Full of inspiration and story

[Chapter Two – Change]

 

“Kyu-ah, ada apa denganmu?! Tak biasanya kau bermain dengan kacau seperti ini.” Donghae menepuk pundak Kyuhyun yang seharian ini terlalu banyak terdiam. Membuat Kyuhyun tersontak. “Kau mengagetkanku, Hae.”

Donghae duduk di sebelah Kyuhyun. “Menurutmu… cinta itu apa?” Kyuhyun melanjutkan, membuat Donghae hampir jatuh dari duduknya. “Cinta? Kenapa tiba-tiba kau bertanya seperti itu? Kau… tidak jatuh cinta kan?”

Kyuhyun sontak terbatuk. “Tentu saja tidak, Hae-ah! Aku hanya bertanya.”

“Cinta itu… sesuatu yang sangat misterius. Cinta kelihatan menarik dan indah jika hanya dipandang, tapi jika kau merasakannya, semua akan berubah. Cinta bisa menjadi lebih kejam daripada penyakit kanker. Jika kau mencintai seseorang, kau akan selalu memikirkan orang itu. Jika kau bertemu orang itu, jantungmu akan berdetak cepat seakan ingin keluar dari badanmu.” Donghae menjelaskan perlahan.

“Jika melihat orang itu bersama orang lain, kau akan merasa hatimu seakan diiris-iris perlahan oleh pisau yang paling tajam. Dan jika kau tak melihat atau bertemu dengannya sebentar saja, kau akan merasa seakan tinggal di Neraka. Cinta itu juga… rumit. Jika kau sudah terjerat, kau tidak akan bisa menolak atau melepaskannya. Otakmu akan menjadi buta seketika. Kau akan kehilangan akal sehatmu.”

“Apakah cinta separah itu?”

Kyuhyun bertanya dengan polos. Donghae langsung menggelengkan kepalanya. “Tapi, cinta itu tidak seburuk yang kau bayangkan. Setidaknya, jika kau tidak mengalami cinta bertepuk sebelah tangan—sepertiku.” Donghae menunduk kecil. “Kau mengalami cinta bertepuk sebelah tangan? Dengan siapa?”

Donghae ingin memukul kepalanya sendiri. “Tidak dengan siapa-siapa!” Dia langsung sontak berteriak. Kyuhyun tertawa. “Jinjja? Bukan dengan Hanhee? Atau Jaena?”

“Tentu bukan! Kau sendiri dengan siapa?” Donghae mengalihkan pembicaraan sembari menatap Kyuhyun dengan pandangan tanya. “Aku tidak bilang sedang jatuh cinta.” Kyuhyun berucap dengan santai sembari bangun dan melangkah menuju gedung sekolah.

 

=+=

 

Jiyoon dengan cepat melangkah pulang ke rumah yang tidak jauh dari sekolah. Begitu tiba, ia langsung disambut dengan teriakan dan pecahan piring dari kedua orang tuanya. Namun, tampaknya ia sudah biasa. Seakan tidak ada apa-apa, ia melangkah menuju kamarnya. Begitu ia membuka kamar, ia bisa langsung melihat seseorang sedang tertidur di kasurnya. Seseorang yang sangat tidak asing.

“Aigoo! Oppa!!!”

Jiyoon langsung memeluk kakak kandung satu-satunya dengan penuh kerinduan. ”Jiyoon-ah, sudah pulang sekolah?”

“Kapan oppa pulang dari Paris? Kenapa tidak memberitahuku dulu?” Jiyoon masih memeluk kakak kembar yang sudah selama lima tahun ini sekolah di luar negeri. “Aku ingin memberi kejutan untukmu. Dan, aku punya satu kejutan lagi sekarang.” Yesung tersenyum penuh misterius kepada adik yang hanya berbeda satu menit lebih muda darinya.

“Apa itu?!” Jiyoon bertanya dengan semangat yang tinggi. “Aku akan menetap disini. Dan… besok, aku akan sekolah di sekolahmu. Bahkan, sekelas denganmu.” Ucapan Yesung sontak membuat Jiyoon semakin gembira. Tak sedetik pun, ia berhenti tersenyum.

 

*^*

 

“Kim Soora!”

Donghae kembali berteriak seperti biasa. Namun, tak seperti biasanya, kali ini Soora tersenyum kepada Donghae. “Annyeong, Donghae-ah.” Ia menjawab dengan ramah. Membuat Donghae tersenyum senang. Kyuhyun sudah ada disitu, sedang membaca buku seperti biasa. Tak lama Jiyoon datang, dengan menggenggam tangan seseorang dengan mesra. Orang itu berpakaian seragam yang sama dengannya.

Mereka berdua tertawa bersama. Entah kenapa, membuat Kyuhyun merasa panas. Bersamaan dengan itu, bel berbunyi dan Han Saenim pun masuk. “Ada murid baru di kelas ini. Silahkan kenalkan dirimu.” Han Saenim berkata pelan. Pria itu mengangguk dan langsung berdiri di depan. “Namaku Yesung. Sebelumnya, aku sekolah di Paris. Semoga kalian bisa membantuku.”

Ia menunduk kecil, dibalas dengan sorakan ramah anak murid yang lain. “Silahkan duduk di sebelah Cho Kyuhyun, sebelah sana. Kebetulan ia adalah ketua kelas dan ketua OSIS. Jadi, jika ada sesuatu yang membingungkan, kau bisa bertanya kepadanya.” Han Saenim menunjuk Kyuhyun sembari tersenyum. Yesung mengangguk dan langsung duduk di sebelah Kyuhyun.

“Halo, aku Yesung.” Ia memperkenalkan diri sembari memberi tangannya, ingin bersalaman. “Kyuhyun. Cho Kyuhyun.”

Kyuhyun membalas dingin tanpa menyalami tangan Yesung. “Semoga kita bisa jadi teman akrab. Kau teman pertamaku disini.” Yesung berucap sembari tersenyum, seakan tidak merasa ditolak oleh Kyuhyun. “Kau sudah berteman akrab dengan Jiyoon kan?” Kyuhyun bertanya dengan dingin. Yesung tersenyum. “Ahh, Jiyoon berbeda. Ia bukan sekedar teman biasaku.”, jawabnya santai.

“Bukan… teman biasa?” Kyuhyun bergumam kecil, sehingga hanya didengar olehnya sendiri. Hatinya panas. Rasanya ada perasaan perih yang menghampiri. Seketika ia teringat ucapan Donghae waktu itu.

“Jika melihat orang itu bersama orang lain, kau akan merasa hatimu seakan diiris-iris perlahan oleh pisau yang paling tajam.”

Dan, ia sedang mengalami persis apa yang dikatakan Donghae. Rasanya sakit sekali. Pandangannya secara tak sadar, ia tujukan kepada Jiyoon. Mereka saling bertukar pandangan. Kyuhyun merasa matanya mulai berat oleh butir-butir air yang berusaha ditahannya. Ia langsung bangun dan menghampiri Han Saenim yang sedang mengajar.

“Permisi saenim. Saya ingin ke toilet.” Kyuhyun mengatakan itu dengan serak, hampir berbisik. Han Saenim hanya mengangguk sembari memperhatikan Kyuhyun dengan kebingungan.

Seketika itu juga, Kyuhyun langsung melangkah cepat menuju toilet. Ia membasuh seluruh permukaan wajahnya dengan air. Berharap ia kembali menjadi Kyuhyun yang dulu. Kyuhyun yang dingin. Bukan Kyuhyun yang cengeng hanya karena seorang gadis. Setelah selesai, ia kembali ke kelas. Matanya sedikit bengkak.

“Kyuhyun… kenapa?” Soora bertanya kepada Donghae yang berada di belakangnya. Donghae mengangkat bahunya, tanda bahwa ia juga tidak tau.

“Tak biasanya Kyu ke toilet. Dia kan tidak pernah mau melewatkan pelajaran sedetik pun. Matanya juga sedikit bengkak.” Soora berucap pelan. Donghae hanya kembali mengangkat bahunya. Dalam hati, ia sedikit kesal dengan Soora yang selalu mengangkat topik tentang Kyuhyun dimanapun dan kapanpun.

 

*^*

 

“Soora-ah, istirahat ini kita ke kantin ya?” Donghae bertanya dengan pandangan memohon. Soora berpikir sebentar, sebelum akhirnya mengangguk. Mereka berdua pun melangkah menuju kantin. Tepat sebelum melewati ruang musik yang pintunya sedikit terbuka. Mereka sedikit curiga dan akhirnya mengintip melalui celah pintu itu.

Ternyata di dalam ada Kyuhyun dan Kyeomi—kakak kelas mereka. Mereka sedang berdiri berpandang-pandangan. Soora ingin menghampiri mereka, namun tangannya ditahan Donghae yang hanya menggeleng kepada Soora.

“Kyuhyun-ah, aku tau kau lebih muda dariku, tapi maukah kau menerimaku? Aku sangat mencintaimu. Ini benar-benar cinta yang murni. Aku tak bisa hidup tanpamu. Please, Kyu-ah.” Kyeomi berkata pelan, memohon dengan segenap hati.

Kyuhyun tersenyum kecil. “Mian, sunbaenim. Aku tak bisa.”

“Tapi kenapa? Apa penyebabnya?”, tanya Kyeomi terburu-buru. Ia tak bisa menahan air matanya lagi. “Aku… sudah mempunyai perempuan yang kucintai.” Kyuhyun menjawab pelan. “Sekali lagi mianhamnida, sunbaenim.”

Ia berjalan perlahan menuju pintu. Donghae langsung menarik Soora ke arah lainnya. Soora masih membeku di tempat. Air matanya kembali mengalir.

“Kyuhyun… punya orang yang dicintainya? Siapa?”

Soora bergumam pelan.

“Kajja, kita ke kantin, Soora-ah.”

“Mian, Hae-ah. Tiba-tiba, aku tidak punya selera makan. Lebih baik aku ke kelas dulu ya. Sampai jumpa.” Soora berkata sembari melangkah lesu menuju kelas. Donghae langsung berlari ke hadapan Soora. Menahan jalannya. “Jebal, Soora-ah. Bisakah untuk sehari saja kau lupakan Kyuhyun?” Donghae bertanya dengan emosi.

Soora terdiam, sebelum akhirnya menatap Donghae dan mengangguk. “Bisa.”

 

*^*

 

“Apakah ini tidak terlalu berlebihan, Soora-ah?” Donghae bertanya, tetapi Soora terlalu sibuk memilih lagu yang akan dia nyanyikan seraya menyeruput bir-nya. “Aku akan melupakan Kyuhyun seharian ini, jadi bantu aku, Hae-ah.”

Donghae menghentikan Soora yang sedang meneguk bir tanpa sadar. “Soora-ah, kita bisa ditahan jika ketahuan membolos dari sekolah dan minum-minum di tempat karaoke seperti ini. Bahkan, kita berdua masih memakai seragam.” Donghae berucap pelan. Soora hanya tertawa. “Tidak mungkin ada polisi di tempat karaoke, Lee Donghae. Kau ini polos sekali.”

Soora mulai bernyanyi tanpa arah, namun berhasil membuat Donghae tertawa. Tak terasa tiga jam telah berlalu. Soora sudah mabuk di bahu Donghae. “Soora-ah, sampai sekarang aku masih bingung kenapa bisa menyukaimu sampai seperti ini.” Donghae bergumam pelan.

“Kenapa bingung… hik! aku kan… hik! cantik. Tentu saja… hik! semua orang pasti menyukaiku. Kyuhyun… hik! saja yang bodoh.” Soora berucap di bawah alam sadarnya. Donghae hanya tersenyum dan mengelus rambut Soora. Ia membawa Soora pulang dengan menggendongnya ke rumah.

“Kau sangat berat, Soora-ah.”

Donghae berkomentar pelan. Soora hanya bisa bernyanyi-nyanyi lagu acak yang dinyanyikannya di karaoke tadi. Udara malam yang dingin menjadi backsound pengiring mereka. Donghae tak berhenti tersenyum. Ia bahagia. Sangat bahagia. “Aku mencintaimu, Kim Soora.”

“Jinjja?! Kalau begitu… hik! aku juga mencintaimu, Lee Donghae.” Yoonmi menjawab perkataan Donghae. Sedangkan Donghae sendiri hanya bisa semakin melebarkan senyumannya. Meskipun ia tau, Soora sedang dalam keadaan tidak sadar, namun hanya mendengar ucapan itu dari mulutnya, sudah membuat Donghae berbunga-bunga.

“Kita sudah sampai.” Donghae berucap pelan sembari mengetuk pintu gerbang Soora. Munculah satpam dan membuka pintu untuk mereka. “Dimana Tuan dan Nyonya Kim, pak?” Donghae bertanya. “Mereka berdua sedang pergi ke Italy. Anda siapa? Kenapa membawa nona Soora dalam keadaan tak sadar?”

Donghae membaringkan Soora di kamarnya dahulu sebelum akhirnya kembali berbicara dengan sang satpam. “Saya teman Soora. Tadi, Soora minum-minum, jadi ia mabuk dan aku mengantarnya kesini.”

Satpam itu mengangguk paham dan meninggalkan mereka. Donghae mengelus rambut Soora perlahan, namun ternyata kening Soora panas sekali. Donghae langsung mengompres Soora dan merawatnya seharian.
^*^

 

“Kim Soora!”

Seluruh kelas hening. “Kim Soora?”

Masih tak ada jawaban. “Kemana Soora? Donghae, apa kau ta—Donghae?! Dia juga tidak ada?” Han Saenim yang sedang mengabsen mulai meneriakan kedua nama tersebut. Namun, tak ada yang menjawab. “Ada yang tau mereka berdua kemana?!”

“Katanya Soora sakit, saenim. Sedangkan Donghae, aku tidak tau.” Richan, yang memang terkenal paling dekat dengan Soora menjawab. “Kalau begitu, ayo kita lanjutkan pelajaran.”

Mereka semua langsung mengeluarkan buku catatannya dan mulai mencatat soal yang ada di papan tulis. Kyuhyun bisa merasakan suara getaran handphone dari arah Yesung. Ternyata Yesung memang baru mendapat sms. Dan… sms itu dari Jiyoon?! Kyuhyun bisa membaca sms Jiyoon dengan sangat leluasa karena Yesung berada di sampingnya.

From : Jiyoonnie~

Oppa, pulang nanti jalan-jalan yuk~

Kyuhyun mengedipkan matanya berkali-kali. “Oppa? Bukannya oppa hanya panggilan untuk orang yang lebih tua atau pacar? Yesung dan Jiyoon kan mempunyai umur yang sama, jadi maksudnya adalah oppa yang berarti panggilan sayang?”

To : Jiyoonie~

Ok, Jiyoonnie. ^^ Love u~

Hati Kyuhyun hampir seakan terbanting saat melihat Yesung mengirimkan balasan seperti itu kepada Jiyoon. Puluhan tanda tanya berkerubung di otaknya. Sebenarnya, apa hubungan mereka berdua?, pikir Kyuhyun.

From : Jiyoonie~

Love u too, Yesungie~~~

Kyuhyun sudah tidak tahan dengan semua ini. “Yesung!”, panggilnya pelan dan masih dingin. “Pulang sekolah aku akan menunggumu di kebun belakang. Ada yang mau kubicarakan denganmu.”

Yesung berpikir sebentar lalu menepuk pundak Kyuhyun perlahan. “Mian, Kyu-ya. Aku sudah punya janji dengan Jiyoon. Mungkin lain kali, ok?”

“Hanya sebentar. Please?” Yesung akhirnya mengangguk. Dan mereka kembali meneruskan pelajaran. “Memang apa yang ingin kau katakan?”

Kyuhyun tersenyum kecil, namun sedikit misterius. “Sesuatu yang berhubungan dengan Park Jiyoon.”

 

$^$^$

TO BE CONTINUE

Advertisements

Comments on: "Fanfiction : ~Heart~ [Chapter Two]" (4)

  1. Wowowowowowow !!!!!!!!!! Lanjuttttt chrissssss .. Ayollllaaaaaahhhhhh .. Ceeeeeeeepppppppeeeeeetttttttt!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!! 😀 😀 🙂 🙂 #plakkk

  2. Stephanie said:

    Livia marukkkk grr

  3. Apaan lu gw maruk ??? MAKSUD LO !!! WKWKKWKWK

  4. Stephanie said:

    uda kyuhyun, yesung diembat juga wkwk. gua sebagai istrinya ga terima nih

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: