Full of inspiration and story

Sebuah undangan pernikahan sekarang berada di tangan jiyoon. Yang membuatnya kaget adl sebuah nama yang tertera dalam undangan itu “Yoon Shi Yoon & Shin Mi Young”

Dalam hatinya ia bertanya-tanya “apakah ini jawaban dari semua harapanku selama ini. Bertemu dengannya pada saat ia sudah memiliki orang lain di hatinya. Air mata jiyoon mulai mengalir. Hatinya terasa beku sekarang.

“Unnie.Waeyo?”, tanya sanghyun

“uhh? Gwaenchana”, jawab jiyoon sambil menghapus air matanya.

“jeongmal ?”

“ne~ darimana kau mendapatkan undangan ini ?”

“kemarin ada seorang wanita datang kesini.. Ia mencari unnie. Lalu tanpa sengaja ia bertanya kepadaku. Setelah itu ia memberikan undangan ini. Namanya….”

“junghwa ?”, tanya jiyoon

“ne~ Yoon Jung hwa..Haha. Waeyo unnie ?”

“ahh gwaenchana.. Ara.. Aku akan pergi ke kelas. Gumawo Lee sanghyun.. Annyeong”

Jiyoon meninggalkan kantin dan pergi ke kelas. Mukanya tampak pucat pada saat pelajaran berlangsung, dan ia melamun saat pelajaran. Jam pelajaran pun berlalu sekarang saatnya pulang. Ia pergi ke basement dan mengambil mobilnya. Ia bergegas pulang ke rumahnya. Tanpa sengaja di perjalanan ia teringat oleh lelaki yang ada di rumah sakit. Akhirnya ia pergi ke rumah sakit.

Tak sengaja, jiyoon melihat kakaknya sedang bersama seorang lelaki dengan kursi roda.Siyoon tampak sangan senang bersama lelaki itu. Entah siapa lelaki itu tapi siyoon tampak senang. Tanpa membuang waktu ia langsung menghampiri siyoon dan laki-laki itu.

“unnie!”, panggil jiyoon

“H-han Jiyoon”, sahut siyoon dengan tebata-bata

“siapa laki-laki ini??”, tanya jiyoon seraya menunjuk lak-laki berkursi roda yang ada disampingnya itu.

“Park Jisung imnida”, sahut jisung cepat

“Park Jisung ??”, tanya jiyoon bingung.

“ne~ manaseobangap seumnida..”, ucap jisung seraya menundukkan kepalanya.

“ng? Ara.. Unnie bisa kita berbicara di caffé?”

“um?? arasso..”

Siyoon pergi mengantarkan jisung kembali ke kamarnya sedangkan jiyoon menunggu di dalam mobilnya. Tak lama siyoon menghampiri jiyoon.

“unnie.. Kau bawa mobil kan ?”, tanya jiyoon

“uhh ? Ne ~”, jawab siyoon

“yasudah naiklah mobilmu sendiri & ikuti aku dari belakang”

“uhh.. Ara~”

Siyoon keluar dari mobil jiyoon dan pergi ke tempat parkiran mobilnya. Lalu mereka pergi ke caffé & langsung masuk.

“mau pesan apa ?”, tanya seorang pelayan yang datang menghampiri siyoon dan jiyoon.

“kopi susu 2.. Arasso..~”, jawab jiyoon.

“ara~ gamsahamnida”, jawab pelayan itu.

Tak lama setelah itu seorang pelayan datang membawakan 2 cangkir kopi susu.

“silahkan menikmati.. “, ucap pelayan itu.

“gamsahamnida”, ucap siyoon.

“ok.. Sekarang aku mau bertanya siapa lelaki itu.. Namanya…. (?)”

“Park Jisung”

“ahh ye..~ sekarang ceritakan kepadaku”

“mungkin aku tak perlu menjelaskan kepada mu lagi jiyoon-ya..”

“maksudmu ?”

“dia namja-chinguku…”

“Bo !!! Namja chingu ???”

ne~ waeyo ?”

“kau gila unnie. Bagaimana dia bisa jadi namja chingumu. Kau kan baru kenal dengan dia. Dan saat kau mengenal dia, dia lagi koma kan ? Mengapa bisa begitu cepat dia menjadi namja chingumu. Lalu bagaimana dengan Lee donghae, bukankah dia menyukaimu ?”

“aiiiaa jiyoon-ya. Kau berbicara terlalu panjang. Aku tak bisa mencerna semua omonganmu. Dan untuk Lee Donghae, dia hanya menyukaiku bukan mencintaiku. Sedangkan Park Jisung mencintaiku. Arasso ??! Aku akan pergi duluan. Annyeong . Sampai bertemu di rumah nanti..”

“hey unnie.. !!!”

Siyoon meninggalkan jiyoon sendirian di caffé itu. Hari semakin larut. Jiyoon masih berada di caffé. Ia mengeluarkan sebuah undangan. Tepatnya undangan pernikahan yang diberikan oleh Lee sanghyun tadi siang. Ia menatapi undangan itu. Ia merindukan kenangannya dengan Yoon Shi Yoon. Begitu banyak kenangannya dengan Yoon Shi Yoon yang harus dilupakan.

“Annyeonghaseo.. Mianhamnida hari sudah larut. dan caffé ini juga harus tutup. Mianhamnida”, kata seorang pelayan. “ahh ne~ aku akan segera pergi”, ucap jiyoon seraya memulai langkahnya untuk keluar.

Ia mulai menyetir mobilnya. Beberapa orang berkali-kali menelepon ponselnya. Tapi jiyoon membiarkannya saja. Siyoon, Kyuhyun, & Donghae sangat khawatir dengan keadaan jiyoon.

Jiyoon menyetir dengan kecepatan tinggi. Tiba-tiba saja “BRRRAAAAKKK !!!!” jiyoon menabrak sebuah truk yang ada di depannya. Jiyoon sudah tak sadar. Kepalanya penuh dengan darah akibat benturan yang keras.

——-

Pada waktu yang bersamaan, foto jiyoon yang berada di ruang tamu rumahnya jatuh tanpa sebab. Lalu tak lama kemudian telepon rumahnya berdering, & Kyuhyun yang mengangkatnya.

“Yoboseo ?”, ucap kyuhyun

“apakah benar ini rumah Han jiyoon ?”, tanya seseorang yang menelpon

“Ne~ nugu-ya ?”

“saya mau mengabarkan bahwa sebuah kecelakaan baru saja dialami oleh Jiyoon-ssi. Sekarang dia sedang dirumah sakit.”

“mwo-rago ?! Ne~ aku akan segera kesana. Gamsahamnida~”

Telepon langsung dimatikan. Kyuhyun yang mendengar perkataan orang tadi masih dalam keadaan tak percaya.

“Hey, Kyuhyun-ssi.. Waeyo ? Siapa yang menelpon ? Apakah kau tau dimana jiyoon sekarang ?”, tanya siyoon khawatir

“….” kyuhyun tak menjawab

“Hey, Kyu-ya jangan membuat orang penasaran..”

“Ji-jiyoon di-di rumah sakit”, jawab kyuhyun dengan terbata-bata.

“Mwo-rago ?”, ucap siyoon kaget

Siyoon langsung mengambil kunci mobil dan langsung pergi. Begitupun dengan Donghae dan Kyuhyun. Tak lama kemudian mereka sampai di sebuah rumah sakit. Mereka mencari-cari kamar jiyoon. Setelah mencari cukup lama akhirnya mereka menemukan kamar dimana jiyoon dirawat. Saat mereka sampai seorang doktet keluar dari kamar jiyoon.

“Dok, bagaimana keadaan dongsaeng saya ? Apakah baik ?”, tanya siyoon khawatir.

“gwaenchana.. Luka yang dialaminya tidak begitu parah. Tapi sekarang dia masih belum sadar. Anda boleh melihatnya”, ungkap dokter itu.

Perasaan lega pun muncul ketika mengetahui jiyoon dalam keadaan baik.

Siyoon, donghae, dan Kyuhyun masuk ke ruang rawat. Disana terlihat seorang perempuan berbaring tak berdaya. Setetes air mata keluar. Siyoon tak sanggup melihat adiknya. Ia keluar dari kamar dan menangis di taman. Sedangkan Donghae dan kyuhyun menemani jiyoon di kamar.

***

2 hari berlalu..

Jiyoon terbangun dari pingsannya itu. Ia membelakkan matanya sedikit demi sedikit. Melihat seorang lelaki tidur terduduk di sebelahnya. Kepala masih agak pusing dan sakit. Lalu ia laki-laki itu terbangun.

“ah~ jiyoon-ya kau sudah bangun”

“permisi.. Saya mau mengatakan bahwa jiyoon-ssi sudah boleh pulang hari ini..”, ucap seorang suster yang tiba-tiba masuk ke kamar

“uhh. Ye~ gamsahamnida..”, ucap kyuhyun.

“Han Jiyoon.. Kau mau pulang hari ini juga ?”, tanya kyuhyun halus.

“ahh.. Ye.. Aku bosan jika berada disini terus..”, jawab jiyoon..

Pukul 12 siang mereka bergegas pulang.

Melihat kyuhyun yang selalu setia berada disampingnya jiyoon pun merasa kalau cinta sejatinya adalah Cho Kyuhyun bukan Yoon Shiyoon. Dan setiap ada kyuhyun disampingnya Jiyoon selalu merasa bahagia. Bahagia yang selalu ia tunggu. Mungkin jiyoon tidak mengetahui perasaan kyuhyun padanya. Dan jiyoon berharap kalau kyuhyun mempunyai perasaan yang sama seperti dirinya saat ini.

Mereka pulang ke rumah.

“annyeong dongasaeng ku..”, sapa siyoon seraya memeluk jiyoon.

“annyeong unnie..”, sahut jiyoon

“aku senang bisa melihatmu kembali ke rumah ini Han Jiyoon..”

“haha~ aku juga..”

“namja-chingu ?”, tanya Jisung yang tiba-tiba muncul dari ruang tamu.

“uhh ?? Namja chingu ?? …”, “haha~ ne.. Lelaki ini namja-chingu ku”

Kyuhyun yang mendengar perkataan jiyoon kaget. Ia membelakkan matanya dan menatap jiyoon.

“haha~ arasso.. Aku akan ke kamar.. Annyeong~”, kata jiyoon seraya menuju ke dalam kamarnya.

“uhh jiyoon-ya.. Kau bisa kesini lagi nanti ?”, tanya siyoon

“Ara unnie~”

Jiyoon masuk ke dalam kamarnya, sedangkan kyuhyun menuju ke taman rumah jiyoon dengan perasaan tak percaya. Tiba-tiba ponsel kyuhyun berbunyi dan mengangkatnya.

“ahh ye.. Waeyo donghae??”, tanya kyuhyun yang mengetahui kalau yang menelpon adalah donghae.

“aku hanya mau bilang, kalau aku akan kembali ke amerika. Kemarin Kim Kibum menelponku untuk secepatnya kembali ke amerika. Karena kelas akan dimulai sekitar seminggu lagi”

“mwo-ya ?! Secepat itukah ??”

“ne~ dan jangan bilang siapa-siapa dulu sebelum aku pergi aku tak mau membuat mereka khawatir. Arasso !?”

“ne. Goodbye Lee donghae. Secepatnya kembali.. Ara ?”

“ne Evil ! Haha~”

Donghae menutup teleponnya begitupun dengan kyuhyun. Tiba-tiba jiyoon menghampiri kyuhyun.

“annyeong~”, sapa jiyoon

“uhh Han Jiyoon..”

“boleh aku duduk”

“ye.. silahkan duduk”

“siapa yang telepon??”

“Donghae”

“dia kenapa ?”

“ahh ani.. Dia tak apa-apa”

“yakin ?? ceritakan kepadaku kyu-ya”

“tapi kau jangan memberi tau siapa-siapa .. Ara ?”

“ne EvilKyu !!!”

Kyuhyun pun menceritakan semua kepada jiyoon.

“Bo ??”

“sssttt… Pelan-pelan”

“jadi donghae akan pergi ke amerika ?”

“ne~ tugas dia banyak di amerika jadi terpaksa ia kembali ke amerika..”

“ohh..”

Hari semakin larut. Jiyoon tertidur di pundak kyuhyun begitupun dengan kyuhyun. Mereka berdua tampak mesra di bawah cuaca langit yang begitu cerah.

***

Pagipun datang. Jiyoon menyadari bahwa ia tertidur di pundak kyuhyun tadi malam.

“pasangan yang serasi..”, ucap siyoon yang tiba-tiba datang menghampiri kyuhyun dan jiyoon bersama dengan jisung di sebelahnya.

“uhh unnie…~”, kata jiyoon yang terbangun dan mulai membelakkan matanya sedikit demi sedikit begitupun dengan kyuhyun.

“ayo kita ke ruang tamu sekarang, ada hal yang ingin kubicarakan”, ajak siyoon seraya membangunkan jiyoon yang terduduk di ayunan.

Mereka sampai di ruang tamu dan duduk. Siyoon memulai pembicaraan.

“jadi……”, kata siyoon

“mwo unnie ?”, tanya jiyoon sambil meminum tehnya.

“hm, jadi begini .. Aku dan Park Jisung akan menikah minggu depan. Aku sudah memikirkan ini semua matang-matang”

“menikah ??????”, kata jiyoon dan kyuhyun serentak.

“ne~ bagaimana pendapatmu jiyoon-ya ?”, tanya jisung

“aku terserah dengan unnie. Jika unnie mau aku akan menyetujuinya” “asalkan kau juga mengijinkan aku menikah dengan Cho kyuhyun”, sambung jiyoon sambil melihat ke arah kyuhyun.

“bo ?”, kata kyuhyuh kaget

“mwo-ya jiyoon.. ? Kau juga akan menikah ?”, tanya siyoon.

“ne~ ”

“kau yakin.. ? “, tanya kyuhyun.

“ne~ aku sangat percaya kepadamu kyu-ya.. Apa jangan-jangan kau tidak mau menikah denganku ?”,

“ahh,.. Ani.. Tentu aku mau”, jawab kyuhyun

“dasar kau EvilKyu !!hha”, kata jiyoon sambil memukul kepala kyuhyun.

Mereka berbincang-bincang sebentar. Hari itu adalah hari yang cukup menyenangkan untuk jiyoon. Bersama orang yang ia sayangi adalah hal yang ia impi-impikan sejak dulu.

***

Seminggu berlalu..

Hari ini adalah hari pernikahan Siyoon dan Jisung. Hari yang paling ditunggu-tunggu oleh siyoon. Siyoon sangat cantik dengan gaun putihnya yang menawan, begitupun dengan Jisung yang memakai jas putih yang sangat indah.

Jiyoon memakai sebuah gaun berwarna meran muda. Dan Kyuhyun memakai sebuah jas hitam. Siyoon dan Jisung mulai masuk ke dalam pelaminan. Mereka berdua tampak sangat senang.

Saat selesai pesta sebuah undangan jatuh dari dalam tas. Jiyoon mengambilnya. Ternyata itu adalah sebuah undangan pernikahan. Ia lupa kalau hari ini adalah hari pernikahan yoon shi yoon juga.

“waeyo ?”, tanya kyuhyun

“aku lupa”, jawab jiyoon

“lupa apa ?”

“hari ini hari pernikahan yoon shi yoon juga”

“mwo?”

Jiyoon langsung menarik tangan kyuhyun dan pergi. Mereka pergi ke sebuah gedung. Mereka masuk dan mencari tempat yoon shi yoon menikah. Setelah mencari-cari cukup lama, akhirnya mereka masuk dan saat itu juga mereka bertemu yoon shiyoon.

“Kau yoon shi yoon ?”, tanya jiyoon

“uhh ne~…”, jawab shiyoon

“chukae…”, kata jiyoon seraya mengulurkan tangannya.

“gamsahamnida.. Tapi kamu siapa ?”

“kau lupa denganku ? Han jiyoon !”

“ng ? Han Jiyoon ? Kau sudah banyak berubah..”

“haha~ jeongmal ? Oh ya kenalkan namja chingu ku”

“annyeonghaseo.. Cho Kyuhyun imnida..”, ucap kyuhyun.

“annyeong Yoon Shi Yoon imnida..”

“arasso.. Aku harus pergi sekarang.. Mianhamnida yoon-ya .. Annyeong..”, kata jiyoon seraya meninggalkan tempat itu.

Perasaan sedih sekarang muncul di hati jiyoon setelah melihat yoon shi yoon setelah sekian lama tak bertemu. Kyuhyun yang mengetahui hati jiyoon pada saat itu. Hancur berkeping-keping. Dan kyuhyun membawanya ke suatu tempat yang belum pernah dikunjungi jiyoon sebelumnya.

“tempat apa ini ?”, tanya jiyoon

“aku selalu kesini jika aku sedang bersedih..”, jawab kyuhyun

“jeongmal ?? Indah sekali..”

“sekarang kau boleh mencurhakan isi hatimu disini. Teriak sekencang-kencangnya. Lakukan apa saja yang bisa membuat hatimu kembali seperti semula..”

“Kyu-ya…..”, kata jiyoon seraya menghampiri kyuhyun dan memeluknya

“gumawo kyu-ya… Aku baru menyadari kalau kau yang selalu mencintaiku dan yang selalu ada disampingku walaupun saat aku sedih maupun senang..”, kata jiyoon sambil menangis di pelukan kyuhyun.

Tangisannya semakin lama semakin kencang. Tak lama tangisan jiyoon mereda. Ia menatap kyuhyun. Dan wajah mereka berdekatan.

Lalu bibir mereka bersentuhan 1 sama lain. Jiyoon merasakan kehangatan yang begitu mendalam dari ciuman pertamanya itu. Kehangatan yang selalu ia nanti-nantikan bersama Yoon Shi yoon. Tapi sayangnya itu bukan yoon shi yoon. Itu adalah Cho Kyuhyun orang yang akan ia cintai, ia sayangi, mulai dari sekarang sampai akhir hayat hidupnya…….

THE END ~~~

*catatan : Park Jisung disini bukan pemain bola.. Hehe ..

Advertisements

Comments on: "Fanfiction : ~My True Love~ (Chapter Three)" (3)

  1. Ga salah tuh part 2? ahaha

  2. huahh ceritanya dah abis aja yah kekeke
    chris lanjutin save the worldnya yah
    aku suka suka keke
    keep writing ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: