Full of inspiration and story

“Ini…”

Pemuda itu terkaget, menunjuk tempat dimana ia berpijak. Membuat seseorang lagi tersenyum ringan. “Ini adalah dimensi yang dibuat sendiri oleh Sihyun-sunbaenim. Indah, bukan? Aku masih ingat saat pertama kali sunbae mengenalkan tempat ini padaku. Dulu aku masih amat kecil.”

Orang itu tersenyum manis kepada pemuda di sebelahnya. “Ta-tapi, bukannya Sihyun itu sudah mati berpuluh-puluh abad yang lalu? Bagaimana… bisa?” Pemuda tersebut membuka matanya lebar-lebar, sontak membuat orang di sebelahnya kembali menyunggingkan senyum. “Aneh, bukan? Ini mungkin tidak masuk akal, tetapi walaupun 4 Ksatria Agung itu menghilang selama berpuluh-puluh abad ini, mereka masih belum dikatakan ‘mati’, dan tak ada yang bisa menyangkal hal itu.”

“Mereka belum… mati? Lalu, dimana mereka? Jika mereka belum mati, bukankah seharusnya mereka yang menjaga dunia ini?”

Sungmin—orang itu memutar bola matanya. “Ah, kau benar. Mereka memang sedang melakukannya, Kyu-ssi.” Pemuda itu terbelalak. “Sedang melakukannya?! Tapi, dimana mereka?” Sungmin kembali tersenyum, perlahan maju dan menyentuh tubuh Kyuhyun. “Mereka ada di jiwamu, dan juga jiwa teman-temanmu. Mereka turut andil bersama kalian.”

Kyuhyun mendengus, sedikit kecewa dengan ucapan Sungmin barusan. “Sekarang, marilah kita mulai pelajaran kita. Misimu sangat mudah. Cobalah keluar dari dimensi ini dan kembalilah ke tempat semula. Kau harus keluar dari dimensi ini sebelum matahari terbit, arasso?”

Orang itu bergegas melangkah. “Tunggu! Apa yang harus kulakukan untuk kembali? Dan apa yang akan terjadi jika aku terlambat?”

“Untuk kembali, kau harus mengaktifkan kemampuan pikiranmu. Dan jika kau terlambat, maka nasibmu akan sama dengan ini.” Sungmin mengangkat tangannya. Seekor burung entah darimana hinggap ke kepalan tangannya. Tak lama, dalam telapak tangannya muncul kobaran api, sontak membuat burung tak berdaya itu terbakar sempurna.

Mata Kyuhyun terbelalak lebar. Sungmin tersenyum—yang lebih tampak sebagai seringai—dan akhirnya menjentikkan jarinya, langsung menghilang entah kemana.

+++

Donghae terus berjalan, tanpa tau kemana atau dimana dia berada. Perkataan Youngwoon masih terngiang-ngiang dalam kepalanya.

“Dalam jangka waktu hingga matahari terbit, kau sudah harus kembali ke tempatmu semula di ruang rahasia kita. Jika tidak, kau akan tau sendiri apa yang akan kau terima. Temukanlah semuanya dengan kekuatanmu.”

“Kekuatan? Tadi, katanya kekuatanku adalah penyerang. Jadi, aku harus menyerang? Tetapi, menyerang siapa?”

Dia terus berjalan. Masih banyak misteri yang mengerubungi kepalanya, namun ia memilih diam dan terus melangkah. Anehnya, rasa kantuk, lapar, atau lelah sama sekali tidak ditemui selama perjalanan. Tak sadar, langit sudah berubah gelap. “Kau ada disini?”

Suara seseorang hampir saja membuatnya terkaget. “Kibum? Kau ada disini? Kupikir… kita dikirim ke dimensi berbeda?”

Orang itu—Kibum mengangguk. “Aku juga berpikir begitu.”

“Kalian ada disini?!”

Mereka berdua menoleh, bisa melihat Siwon dan Kyuhyun melangkah mendekat. “Kalian ada disini juga?” Donghae menatap mereka bingung. “Jika kita berada pada dimensi yang sama, kenapa kita dikirim secara terpisah?” Ia melanjutkan. Siwon, Kyuhyun, dan Kibum mengangkat bahunya, juga tidak mengerti. “Lebih baik kita ke air terjun sebelah situ!”

Kibum menyarankan, dibalas anggukan Kyuhyun, Donghae, dan Siwon. Setelah sampai, mereka tertegun. Air terjun tersebut sangat dalam. Jika salah satu dari mereka jatuh, maka akan dipastikan tidak selamat.

“Aku punya ide! Bagaimana jika kita bermain sebuah game.”

Donghae menaikkan alis. “Game?”

“Yap! Kita harus saling menjatuhkan ke dalam air terjun. Siapa yang bisa menjatuhkan lawan ke air terjun, maka dialah pemenangnya.” Kyuhyun menjelaskan, membuat Donghae semakin menaikkan alis. “Boleh!” Kibum dan Siwon menjawab bersamaan.

“Apakah kalian gila?! Siapa yang terjatuh ke air terjun itu akan mati. Lebih baik kita mencari cara agar bisa pulang sebelum matahari terbit.” Donghae menyarankan, namun mereka bertiga tetap di tempat. “Ayolah, ini kan hanya permainan.” Siwon menyeringai seraya melangkah menuju Donghae.

Kibum, Siwon, dan Kyuhyun menarik Donghae dan mendorongnya tepat ke air terjun. “A-pa yang ka-kalian lakukan?!” Ia berteriak dan mengeluarkan seluruh tenaganya, membuat ketiga temannya terlempar ke belakang.

“Apa kalian telah dirasuki sesuatu?! Sadarlah!”

Donghae berbicara. Perlahan Kibum, Kyuhyun, dan Siwon kembali bangun dan tersenyum riang. “Kita… masih bermain kan?”

Mereka bertiga kembali mendorong Donghae, membuatnya kembali memekik. Seluruh tubuhnya hampir terlempar, sebelum ia merasakan aura aneh keluar dari tubuhnya. Aura aneh yang mengalir ke seluruh penjuru tubuhnya, membuatnya merasakan kekuatan yang berbeda dari biasa. Seketika itulah, kekuatannya memuncak dan dengan sekali hentakan, ketiga temannya terjatuh ke air terjun.

Perlahan aura itu kembali memudar. Donghae menatap air terjun itu dengan dalam. “Apakah aku baru… membunuh ketiga temanku?”

Dia melanjutkan langkahnya dengan terseok-seok, tak percaya akan apa yang baru saja dia alami. “Good job, Lee Donghae! Sekarang, masuklah ke dalam tabung yang ada persis di depanku. Tabung itulah yang akan membawamu kembali.”

Sebuah suara membuatnya terkejut. Ia menengok ke segala arah, namun tampaknya suara itu tidak ada sumbernya. Dengan cepat, ia pun berlari kearah tabung itu, memikirkan apa yang akan dia jelaskan kepada para orang itu bahwa ia telah membunuh ketiga temannya.

Rasa pusing kembali terjadi saat ia berada dalam tabung. Hingga akhirnya, ia kembali ke ruang rahasia itu. “Bravo, Lee Donghae! Kau berhasil mengaktifkan kekuatanmu!” Jungsoo langsung tersenyum ceria. Begitu pun Youngwoon, Jongwoon, dan Sungmin. Donghae hanya mengangguk, kemudian meneguk ludah.

“Ada apa? Kau tampak tidak senang.”

“Aku… aku telah membunuh Kibum, Kyuhyun, dan Siwon. Aku benar-benar tak sengaja. Sungguh! Kekuatan itu yang membuatku tidak sadar dan. . .”

Sebelum Donghae berbicara, Youngwoon menempatkan jarinya, menyuruh Donghae diam. “Maksudmu, ini?” Sungmin menutup matanya, dan tiga orang muncul seketika di depannya. “Siwon, Kyuhyun, dan Kibum?!” Donghae menunjuk tiga orang itu. Lalu, Sungmin membuka matanya dan seketika tiga orang itu menghilang.

“Apa itu?” Sungmin tersenyum kecil. “Itu adalah replika visual teman-temanmu. Terbentuk dari pikiran-pikiran.” Donghae menyipitkan matanya. “Jadi, yang tadi melawanku… adalah replika visual?”

“Benar!” Kyuhyun tersenyum sembari keluar dari tabung. “Tapi, kenapa kau sudah tau, Kyu-ah?” Donghae bertanya, bingung. “Karena aku juga tipe pemikir, dan sekarang aku juga sudah tau bagaimana membuat replika visual itu.” Kyuhyun menutup mata dan munculah replika seekor harimau. Ingin menyerang Donghae. Donghae memekik, dan kemudian meninju harimau itu, membuatnya jatuh dan menghilang.

“Wuahh! Kekuatanmu keren!” Kyuhyun terpana, saat Donghae menggunakan kekuatannya. “Kalian… ada disini? Jadi, yang ada di dimensi itu. . .” Siwon dan Kibum keluar bersamaan dari tabung, terkejut. Sontak membuat Kyuhyun dan Donghae tertawa, kembali menjelaskan semuanya.

“Aku masih tak percaya mereka itu akan menyelamatkan dunia.” Youngwoon berbicara, masih menatap keempat pemuda tersebut. “Tapi, mereka benar-benar reinkarnasi 4 ksatria itu. Kita belajar kekuatan selama bertahun-tahun, tetapi mereka bahkan hanya dalam waktu kurang dari sehari! Luar biasa.”

“Kita lihat saja nanti apa mereka memang bisa.” Sungmin melanjutkan, tersenyum kecil.

*To Be Continue~

@All : Kali ini rada pendek… Tapi tetep komen ya~ ^^ Gomawo~~~

Advertisements

Comments on: "Fanfiction : ~Save The World~ (Chapter Five)" (4)

  1. hyeobum said:

    Aaaaaa chris
    Yeoboku jangan disuruh ngomong >_<
    Kayaknya aneh bayangin dia ngomong #plakkkk
    Next part panjangin kali, chris

  2. Hyeobum said:

    Andwaeeee jangan sentuh hyuk #maruk
    Aku lupa komentarin isinya
    Haha baru sempet nambah komen sekarang
    Kalo kataku sih, ini kan ff fantasi, jadi penggambarannya harus bisa lebih jelas lagi, detil, mungkin sampe tekstur2 tanahnya juga dideskripsiin(?)
    Terus replika bumnya cakep ngga? #plakkk #abaikan
    Aku suka yg bagian visualisasi replika 3 makhluk ababil itu *tunjuk suami2 kita*. Aku bisa bayangin cuma kurang ngerasukin
    Terus juga sebel karna dipotong ditempat yg paling ngga pas >_<
    Mian banyak kritik
    Makanya aku ngga berani nyoba bikin ff fantasi, susah banget
    Good job, yeodongsaengku ❤

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: