran lelaki tampan yang memakai jas hitam. Semuanya serba rapi. Dan tentu lelaki itu sangat tampan.

“GaemKyu !!”, sontaknya kaget

“annyeong…”, sapa lelaki itu dengan senyumannya yg manis nya itu.

“kenapa kau bisa ada disini??”, tanya jiyoon bingung

“kau tak mengharapkan kehadiranku disini jiyoon-ya?”,tanya lelaki itu

“bukan begitu, kau membuatku kaget. Kau datang tanpa kabar. Aku kira kau masih di amerika”, ungkap jiyoon

“haha~ masih saja tak berubah”, kata lelaki itu seraya mengelus rambut jiyoon.

Cho Kyuhyun.. Adalah nama lelaki itu. Dia teman masa kecil jiyoon yang dulu berada di incheon. Dia juga mengenal yoon si yoon. Saat jiyoon mau pergi ke seoul, kyuhyun duluan pamit, karena ia mau melanjutkan sekolah nya di amerika.

“Bukankah kau pergi dengan Donghae oppa?? Tapi mengapa kau kesini hanya sendirian?”, tanya jiyoon

“donghae sedang mencari dorm untuk kami tinggal, makanya ia tidak kesini.”, jawab kyuhyun

“huh~ baiklah. Sekarang kau mau apa kesini??”, tanya jiyoon lagi

“aku ingin mengajakmu pergi..”,

“mwo-ya??”

“ne~~ Kajja!”, ajak kyuhyun. Ia langsung menarik tangan jiyoon dan masuk ke mobil.

“kita mau kemana??”, tanya jiyoon

“hm, liat saja nanti”, kata kyuhyun yang mulai menyetir mobilnya.

±2 jam pun berlalu. Mereka sampai di sebuah taman tempat mereka bermain waktu kecil di dekat incheon. Kyuhyun mengajak keluar jiyoon yang masih berada di mobilnya itu.

“kyu-ya . Bagaimana kau tau kalau aku ingin pergi ke taman ini ??”, tanya jiyoon pernasaran

“hm, aku tau kau lagi sedih kan ? dan bukankah ini tempat yang selalu kau datangi jika lagi sedih?? Jinjja yoon-ah ??”, ungkap kyuhyun

“mwo ? Kau memanggil ku dengan sebutan “ah”!! Hah??”, ucap jiyoon seraya menjitak kepala kyuhyun dan senyuman mulai tampak di wajah jiyoon.

“hah? Jiyoon-ah !!!”, teriak kyuhyun dan mulai mengejar jiyoon.

Mereka berkejar-kejaran tampak seperti anak kecil. Lumayan lama mereka melakukan hal itu, 6 tahun lalu terasa terulang lagi, dimana masa-masa waktu kecil yang sangat bahagia.

Nafas mereka mulai tak beraturan. Akhirnya mereka berhenti dan duduk di sebuah kursi taman.

“huh huh huh ~ aku sudah lama tak merasakan gembira seperti ini”, ungkap jiyoon jelas

“haha~ apalagi aku yoon-ah.. Sejak aku pindah ke amerika aku selalu serius belajar dan hiburan pun kurang disana. Rasanya benar-benar bosan. Dan Baru kali ini aku merasakan rasa senang lagi setelah 6 tahun berlalu.. Hha~~”,ungkap kyuhyun

“jinjja ?? Kasian sekali kau GaemKyu. aku tau rasanya jika jadi kau.. Tak bermain game selama 6 tahun. Ckck”, ledek jiyoon

“yayaya.. Dasar kau.. Selalu meledekku..”, ucap kyuhyun seraya mengacak-ngacak rambut jiyoon

“kyuhyun-ya .. Jangan mengacak-ngacak rambutku !”,

“mian yoon-ah !”,

“lagi-lagi kau memanggilku dengan sebutan yoon-ah!”,

Hari semakin sore. Kyuhyun mengajak jiyoon pulang. Tak lama ia sampai di depan halaman rumah jiyoon.

“kyu-ya .. Gumawo ..”, ucap jiyoon

“mwo? Gumawo .. Untuk ?”, tanya kyuhyun bingung

“kau sudah membuatku senang hari ini.. Gumawoyo gumawoyo kyu-ya…… Arasso. Aku akan masuk .. Annyeong kyu-ah”,

“Ne ~ annyeong yoon-ah”,

Jiyoon pun masuk ke dalam rumahnya. Rumahnya masih sepi. Kakak nya belum pulang dari kantor. Ia langsung menuju lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya…….

***

Kyuhyun bergegas pulang ke dorm yang baru dibelinya.

“donghae-ya.. Kau sudah pulang ?? “, teriak kyuhyun seraya memasuki rumahnya.

“ne~ habis darimana kau ??”, tanya donghae yang baru keluar dari kamar mandi

“hhhhaaaahhhh~ hari ini aku benar-benar mendapatkan hiburan…”, ungkap kyuhyun seraya menghampiri donghae.

“hiburan ? Hiburan apa ? Main game ?”, tanya donghae bingung.

“aniya~~ aku benar-benar senang bertemu dengan jiyoon!”

“jiyoon ? Kau bertemu dimana ?”

“tentu aku datang ke rumahnya??”

“bo!?? Rumah ? bagaimana kau tau rumahnya??”

“Kan tadi kita bertemu dengan han siyoon di kantornya. Dan dia memberi alamat rumahnya bukan ? Yasudah aku catat saja di ponsel ku..”

“kyu-ya.. Otakmu.. Benar-benar .. Ckckck..”

Akhirnya mereka berdua pun bergegas tidur karena hari sudah semakin larut..

***

Jiyoon melangkah keluar kamarnya. ia melihat kakaknya sedang berbicara dengan seseorang di ruang tamu. Karna ia penasaran ia turun ke bawah. Ia mengintip ke arah ruang tamu. Ternyata tamu itu adalah lee donghae.

Dalam hatinya ia berpikir “untuk apa aku mengintip orang yang sedang pacaran”. Ia berbalik dan berpikir untuk masuk ke kamar. Tapi saat ia berbalik ada seseorang dibelakangnya, dan itu membuatnya kaget. Ia tersentak kaget dengan kehadiran orang dibelakangnya dan tanpa sengaja ia berteriak memanggil nama orang itu. Dan teriakan jiyoon membuat donghae dan siyoon tampak kaget.

“jiyoon-ya….”, panggil siyoon

“aaahh– unnie ..”, ucap jiyoon pelan sambil tercengir

“sedang apa kau disitu ?”, tanya siyoon

“mm, aku sedang ………..”,

“kita mau ke ruang tamu, dan bertemu kalian”, ucap kyuhyun cepat

“oh.. terus sedang apa kalian disitu. Ayo kesini dan duduk.”,

“ne ~”, jawab jiyoon

Jiyoon dan kyuhyun duduk di sofa ruang tamu itu. Dan mereka berempat berbincang” untuk waktu yang cukup lamanya. Tak lama kyuhyun dan donghae berpamit untuk pulang.

Setelah kyuhyun dan donghae pulang jiyoon kembali masuk ke kamar dan tidur.

***

Langit cukup cerah. Orang-orang melakukan aktivitasnya masing-masing. Waktu sudah menunjukan pukul 9 pagi dan  Siyoon sudah pergi bekerja.

Jiyoon berjalan turun ke lantai bawah dan menuju meja makan.

Ny. Lee mengantarkan makanan dr dapur ke meja makan.

“gamsahamnida ny.lee”, ucap jiyoon yang sedang duduk di meja makan tsb.

“cheonmaneyo.. No gwaenchana ? Wajahmu tampak pucat..”, tanya ny.lee khawatir

“aaah. Aniya~ kau boleh kembali ke dapur ny.lee”, jawab jiyoon lemas.

Wajah jiyoon tampak pucat dan itu membuat ny.lee khawatir dengan keadaan jiyoon.

Ny.lee pun kembali kedapur dan melanjutkan pekerjaannya. Jiyoon yang duduk di meja makan menghabiskan makanannya. Tak lama ia selesai makan dan bergegas masuk ke kamar. Belum sampai dikamarnya ia jatuh dari tangga dan pingsan.

Ny. Lee yang mendengar suara itu segera menuju asal suara itu. Ia melihat jiyoon yang tergeletak di lantai dan sudah pingsan.

“agessi, agessi…”, panggil ny.lee seraya berusaha membangunkan jiyoon

jiyoon tak bangun” juga dari pingsannya*agessi = nona*. Ny. Lee membawa jiyoon ke kamarnya dan segera menelpon dokter, ia juga segera memberitahu siyoon yang ada di kantor.

“agessi, jiyoon pingsan.. “,ucap ny.lee yang sedang menelpon siyoon

“bo???!”, sontak siyoon yang mendengar ucapan dr ny.lee

“ne~ aku sudah memanggil dokter”

“arasso~ aku akan segera pulang”…

Ny. Lee menemani jiyoon yang sedang terbaring di kasur kamarnya. Tak lama dokter datang bersamaan dengan siyoon yang tampak sedang terburu”.

Dokter masuk ke kamar jiyoon dan segera memeriksa jiyoon. Tak lama dokter keluar dr kamar jiyoon.

“bagaimana keadaan dongsaeng saya ?? “, tanya siyoon khawatir

“gwaenchana. Ia hanya kelelahan dan sedikit stress”, ungkap dokter itu jelas.

“tapi benar ia tak apa ?”, tanya siyoon lagi

“gwaenchana. Ia hanya butuh istirahat. Dan setelah ia bangun tolong beri ia obat ini”, ucap dokter itu seraya memberikan selembar kertas yang bertuliskan resep obat.

“ne~ gamsahamnida”, kata siyoon sambil menunduk kecil

dokter itu pergi keluar. Siyoon segera masuk ke kamar jiyoon. Ia sangat khawatir dengan keadaan adiknya itu. Siyoon menyuruh ny. Lee untuk menebus obat.

“aigoo .. Jiyoon-ya kenapa harus sakit seperti ini…”, ucap siyoon seraya menutupi tubuh jiyoon dengan selimut.

Tak lama kemudian donghae dan kyuhyun datang. Mereka langsung menuju kamar jiyoon.

“jiyoon kenapa siyoon-ya ?”, tanya kyuhyun khawatir

“ia hanya kelelahan..”, jawab siyoon

“tapi ia tak apa kan ?”, tanya kyuhyun lagi

“aniya~~ jangan khawatir kyu-ya”, kata siyoon

Tak lama ny.lee datang dan membawa obat.

“ini obat ?”, tanya donghae sambil menunjuk sebungkus plastik yang dibawa ny.lee

“ne~”, jawab ny.lee

“biarkan aku yang memberikan obat ini ke jiyoon. Dan biar aku yang menjaganya.. Kalian tak perlu khawatir. Oke~~,”, pinta kyuhyun seraya membawa bungkusan obat itu dan pergi masuk ke kamar jiyoon.

Siyoon dan donghae hanya terdiam dan mengikuti permintaan kyuhyun…….

***

TBC