Full of inspiration and story

Akhirnya Jiyoon bangun dari tidurnya. Ia melihat kyuhyun yang sedang tidur terduduk disebelahnya.

“kyu-ya.. Kyu-ya”, panggil jiyoon seraya menggoyang-goyang kan bahu kyuhyun.

Kyuhyun mulai sadar dan memelekkan matanya.

“jiyoon-ya .. Kau sudah sembuh ?”, tanya kyuhyun

“ne~ kau tidur disini semalaman ??”, tanya jiyoon

“de,,, mm, ini minum obatmu dulu.. “, ucap kyuhyun seraya mengambil obat yang berada du sebelahnya dan memberikannya ke jiyoon.

Jiyoon segera minum obat yang diberi kyuhyun.

“gumawo..”, ucap jiyoon

“gwaenchanayo. Kau harus istirahat lebih bnyk jiyoon-ya. Kalau tidak kau bisa sakit lagi. Ara ?”, ungkap kyuhyun

“ne gaemKyu ! Haha~”

“kyu-ya aku mau keluar mencari udara segar. Aku bosan disini terus..”, kata jiyoon seraya bangun dr tempat tidurnya

“oh.. Ok.. Ayo!”, ucap kyuhyun sambil membantu jiyoon berdiri.

Mereka keluar dari kamar tersebut dan menuju taman rumah jiyoon. Saat turun jiyoon melihat ke arah ruang tamu, ia melihat kakaknya yang sedang tidur nyenyak di pundak donghae.

“kyu-ya .. Lihat mereka..”, ucap jiyoon sambil menunjuk ke arah siyoon dan donghae

“mwo?? Ckckk.. Begitu nyenyak sekali mereka tidur.. Haha~”, kata kyuhyun

Mereka melanjutkan perjalanan mereka lagi. Akhirnya mereka sampai di taman.

——-

Siyoon terlihat nyenyak tidur di pundak donghae. Begitupun dengan donghae yang berada di samping siyoon. Sedikit” mereka mulai terbangun dr tidurnya.

Siyoon bangun terlebih dahulu. Menyadari hari sudah siang, ia pergi naik ke atas untuk melihat jiyoon yang kemarin sakit.

Saat ia melihat ke kamar, di kamar jiyoon sudah tak ada orang. Ia mencari” di seluruh bagian rumah. Sampai pada akhirnya ia melihat ke taman.

“kyu-ya .. Yoon-ya .. Ternyata kalian disini. daritadi aku mencari kalian. Aku kira kalian sudah pergi.”, kata siyoon yang datang menghampiri jiyoon dan kyuhyun.

“mian unnie. Habis tadi aku melihat kau tidur terlalu nyenyak di pundak donghae oppa.. Jadi aku tak tega jika membangunkanmu..”, ucap jiyoon

Kyuhyun dan jiyoon tertawa kecil meledek siyoon. Muka siyoon tampak memerah.

“Hey.. Ternyata kalian disini..”, kata donghae yang tiba” menghampiri.

Pandangan kyuhyun dan jiyoon terarah pada donghae dan siyoon.

“Kalau dilihat-lihat kalian berdua cocok..”, ucap kyuhyun

“Ya.. Aku setuju.. Haha~”, sahut jiyoon cepat.

“hah ?”, sontak donghae dan siyoon bersamaan

“waeyo unnie ??”, tanya jiyoon meledek siyoon

Muka siyoon dan donghae kini semakin memerah dibuat malu oleh kyuhyun dan jiyoon. Setelah puas bercanda dan berbicara kyuhyuh dan donghae berpamit pulang.

——-

Sekarang dirumah hanya ada jiyoon, siyoon, dan ny. Lee. Setelah donghae dan kyuhyun pulang rumah tampak sepi. Jiyoon kembali berbaring di kasurnya sekarang. Dan siyoon berada di ruang tamu sambil membaca koran.

Tiba-tiba handphone siyoon berbunyi. Nomor nya tak dikenal. Ia mengangkatnya.

“Yoboseo..!”, sapa siyoon

“hey, kau harus ke rumah sakit ‘xxxx’ sekarang. Ada hal gawat.”, ucap seorang laki-laki yang tak dikenalnya

“nugu-ya??”

“sudah cepat.. setelah kau sampai disini kau juga akan tau.. Palli !”

“yoboseo… Nugu-ya ???!!!”…

Telepon langsung dimatikan oleh laki-laki itu. Siyoon mengabaikan perkataan laki-laki tadi. Tapi semakin lama perasaannya tak enak. Ia seperti merasakan suatu hal yang buruk. Akhirnya ia memutuskan untuk datang ke rumah sakit itu.

Ia bergegas cepat. Tak lama ia sampai di rumah sakit itu. Ternyata seseorang sudah ditugaskan untuk menunggu siyoon dan mengantarnya kepada orang yang menelponnya tadi.

Siyoon bukan bertemu dengan orang yang menelponnya tadi, tapi ia disuruh melihat seseorang yang ada didalam salah 1 kamar rumah sakit.

Siyoon masuk dengan perlahan dan dengan rasa penasaran.

Saat melihat orang itu hatinya terasa seperti teriris-iris pisau yang tajam. Melihat seorang yang tak berdaya dan penuh dengan balutan kain di tubuhnya. Air matanya mulai menetes dan semakin lama semakin derasnya air mata itu membasahi wajah siyoon.

Ia terduduk diam melihat orang yang ada di hadapannya. Berbaring tak berdaya. Dan ia hanya bisa memanggil nama lelaki itu..

“Park Jisung.. Park Jisung !!”, panggilnya sembari menggoyang”kan badan lelaki itu.

Lelaki yang ada dihadapannya hanya bisa terdiam tak sadarkan diri. Dan siyoon hanya bisa menangis.

Siyoon sangat merindukan lelaki masa remajanya itu setelah 8 tahun tak bertemu dengannya. Dan saat bertemunya lagi, ia melihat lelaki yang dulu ia cintainya itu tak berdaya. Akankah ia hidup kembali setelah mengalami koma selama 3 bulan ?

“annyeonghaseo..”, sapa seorang laki-laki yang tiba-tiba masuk

“a-a-annyeong”, sahut siyoon dengan terbata-bata akibat menangis.

“no… Han Siyoon ??”, tanya lelaki itu

“ne~ nugu-ya ?? A-apakah kau lelaki yang tadi menelponku ??”, tanya siyoon

“ne~ Lee SangKyo imnida.. Aku teman dari park jisung.,”, ucap jangkyo

“han siyoon imnida ..”

“mianhae merepotkanmu. Aku hanya disuruh oleh jisung menelponmu ketika ia terjatuh sakit atau ia meninggal..”

Siyoon hanya terdiam. Kemudian jangkyo meninggalkan kamar tersebut.

——-

“Unnie..”,panggil jiyoon seraya menuruni tangga

“ny.lee siyoon-ya kemana ?”, tanya jiyoon yang tiba” melihat ny. Lee

“Molla..  Saya hanya melihat ia pergi terburu-buru . Dan saya tidak tau ia pergi kemana..”, ungkap ny. Lee menjelaskan

“ohh.. Ara.. ”

Jiyoon segera mengambil ponselnya. Ia menelpon siyoon. Tapi ponsel siyoon tidak aktif. Kemudian ia menelpon donghae.

“Yoboseo ..”, ucap donghae

“oppa. Kau sedang bersama unnie tidak ?”, tanya jiyoon

“ani.. Waeyo ??”,

“unnie tidak ada dirumah. Tapi kata ny. Lee tadi ia pergi terburu-buru. Aku sudah menelponnya tapi nomornya tak aktif.”,

“jinjja ?? kalau begitu aku akan membantumu mencarinya.. Ok.. Dan kau jangan kemana” istirahatlah yang cukup. Ara ? “,

“ne~ oppa .. Gumawo~”,

Jiyoon menutup teleponnya. Dan ia mencoba menelpon beberapa teman siyoon. Tapi tidak ada yang tau keberadannya.

Hari semakin sore. Tapi kabar dari siyoon tak kunjung datang. Jiyoon yang menunggu pun semakin khawatir dengan keadaan kakaknya. Ia tetap menunggu di rumah.

——-

Donghae akhirnya menemukan keberadaan siyoon. Ia segera menuju tempat itu. Ternyata tenpat itu adalah sebuah rumah sakit besar di seoul. Ia tau dari kerabatnya yang melihat siyoon masuk ke sebuah rumah sakit.

Ia mencari kamar yang dituju siyoon. Perasaannya sudah mulai tenang saat menemukan kamar tersebut. Sebelum masuk ia menelpon jiyoon.

“Yoboseo..”, sapa jiyoon

“jiyoon-ya aku sudah menemukan dimana siyoon. Tapi aku tak tau itu benar apa tidak. Aku belum memastikannya”

“jinjja?? Dimana dia ??”, tanya jiyoon khawatir

“di rumah sakit”

“bo! Rumah sakit ? Untuk apa ia kesana ? Apa ia sakit?”, “Molla…tapi kau jangan khawatir.. Aku akan segera membawanya pulang. Tunggu di rumah ya..”

“ne oppa.. Cepat ya ~”

Donghae menutup teleponnya. Kemudian ia mulai melangkah masuk ke dalam kamar itu. Dengan langkah pelan dan perasaan senang ia masuk ke kamar tersebut. Tapi perasaan senang itu hilang seketika saat melihat siyoon.

Tubuhnya lemas. Tak kuat ia menahan air matanya. Melihat seorang pujaan hatinya mencium kening lelaki lain. Ia keluar dari kamar. Dan menunggu di depan kamar tersebut dengan bersandar di tembok.

Tak lama siyoon keluar dari kamar itu. Ia kaget melihat donghae yang sudah berada di sampingnya saat ia keluar.

“Lee donghae ?”, panggil siyoon

“…” donghae terdiam

“bagaimana kau bisa ada disini ?”

“aku mencarimu”, jawab donghae lemas. “kajja!” sambungnya

Siyoon mengikuti donghae dari belakang. Tiba-tiba jangkyo menghampiri siyoon.

“Han Siyoon”, panggil jangkyo

“ng..Lee Jangkyo.”, sahut siyoon cepat.

“kau mau pulang ?”

“ne~ tolong jaga jisung. Besok aku akan kembali”

“arasso. Hati-hati di perjalanan”

Siyoon mengangguk. Melihat donghae yang sudah jauh ia segera mengejarnya. Donghae berjalan begitu cepat sehingga siyoon sulit mengejarnya yang sudah jauh. Tiba-tiba siyoon tersandung oleh sebuah batu.

“aw~”, keluhnya

Tanpa memperdulikan siyoon, donghae tetap berjalan sehingga membuat siyoon jengkel.

——-

“aigoo. Kemana mereka berdua”, kata jiyoon khawatir

“annyeong~”, sapa donghae yang tiba-tiba masuk ke dalam rumah

“Oppa..mana unnie ??”, tanya jiyoon seraya menghampiri donghae

Donghae tak menjawab tetapi ia menunjuk ke arah luar. Dan jiyoon melihat seorang wanita yang datang.

“unnie..No gwaencahana ??”, tanya jiyoon sambil memeluk siyoon

“gwaenchana..”, jawab siyoon sambil memegangi kakinya yang terkilir

Jiyoon melihat kearah kaki siyoon..

“waeyo?”, tanya jiyoon seraya memegang kaki siyoon

“gwaenchana . hanya sedikit tekilir .”,

“Ng? Terkilir? “, ucap jiyoon sambil membantu siyoon duduk di sofa

“aku sudah membawa unnie mu pulang kan?? Arasso.. Aku pulang. Bye ! “, ucap donghae

“hah? Oppa!”, teriak jiyoon

“unnie..Kau tunggu disini ya.. Aku akan segera kembali”, ucap jiyoon

Jiyoon meninggalkan siyoon dan berlari menyusul donghae.

“oppa! Jakkaman! Huh huh huh ~”, ucap jiyoon dengan nafas yang tak beraturan

Donghae berhenti berjalan dan membalikkan badannya. Lalu ia mengajak jiyoon duduk di taman dekat situ.

“Han Jiyoon. Tunggu disini, aku akan segera kembali”, pinta donghae dan pergi

Tak lama donghae kembali dengan membawa 2 minuman kaleng. “Ini..”, kata donghae seraya memberikan 1 minuman kaleng yang berada di tangan kanannya

“Gumawo~”, ucap jiyoon dan langsung meminum minuman yang diberi donghae.

“Kenapa kau mengejarku ?”, tanya donghae

“Hari ini kau tampak aneh”

“Ng..?” Donghae menengok ke arah jiyoon

“Tadi siang kau masih terlihat seperti orang yang besemangat mencari unnie. Tapi saat kau pulang kau jadi aneh. Kau membiarkan unnie berjalan sendirian dengan kaki yang terkilir.. “, ungkap jiyoon santai

“…” donghae terdiam dan mengacuhkan perkataan jiyoon

“waeyo oppa ? Apa kau ada masalah dengan unnie ?”

“ani~”, jawab donghae

“terus ? wae ?” Donghae menceritakan semua yang ia lihat di rumah sakit tadi. Jiyoon cukup terkejut dengan ucapan donghae dan jiyoon masih belum percaya. Apalagi dengan perkataan bahwa siyoon mencium kening lelaki itu. Jiyoon jadi semakin penasaran dengan lelaki itu.

***

Keesokan harinya. Siyoon bangun tampak lebih pagi dari biasanya. Baju lengan panjang dan celana panjang yang ia kenakan telah menghiasi tubuhnya.

“jiyoon-ya.. Ayo makan..”, ajak siyoon yang melihat jiyoon sedang menuruni tangga.

Jiyoon menghampiri siyoon yang berada di meja makan.

“mau kemana kau?? jarang pagi-pagi kau mau pergi.. “, tanya siyoon

“mm, aku mau..”, sambung jiyoon yang kemudian menemukan ide cemerlang “aku mau pergi dengan cho kyuhyun..Ne~ cho kyuhyun..”

“kau punya hubungan khusus ya dengan dia ?? Ayo ngaku..”, ejek siyoon

“ng? Ani.. Aniya.. Aku dan dia hanya berteman..”

“jeongmal? Hhaha~ arasso. Aku akan pergi duluan.. Annyeong..Hati-hati dijalan..Oke”, pamit siyoon

Melihat siyoon yang mau pergi, jiyoon bersiap” untuk mengikutinya dari belakang.. Setelah cukup lama, akhirnya sampai di suatu tempat.. Yaitu rumah sakit ternama di seoul. Jiyoon mengikuti siyoon yang masuk ke rumah sakit itu. Sampai pada akhirnya siyoon memasuki sebuah kamar. Jiyoon bersembunyi didekat lift rumah sakit agar tidak diketahui oleh siyoon. Tak lama siyoon keluar dari kamar tersebut dan ia pergi. Tak mau membuang waktu jiyoon pun masuk ke dalam kamar yang tadi siyoon masuki.

Dengan langkah yang pelan ia masuk. Ia tersentak kaget dengan keberadaan orang yang ada di kasur dan di sebelahnya.

“Nugu-ya ?”, tanya jangkyo yang sedang menemani jisung. “ng ?”

“Na-na-naneun H-han JiYonn imnida”, ucap jiyoon ketakutan

“Mau apa kau kesini ??”, tanya jangkyo lagi “hah ? Aku ?”, tanya jiyoon tampak seperti orang babo

“ne~ siapa lagi.. ?? Disini kan cuman ada kita bertiga. Ckkc. Babo !~”. “arasso.. ada waktu ?”

“ne ~ mau apa ? “, tanya jangkyo

“bisa minum teh bersama ?? Sebentaaar aja..”, pinta jiyoon

“ara~”,

Merekapun pergi ke sebuah caffé didekat rumah sakit itu.

“annyeong~”,sapa seorang pelayan itu dengan sopan

“annyeong~”, sahut jiyoon dan jangkyo secara bersamaan

“untuk berapa orang ?”, tanya pelayan itu

” 2 !”, sahut jiyoon dan jangkyo secara bersamaan lagi

“ng? “, tanya pelayan itu

” maksud saya 2 .. Ne~ 2 “, ucap jangkyo memperjelas “ne~ silahkan duduk disana..”, kata pelayan itu sambil menunjukkan tempat duduk

Jiyoon dan jangkyo berjalan ke arah tempat dudk yang ditunjukkan pelayan tadi. Mereka duduk di bangku masing-masing.

“ok .. Sekarang mau apa kamu ?”, tanya jangkyo

“hm, aku mau tanya.. Kau kenal dengan unnie ku ?? Han Siyoon..”, tanya jiyoon

“dia unnie mu ?”

“ne..”

“Dia tak pernah bilang kalau dia punya adik.. Kau bohong kan ?”

“ng ? Bohong ? Untuk apa aku berbohong denganmu. Tak ada gunanya aku berbohong padamu..”

“terus kamu mau apa membawa ku kesini ??”

“ok . Aku akan langsung to the point.. Siapa lelaki yang ada di rumah sakit ?? ”

“mwo ?!”

“de~ lelaki yang dikunjungi siyoon tadi ? Nugu ?”

“bukan siapa-siapa.. Oh ya aku harus kembali ke rumah sakit sekarang.. Bye !”

Jangkyo langsung meninggalkan jiyoon sendirian.

“hey ! ”

“aigoo. Apakan aku ada salah sama dia sehingga dia tak mau memberikan informasi. “, ucap jiyoon seraya memukul kepalanya sendiri.

Tiba-tiba Kyuhyun datang menghampiri jiyoon yang ada di dalam caffé.

“siapa dia ?”, tanya kyuhyun

“huh~ aku juga tak tau jelas asal usulnya..”, jawab jiyoon lemas.

“oh. Hey. Apa benar yang donghae katakan padaku bahwa siyoon mencium lelaki ?”

“uuhhh~ begitulah.”

“oh.. Ara..”

Akhirnya jiyoon dan kyuhyun pergi dari tempat duduk mereka. “GUBRRAAAKK !”, Jiyoon menabrak seorang lelaki yang baru saja masuk ke dalam caffé. Tas nya jatuh dan berantakkan. Lelaki itu meminta maaf dan membantu jiyoon membereskan barang-barangnya yang terjatuh.

Tanpa sengaja lelaki itu menemukan sebuah foto yang tergeletak di tanah. Yang lelaki itu kagetkan adalah foto itu. Sebuah foto masa kecilnya. Ia tak menyangka kalau jiyoon punya foto masa kecilnya.

Lelaki itu berdiri. Dan masih memandang foto yang ia pegang.

“Mianhamnida~”, ucap jiyoon

Jiyoon langsung mengambil foto yang berada di tangan lelaki itu.

“gamsahamnida.. Permisi..”, kata jiyoon dan langsung pergi diikuti dengan kyuhyun.

Lelaki itu melamun. Menyadari jiyoon pergi ia mengejar. Tetapi saat ia keluar caffé jiyoon sudah tak ada. Ia lupa menanyakan nama jiyoon. Tapi ia tak menyerah, ia terus mencari-cari jiyoon.

——-

“annyeong.. aku pulang !!”, ucap jiyoon seraya memasuki rumahnya.

Ia menuju ke kamarnya. Berbaring di kasurnya dan memandangi sebuah foto yang masih ia pegang.

Ia mengusap-usap foto itu. Air matanya keluar, mengingat muka orang yang ada di foto itu. Sebuah foto orang yang ia cintai. Kenangannya hanya foto itu. D an satu-satunya barang berharga.

Ia berusaha tegar menghadapi kenyataan tapi susah untukknya melupakan masa-masa itu.

Tak lama ia tertidur dengan memeluk sebuah foto yang tampak sudah kusam. Yang selalu ada di pikirannya selama ini adalah bertemu dengan orang yang ada di foto itu. Dan Jiyoon selalu berharap entah besok atau kapan ia akan bertemu dengan orang yang ia cintai itu..

***

“apakah kau tak bisa membukakan pintu hatimu untukku ??”, tanya kyuhyun dalam hatinya sambil berjalan masuk ke dormnya.

Tiba-tiba ia bertemu dengan donghae yang ada di depannya.

“Lee Donghae..”, panggil kyuhyun

Donghae menengok dan menjawab panggilan kyuhyun. Akhirnya mereka masuk bersama ke dalam dorm.

“hyung.. Apa kau membuntuti siyoon lagi ?”, tanya kyuhyun sambil membuat teh

“mwo-ya ? Untuk apa aku membuntuti nya lagi”, jawab donghae lemas yang berada di ruang tamu.

“waeyo ? Bukankah kau menyukai dia ?”

“mm ? Aku memang menyukainya tapi kalau dia menyukai orang lain aku tak akan memaksa”,

“kau akan putus asa begitu saja  ??”, tanya kyuhyun seraya duduk di sebelah donghae.

“Aku bukan putus asa. Aku tidak akan mencari cinta itu. Biarkanlah cinta itu yang datang kepadaku”

“jinjja ? Jadi kau akan diam seperti ini terus sampai sebuah cinta turun dari langit ?? Aigoo !”

“ne ~ sudahlah kau tak usah mengurusi urusanku. Bagimana dengan jiyoon ?”

“mwo ? “, ucap kyuhyun yang tersendak air teh ketika donghae membicarakan tentang jiyoon.

“haha~ tak perlu sampai tersendak air segala”

“hm, begitulah. Sepertinya tak ada titik terang. Dia masih menyukan yoon si yoon ?”

“bo? Yoon si yoon? Yang tinggal di incheon dulu kan?”

“ne~”

“haha~ sabar ya. Cinta akan turun dari langit.. Haha”

Lalu Donghae pergi ke kamarnya dan tidur. Sedangkan kyuhyun masih mencerna perkataan donghae tadi. *ahh~ BaboKyu !*

***

Jiyoon turun ke bawah dengan pakaian yang sudah rapi. Lalu ia menuju ke meja makan.

“annyeong unnie..”, sapa jiyoon

“annyeong..”

“unnie kemarin kau menjenguk siapa ?”

“ng ?”

“de~ tanpa sengaja aku melihat kau masuk ke dalam rumah sakit”

“uhh .. Gwaenchana..”

“jeongmal ? Tapi semenjak kau pulang, perilaku donghae sedikit aneh terhadapmu” kemudian jiyoon melanjutkan lagi “apa benar kau mencium kening lelaki yang ada di rumah sakit itu ??”

Siyoon tersentak kaget dengan perkataan jiyoon tadi. Ia menjatuhkan sendok yang sedang ia pegang.

“Lee donghae melihatnya ?”, tanya siyoon penasaran di dalam hatinya

“unnie..”, panggil jiyoon

“aku sudah telat. Aku akan pergi duluan. Ok. Annyeong”, sapa siyoon kemudian bergegas pergi.

Jiyoon terdiam. Ia tampak bingung dengan perilaku kakaknya. Lalu ia pergi keluar.

Ia pergi tempat kuliahnya. Karena hari ini ia ada kelas di tempat kuliahnya. Tak lama kemudian ia sampai. Ia masuk ke dalam universitas tersebut.

“annyeong sunbae..”, sapa seorang hobae jiyoon

“annyeong..”, sahut jiyoon seraya tersenyum

Saat menuju kelasnya tiba-tiba ada orang yang memanggil namanya.

“Jiyoon sunbae.. Jiyoon sunbae”, panggil seseorang tampak dari kejauhan.

“uh .. Ye ?”, tanya jiyoon kepada hobae yang memanggilnya.

“Annyeonghaseo. Naneun Lee sanghyun imnida.. “, ucap sanghyun dengan sopannya.

“ohh. Sanghyun-ya .. Apa kabar ?”,

“ahh . Tentu baik. Bagaimana kalau kita minum teh sebentar. Kau punya waktu ?”

“oh .. Arasso..”

Jiyoon mengikuti sanghyun dari belakang untuk menuju kantin. Beberapa menit kemudian mereka berdua sampai di sebuah kantin milik universitas tersebut. Mereka duduk di sebuah meja makan yang hanya untuk 2 orang.

“ahh unnie. Sudah lama aku tak melihatmu”, ucap sanghyun yang memulai pembicaraan

“haha.. Waktu itu aku sedang tidak ada kelas. Maka aku tak datang.. Kalau kamu sedang sibuk ?”,

“ne~ begitulah.. Tak ku sangka setelah masuk kuliah begitu banyak waktu yang kupakai untuk belejar..” sanghyun melanjutkan “oh ya.. Chukae unnie .. Kau telah lulus ujian.. Tak lama lagi kau akan lulus.. Uhh enaknya”

“haha .. Gumawoyo.. Tenang tak lama lagi kau juga akan lulus.. Iyakan ?”

“kau selalu saja bisa menghiburku..” “oh ya ini aku mau memberikan kau ini..” sambung sanghyun seraya mengeluarkan sebuah undangan dari tasnya dan memberikannya kepada jiyoon.

“apa ini ?? “, tanya jiyoon seraya melihat undangan itu.

“boe???!!!!! “, ucap jiyoon tersentak kaget saat melihat undangan itu.

***

TBC

 

 

Advertisements

Comments on: "Fanfiction : ~My True Love~ (Chapter Two)" (3)

  1. Park jisung pemain bola (?) wkwkwk

  2. Rusuh aja lu tep .. Wkwkkwk

  3. Stephanie said:

    Wkwk gpapa dong halmuni :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: