Full of inspiration and story

[Chapter Three – End… Or Start?]

 

“Ada apa, Kyu-ya? Tak biasanya kau ingin mengatakan sesuatu kepadaku. Apalagi di tempat seperti ini.” Yesung datang sembari tersenyum dan menepuk bahu Kyuhyun. Namun orang yang ditanya tak menjawab. Malah menatap Yesung dengan tatapan ganas. Ia melangkah dan menarik kerah seragam Yesung, membuat tas yang sedang dipegang mereka berdua terjatuh.

Tarikan kerah itu sangat besar, hingga kaki Yesung bahkan tidak menyentuh tanah. “Apa… mau… mu… Kyu… hyun?” Yesung bertanya dengan kesusahan. Suaranya serak. Ia mulai kehilangan oksigen. Namun, Kyuhyun hanya terdiam. Kemarahannya sudah berada di tingkat terparah, dan tak ada yang bisa menghentikannya.

“Kyu-ya!!! Apa yang kau lakukan??!!”

Kyuhyun menoleh dan bisa melihat Jiyoon sedang berlari. Reflek Kyuhyun melepas kerah Yesung, membuatnya terjatuh. Jiyoon langsung memeluk Yesung yang mulai tak sadarkan diri. Ia menangis. “Apa yang kau lakukan, Cho Kyuhyun?!”

Kyuhyun terdiam melihat adegan itu. “Jawab aku, Cho Kyuhyun! Apa yang kau lakukan kepada kakakku?!”

Pertanyaan terakhir yang diajukan Jiyoon sontak membuat hati Kyuhyun mencelos. “Ka… kakak?” Jiyoon berdiri dan menampar Kyuhyun dengan keras. “Dia adalah kakak kembar dan saudara satu-satunya yang kupunya, tapi kenapa?! Kenapa kau lakukan ini??!!”

“Kakak… kembar?” Ingin rasanya, ia memukul dirinya sendiri dengan keras. Jadi, ini semua—hanya salah paham? Yesung adalah kakak kembar dari Jiyoon? Seketika itu juga, ia langsung mengangkat Yesung ke ruang kesehatan. Jiyoon hanya bisa mengikutinya dengan bingung. Yesung tidak apa-apa. Namun, ia masih tak sadarkan diri. Kyuhyun dan Jiyoon menunggu di ruangannya dengan diam.

“Apa kau sudah gila, Kyu-ya?! Kau yang menyakiti Yesung, dan sekarang kau yang ingin dia sembuh? Dan kenapa kau ingin menyakiti kakakku? Apa dia punya salah kepadamu?” Jiyoon sudah berusaha mengontrol amarahnya.

Kyuhyun menunduk. “Ini semua… salah paham. Aku pikir… Yesung adalah… pacarmu.”

“Pacarku? Tapi jika Yesung adalah pacarku, memang kenapa? Apa hubungannya denganmu?”, tanya Jiyoon, semakin bingung dengan apa yang ada dalam pikiran Kyuhyun.

Kyuhyun mengangkat kepalanya dan berusaha menatap Jiyoon dengan pandangan dalam. “Karena… karena… aku… menci—”

“Kenapa kita disini?” Yesung bertanya pelan, membuat Jiyoon yang tadinya mendengar Kyuhyun menjadi terlonjak dan langsung memeluk Yesung. Kyuhyun hanya bisa berhenti meneruskan kata-katanya. “Kau tidak kenapa-napa kan?” Jiyoon masih memeluk Yesung dengan penuh kasih sayang. Membuat Yesung tersenyum. “Tentu saja tidak.”

“Maafkan… aku, Yesung-ah. Aku—”

Yesung tersenyum dan memotong Kyuhyun. “Gwenchana. Aku sudah tau semua permasalahannya.”, jawabnya santai. Kyuhyun hanya bisa menunduk. Hatinya merasakan campuran antara rasa bersalah dan rasa malu. “Kalian lanjutkan pembicaraan kalian saja. Aku akan pulang ke rumah duluan.”

Jiyoon menahan tangan Yesung. “Apa benar kau tidak apa-apa, oppa? Dan… bukankah kita punya janji?” Yesung tersenyum. “Tentu saja tidak apa-apa, Jiyoonnie. Janjinya kita batalkan saja. Aku sedikit merasa pusing. Ok? Kyu-ya, jaga dia. Jangan pulang malam-malam ya? Sampai jumpa~”

Ia berkata sembari mengedipkan sebelah matanya seraya tersenyum misterius kepada Kyuhyun. Sebelum pulang, Yesung membisikan sesuatu kepada Kyuhyun.

“Fighting, calon adik iparku!”

Entah mengapa, itu membuat Kyuhyun sedikit merasa geli. Mereka tersenyum satu sama lain sebelum akhirnya Yesung keluar dari ruang kesehatan dan pulang ke rumah. Sekarang hanya ada Kyuhyun dan Jiyoon. “Tadi kau berkata apa, Kyuhyun-ya?”

“Emm… Itu—”

*^*

Soora perlahan bangun. Sinar matahari yang menembus kaca jendela kamarnya membuatnya sedikit silau. Ia menoleh saat akhirnya melihat seorang pria sedang tertidur dengan damai di sebelahnya. Posisinya sedang duduk, namun kepalanya menyender pada kasur Soora.

Tak sadar, ia mengelus rambut pria itu. Ia baru menyadari betapa tampannya pria ini, apalagi saat disinari matahari. Tak lama, pria itu bangun dan menggosok matanya. “Soora-ah. Sudah sembuh?”, tanyanya sembari menaruh tangannya ke kening Soora.

“Semalaman kau disini?” Soora bertanya. Donghae mengangguk sembari tersenyum. “Dan usahaku tidak sia-sia. Buktinya sekarang kau sudah sembuh.” Donghae menjawab dengan bangga. Membuat Soora tersenyum. “Gomawoyo, Hae-ah. Kau sangat perhatian kepadaku. Seandainya saja, Kyuhyun sepertimu.” Soora berucap pelan, membuat Donghae kembali cemberut.

“Bisa tidak sih jangan bicarakan Kyuhyun lagi?! Aku sudah muak. Hampir setiap hari yang kau bicarakan hanya Kyuhyun dan Kyuhyun. Dia tidak mencintaimu! Dia tidak pernah berbuat baik padamu! Dia juga tidak pernah menganggapmu! Aku yang selalu mencintaimu. Aku yang selalu baik padamu. Dan aku yang selalu menganggapmu, bahkan disaat suka dan duka. Tapi kenapa hanya dia yang kau pikirkan?!”

Perkataan Donghae membuat Soora tersentak. Donghae langsung pergi, meninggalkan Soora yang membeku. Ia menangis. Sialnya, semua yang dikatakan Donghae tidak pernah salah, dan ia tau itu. Sekarang, apa yang harus ia lakukan?

*^*

“Saranghae, Park Jiyoon.”

Perkataan itu akhirnya berhasil diucapkan Kyuhyun. Jiyoon terbelalak. Menunjuk Kyuhyun dan dirinya sendiri dengan tak percaya.

“. . .”

“Kau tidak menerimaku?” Kyuhyun bertanya, melihat Jiyoon yang malah diam. “Bukan begitu, Kyu.” Ia menjawab cepat. “Kalau begitu, jawablah dengan iya atau tidak.” Kyuhyun berucap. Ia begitu gugup hingga tidak bisa merasakan kepalanya sendiri. Jiyoon perlahan mengangguk. Membuat Kyuhyun yang gantian terbelalak. “Jinjja, Park Jiyoon?!”

Jiyoon mengangguk. “Jinjja, Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun memeluk Jiyoon dengan erat. Mereka berdua tersenyum bahagia. “Misi berhasil!” Yesung berbisik, bersembunyi dan mengintip mereka berdua.

“Ayo!”

“Kemana?”, tanya Jiyoon bingung. “Kita harus melaksanakan kencan pertama kita!” Kyuhyun menjawab sembari menggenggam tangan Jiyoon, membawanya ke sebuah tempat.

*^*

Soora terdiam dan berpikir. Lalu, akhirnya ia mengambil keputusan dan berlari. “Donghae, tunggu aku!” Ia berteriak. Namun, tak membuat Donghae yang sedang melangkah, berhenti. Ia tetap berjalan dengan cepat.

“Hae-ah, na tto saranghae!!!”

Kali ini Donghae menghentikan langkahnya. Dunia seakan lebih cerah dalam penglihatannya. Ia berbalik dan bisa melihat Soora tersenyum kepadanya. Senyum tulus yang selalu Donghae dambakan. “Jinjja, Kim Soora?”

Soora mengangguk. “Aku tidak akan mengulang kata-kataku, Lee Donghae.”

Mereka berpelukan dengan segera. “Maafkan aku, Hae-ah. Aku sadar sekarang jika aku salah. Dan, aku sadar bahwa Kyuhyun hanyalah orang yang kusuka.” Donghae langsung merubah ekspresinya. “Lalu, jika Kyu orang yang kau suka, bagaimana denganku?”

“Kau adalah orang yang ada di hatiku. Kau adalah orang yang kucinta. Dan kau adalah kekasihku mulai sekarang.”

Donghae kembali tersenyum dan memeluk Soora.

“Ayo, ikut aku! Aku akan membawamu ke suatu tempat.” Mereka berdua mengambil salah satu mobil Soora dan mulai berjalan.

*^*

“Kita akan kemana, Cho Kyuhyun?” Jiyoon bertanya. Ia benar-benar penasaran dengan ini semua. “Ikut saja, Jiyoon-ah. Aku juga tidak akan melakukan yang macam-macam kepadamu.” Kyuhyun tertawa sembari melajukan kecepatan mobilnya.

“Sekarang buka saja penutup matanya.” Jiyoon membuka penutup kepalanya perlahan. Bisa melihat bahwa ia sudah berada di atas kereta gantung yang sedang mengambang di udara lepas. Bintang-bintang terlihat jelas. Menambah keromantisan yang tercipta. “Ini indah, Kyu.”

Kyuhyun tersenyum dan menatap Jiyoon dalam. “Tapi tidak seindah dirimu.”

“Cihh! Gombal!” Kyuhyun tertawa pelan. “Aku bukan tipe lelaki seperti itu, Jiyoon-ah!” Jiyoon ikut tertawa. “Lalu, kau tipe lelaki yang bagaimana?”

Kyuhyun mendekatkan wajahnya ke wajah Jiyoon. “Aku tipe lelaki yang akan mencium kekasihnya di kereta gantung.” Ia berbisik pelan sembari mulai memejamkan mata. Begitu juga dengan Jiyoon yang sedang memejamkan matanya. Baru saja mereka ingin melakukannya, namun Jiyoon terdorong hingga hampir terjatuh. Untung saja Kyuhyun memegang Jiyoon.

“Mianhae. Mianhae.” Perempuan yang tak sengaja mendorongnya menunduk. Ia mengangkat kepalanya dan terkejut. “Park Jiyoon?!”

“Kim Soora?!”

“Ada apa?” Seorang lelaki langsung mendekat kearah Soora. “Lee Donghae?!”

“Cho Kyuhyun?!”

Mereka berempat sontak tertawa. “Apa yang kau lakukan disini?” Jiyoon bertanya. “Menjalankan kencan pertama kita.” Soora menjawab sembari menunduk malu. “Jinjja?! Kalau begitu kita sama! Chukae, Soora-ah. Chukae, Donghae-ah.”

Soora dan Donghae langsung berbunga-bunga.

“Chukae juga ya untuk kalian.” Mereka berdua berkata bersamaan dan kemudian saling melemparkan senyum. “Kau baru saja menghancurkan ciuman pertama kami, Soora-ah.” Kyuhyun berucap sembari cemberut. “Tadi, kami juga baru saja akan melakukan ciuman pertama, sebelum kereta gantung itu bergoyang secara tiba-tiba.” Donghae menjelaskan dan mereka berempat tertawa bersama.

“Sekarang kita kemana?”

Double date? Seperti kencan ganda?” Donghae mengusul. Semua langsung setuju dan mereka semua tertawa bersama. “Tanggal berapa ini?” Soora bertanya dengan cepat. “14 April.” Kyuhyun menjawab sembari melihat handphone-nya. “Walaupun ini bukan 14 Februari, tapi hari ini adalah hari kasih sayang terbaikku.” Ia menjawab.

Yang lain mengangguk setuju dan saling tersenyum.

 

*(*)*

END

 

@All : Seperti biasa komen ya~~

@LivRa : Mian ya klo rada aneh… Bener2 gak berbakat jd penulis ff~ >.< Semoga suka… 😀 (Note : Cerita kalian jg cepet dilanjutin ya~~ #plakk*

Advertisements

Comments on: "Fanfiction : ~Heart~ [Chapter Three] {END}" (5)

  1. Aw aw.. Romantissss chriss 😀
    #loh ? Crita yg mana nih ?? Wkwkwk

  2. kkkkk~min said:

    hahahahaha~
    lucu dan romantis0 banget. lanjuut yang lain dong~

  3. Ok~ Ok~
    Ditunggu ya, onn…. ^___-

  4. daebak…aq suka bgt ceritanya…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: