Full of inspiration and story

Hari begitu cerah. Salah seorang perempuan memiliki hati yang cerah sama seperti cuaca langit pada saat itu di Seoul. Hari ini dia akan mengunjungi kampung halamannya di Incheon bersama dengan kakak perempuannya.

Han Siyoon, nama seorang kakak dari Han Jiyoon.

“Kau sudah siap ?”, tanya Han Si yoon kepada Han Jiyoon yang sedang duduk di meja rias kamarnya.

“Tentu. Aku sudah siap. Kajja unnie”, jawab Han Jiyoon sambil berdiri dan memulai langkahnya menghampiri Han Siyoon.

Mereka berdua bergegas keluar menuju mobil yang ada di teras rumahnya. Mobil disetir oleh Jiyoon. 2 jam perjalanan membuat mereka berdua lelah dalam mobil, tapi itu tidak mengubah semangat mereka untuk menemui orang tuanya yang ada di Incheon.

Mereka sampai di Incheon setelah menempuh perjalan lebih dari 2 jam. Siyoon terlihat tidur dalam mobil akibat perjalanan yang panjang itu.

“Unnie..”, bisik Jiyoon yang berusaha membangunkan Siyoon.

“Unnie, ayo bangun.. Kita sudah sampai!”, kata Ji yoon seraya menggoyang-goyangkan pundak Siyoon.

“Hhhhh”, gumam Siyoon.

“Kita sudah sampai?”, tanya Siyoon yang masih berusaha membuka matanya.

“Ne… Kajja unn”, jawab Jiyoon dan mulai melangkah keluar.

Jiyoon pun keluar dr mobil , menghirup udara segar di Incheon. Tiba-tiba, seorang perempuan menghampirinya.

“Han Jiyoon!!”, panggil seorang perempuan dari kejauhan.

“Nugu-ya ?”, tanya Siyoon yang baru saja keluar dari mobil.

Perempuan itu sampai di hadapan Jiyoon dan memeluknya.

“Jiyoon-ya.. Sudah lama tak bertemu kau… Bogoshipda Jiyoon-ya!!”, ungkap perempuan itu dan melepaskan pelukannya.

“Neo Nugu-ya?”, tanya Siyoon dan mulai melangkah ke arah perempuan itu

“Kalian lupa denganku kah? Apakan aku sudah banyak berubah sehingga kalian tak mengenaliku??”, kata perempuan itu dengan senyuman manisnya.

Jiyoon dan Siyoon bingung. Mereka mulai membuka pintu memori mereka dan berusaha mengingat kembali siapa perempuan yang berada di hadapan mereka. Tiba-tiba seorang perempuan keluar dr rumah yang berada di sebelah mereka.

“Jiyoon-ya!! Siyoon-ya!!”, teriak perempuan itu dan menghampiri Jiyoon dan Siyoon.

Pandangan Jiyoon mengarah ke perempuan itu saat mendengar perempuan itu menyebut namanya, begitupun dengan siyoon yang berada di sebelahnya.

“Eomma?!?!”, ucap mereka serentak saat melihat perempuan itu.

Ternyata perempuan itu adalah ibu dari jiyoon dan siyoon. Mereka memeluk ibunya dengan rasa gembira. Jiyoon dan siyoon sangat senang bisa bertemu kembali dengan ibunya setelah sekian lama berpisah. Ibunya tampak masih segar dan sehat. Melihat fisik ibunya yang baik, membuat jiyoon dan siyoon tidak cemas lagi.

“Jung Hwa-ya.. Kau ada disini juga ?”, tanya eomma Siyoon dan Jiyoon.

“Ne ajhumma.. Annyeonghasimika!”, sapa perempuan itu dengan sopan dan membungkukan badannya.

“Kau mengenalnya eomma?”, tanya Siyoon disertai raut muka yang tampak bingung

“Tentu.. Masa kau lupa dengan teman masa kecilmu sendiri ?”, tanya eomma nya dengan senyuman yang tampak di wajah.

“Ahh~ Saya ingat.. Kau Yoon Jung Hwa !!”, ucap Jiyoon seraya menghampiri  perempuan itu dan memeluknya.

“Aigoo~ Kau Yoon Jung Hwa ?”, tanya Siyoon tak percaya

“Ne unnie”, sahut junghwa.

Jiyoon dan Siyoon pun akhirnya mengingat  Junghwa. Junghwa adalah teman masa kecil dari Jiyoon dan Siyoon dimana ia merupakan adik dari mantan kekasih Jiyoon. Mereka semuapun masuk ke dalam rumah. Menikmati makan makanan yang sudah dibuat oleh ibu Siyoon dan Jiyoon. “Sungguh enak makanan ini.” begitulah komentar dari mereka semua. Setelah selesai makan, ibu dibawa oleh Siyoon pergi ke kamarnya untuk beristirahat. Sedangkan Jiyoon dan Junghwa pergi ke teras rumah.

“Bagaimana kau bisa tau aku dan unnie akan kesini?”, tanya Jiyoon.

“Tentu aku tau dari eommamu.”, jawab junghwa.

“Oh. Bagaimana kabar Yoon Si Yoon? Apakan dia baik?”, tanya jiyoon lagi disertai kekhawatiran dengan jawaban junghwa yang takut akan keadaan yoon si yoon.

“hm, begitulah .. Sejak kau pergi ia mulai bekerja lebih keras untuk menyusulmu ke seoul”

“apakah dia tau kalau aku kesini hari ini?”

“aku tak memberitahu dia”

Perasaan kecewa timbul di hati jiyoon. Air matanya mulai mengalir, ia tak sanggup menahan air matanya itu untuk tidak keluar. Hatinya mulai sakit saat mengingat kembali masa-masa itu dulu. Dimana ia memutuskan untuk berpisah dengan yoon si yoon karena jiyoon tak akan mungkin sanggup untuk melanjutkan hubungan jarak jauh.

***

Keesokan harinya mereka berdua kembali ke Seoul.

“Annyeonghijumuseo eomma”, ucap siyoon dan jiyoon serentak.

“jaga diri kalian baik-baik ya. Dan sering-sering juga berkunjung kesini.”, ucap ibunya.

“ne..~ eomma aku titip salam sama junghwa ya..”, pinta jiyoon

“ne~ na tto”, sahut siyoon

Siyoon dan jiyoon pun bergegas masuk ke dalam mobil. Kali ini mobil disetir oleh siyoon. Di perjalanan jiyoon terdiam, tampak seperti sedang memikirkan sesuatu.

2 jam berlalu, jiyoon masih pada posisinya. Ia tak bergerak dan melihat ke arah luar.

***

Mereka pun sampai di rumah. Mereka masuk ke dalam rumah. Jiyoon langsung masuk ke dalam kamar. Perilakunya hari ini membuat siyoon bingung. Karena tak seperti biasanya ia begitu. Biasanya jiyoon selalu ceria, dan senyum dari wajahnya tak pernah hilang.Tanpa terasa 3 jam berlalu. Sekarang sudah pukul 6 sore. Saatnya makan malam. Jiyoon pun tampak tak keluar kamar sejak pulang dari Incheon.

“ny. Lee, apakah jiyoon sudah makan?”, tanya siyoon kepada pembantu di rumahnya itu

“belum.. Sejak daritadi ia tak menjawab saya ketika saya mengetuk pintu kamarnya. Saya kira ia sedang tidur. Jadi saya tak ingin mengganggunya”, ungkap ny.lee secara jelas

“arasso”, sahut siyoon

Siyoon langsung naik ke atas dan pergi ke kamar jiyoon. Ia khawatir dengan keadaan jiyoon. Saat ingin mengetuk pintu kamar jiyoon ia berhenti. Ia mendengar suara orang menangis dari kamar jiyoon.

Awalnya ia berpikir kalau itu hanya halusinasinya saja karena terlalu khawatir, tapi suara itu terdengar semakin keras. Ia mulai mengetuk pintu kamar jiyoon. Jiyoon tak menjawab tetapi ia membuka pintu kamarnya dan kembali duduk di kasur.

“jiyoon-ya.. Kau menangis?”, tanya siyoon cemas

jiyoon terlihat menghapus air mata yang membuat wajahnya itu basah.

“ah . Ani~”, ungkap jiyoon dan berusaha tersenyum

“jiyoon-ya kau tak bisa berbohong padaku”, ucap siyoon sambil memeluk jiyoon.

“sekarang ceritakan padaku”, pinta siyoon seraya melepaskan pelukannya dan menatap jiyoon

Air mata jiyoon tampak keluar lagi. Dan itu membuat siyoon lebih yakin bahwa suara tangisan yang ia dengar dengar adalah tangisan jiyoon.

Sekarang jiyoon menangis dan siyoon masih menatap jiyoon, menunggunya untuk menceritakan semua yang terjadi. Jiyoon mulai membuka mulut.

“apakah memutuskan hubungan itu salah?”, tanya jiyoon yang masih menangis

“bo!?!”, tanya siyoon halus

“apakah meninggalkan seseorang tanpa alasan yang jelas itu salah?”, tanya jiyoon lagi. Sekarang tangisan jiyoon semakin kencang.

Siyoon yang melihat jiyoon menangis mulai menghapus air mata jiyoon.

“aku tau kau masih mencintai yoon si yoon, tapi kau harus ingat, cinta itu tak bisa dipaksakan. Jika kau sudah memilih jalanmu, janganlah kau berputar balik untuk mendapatkan itu lagi. Dan jika siyoon-ya adalah jodohmu aku yakin suatu saat nanti kau akan bertemunya lagi. Tapi tidak untuk saat ini. Ara?”, ungkap siyoon

“tapi sekarang aku merasa menyesal meninggalkannya. Semenjak kembali ke incheon semalam aku mulai menyesal mengingat kejadian itu. Dan aku takut kalau siyoon-ya tak mau bertemu denganku lagi. Aku takut unnie ! Aku takut !”, ungkap jiyoon dan masih menangis.

“aku tau. Tapi kau tak perlu menangisi yang sudah terjadi. Biarkan berlalu. Aku yakin yoon si yoon masih mencintaimu….”, ucap siyoon menghibur

“baiklah. Lebih baik kau tidur. Jika kau mau makan turunlah kebawah, ny.lee sudah menyiapkan makanan untukmu.. Ara? Selamat malam dongsaengku”, sambung siyoon seraya keluar dari kamar jiyoon

Siyoon kembali ke meja makan dan mulai memakan makanan malamnya. Perasaan nya sekarang mulai cemas. Ia cemas memikirkan jiyoon dongasaengnya.

****

Pagi itu sedikit agak mendung. Jiyoon akhirnya keluar dari kamarnya setelah hampir seharian kemarin tak keluar dr kamarnya. Saat ia keluar dirumahnya sepi. Kakakny sudah berangkat bekerja. Sedangkan ny.lee sedang membersihkan rumah.

“ahhh~ annyonghaseo jiyoon-ssi”, sapa ny.lee yang melihat jiyoon sedang menuruni tangga.

“annyoeng..”,

Jiyoon mulai bergegas ke teras rumahnya. Duduk dan meminum secangkir teh. Rasanya hari ini membuat     jiyoon lebih segar. setelah selesai ia masuk ke dalam rumahnya. Bergegas mandi dan sarapan. Ia memutuskan untuk pergi ke taman dekat rumahnya.

Ia melangkah keluar rumah. Ia terkejut dengan kehadiran orang di depannya………………..

Terlihat seseorang yang sekarang ada di depan jiyoon. Jiyoon tersentak kaget dengan kehadiran lelaki tampan yang memakai jas hitam. Semuanya serba rapi. Dan tentu lelaki itu sangat tampan.

“GaemKyu !!”, sontaknya kaget

“annyeong…”, sapa lelaki itu dengan senyumannya yg manis nya itu.

“kenapa kau bisa ada disini??”, tanya jiyoon bingung

“kau tak mengharapkan kehadiranku disini jiyoon-ya?”,tanya lelaki itu

“bukan begitu, kau membuatku kaget. Kau datang tanpa kabar. Aku kira kau masih di amerika”, ungkap jiyoon

“haha~ masih saja tak berubah”, kata lelaki itu seraya mengelus rambut jiyoon.

Cho Kyuhyun.. Adalah nama lelaki itu. Dia teman masa kecil jiyoon yang dulu berada di incheon. Dia juga mengenal yoon si yoon. Saat jiyoon mau pergi ke seoul, kyuhyun duluan pamit, karena ia mau melanjutkan sekolah nya di amerika.

“Bukankah kau pergi dengan Donghae oppa?? Tapi mengapa kau kesini hanya sendirian?”, tanya jiyoon

“donghae sedang mencari dorm untuk kami tinggal, makanya ia tidak kesini.”, jawab kyuhyun

“huh~ baiklah. Sekarang kau mau apa kesini??”, tanya jiyoon lagi

“aku ingin mengajakmu pergi..”,

“mwo-ya??”

“ne~~ Kajja!”, ajak kyuhyun. Ia langsung menarik tangan jiyoon dan masuk ke mobil.

“kita mau kemana??”, tanya jiyoon

“hm, liat saja nanti”, kata kyuhyun yang mulai menyetir mobilnya.

±2 jam pun berlalu. Mereka sampai di sebuah taman tempat mereka bermain waktu kecil di dekat incheon. Kyuhyun mengajak keluar jiyoon yang masih berada di mobilnya itu.

“kyu-ya . Bagaimana kau tau kalau aku ingin pergi ke taman ini ??”, tanya jiyoon pernasaran

“hm, aku tau kau lagi sedih kan ? dan bukankah ini tempat yang selalu kau datangi jika lagi sedih?? Jinjja yoon-ah ??”, ungkap kyuhyun

“mwo ? Kau memanggil ku dengan sebutan “ah”!! Hah??”, ucap jiyoon seraya menjitak kepala kyuhyun dan senyuman mulai tampak di wajah jiyoon.

“hah? Jiyoon-ah !!!”, teriak kyuhyun dan mulai mengejar jiyoon.

Mereka berkejar-kejaran tampak seperti anak kecil. Lumayan lama mereka melakukan hal itu, 6 tahun lalu terasa terulang lagi, dimana masa-masa waktu kecil yang sangat bahagia.

Nafas mereka mulai tak beraturan. Akhirnya mereka berhenti dan duduk di sebuah kursi taman.

“huh huh huh ~ aku sudah lama tak merasakan gembira seperti ini”, ungkap jiyoon jelas

“haha~ apalagi aku yoon-ah.. Sejak aku pindah ke amerika aku selalu serius belajar dan hiburan pun kurang disana. Rasanya benar-benar bosan. Dan Baru kali ini aku merasakan rasa senang lagi setelah 6 tahun berlalu.. Hha~~”,ungkap kyuhyun

“jinjja ?? Kasian sekali kau GaemKyu. aku tau rasanya jika jadi kau.. Tak bermain game selama 6 tahun. Ckck”, ledek jiyoon

“yayaya.. Dasar kau.. Selalu meledekku..”, ucap kyuhyun seraya mengacak-ngacak rambut jiyoon

“kyuhyun-ya .. Jangan mengacak-ngacak rambutku !”,

“mian yoon-ah !”,

“lagi-lagi kau memanggilku dengan sebutan yoon-ah!”,

Hari semakin sore. Kyuhyun mengajak jiyoon pulang. Tak lama ia sampai di depan halaman rumah jiyoon.

“kyu-ya .. Gumawo ..”, ucap jiyoon

“mwo? Gumawo .. Untuk ?”, tanya kyuhyun bingung

“kau sudah membuatku senang hari ini.. Gumawoyo gumawoyo kyu-ya…… Arasso. Aku akan masuk .. Annyeong kyu-ah”,

“Ne ~ annyeong yoon-ah”,

Jiyoon pun masuk ke dalam rumahnya. Rumahnya masih sepi. Kakak nya belum pulang dari kantor. Ia langsung menuju lantai atas dan masuk ke dalam kamarnya…….

***

Kyuhyun bergegas pulang ke dorm yang baru dibelinya.

“donghae-ya.. Kau sudah pulang ?? “, teriak kyuhyun seraya memasuki rumahnya.

“ne~ habis darimana kau ??”, tanya donghae yang baru keluar dari kamar mandi

“hhhhaaaahhhh~ hari ini aku benar-benar mendapatkan hiburan…”, ungkap kyuhyun seraya menghampiri donghae.

“hiburan ? Hiburan apa ? Main game ?”, tanya donghae bingung.

“aniya~~ aku benar-benar senang bertemu dengan jiyoon!”

“jiyoon ? Kau bertemu dimana ?”

“tentu aku datang ke rumahnya??”

“bo!?? Rumah ? bagaimana kau tau rumahnya??”

“Kan tadi kita bertemu dengan han siyoon di kantornya. Dan dia memberi alamat rumahnya bukan ? Yasudah aku catat saja di ponsel ku..”

“kyu-ya.. Otakmu.. Benar-benar .. Ckckck..”

Akhirnya mereka berdua pun bergegas tidur karena hari sudah semakin larut..

***

Jiyoon melangkah keluar kamarnya. ia melihat kakaknya sedang berbicara dengan seseorang di ruang tamu. Karna ia penasaran ia turun ke bawah. Ia mengintip ke arah ruang tamu. Ternyata tamu itu adalah lee donghae.

Dalam hatinya ia berpikir “untuk apa aku mengintip orang yang sedang pacaran”. Ia berbalik dan berpikir untuk masuk ke kamar. Tapi saat ia berbalik ada seseorang dibelakangnya, dan itu membuatnya kaget. Ia tersentak kaget dengan kehadiran orang dibelakangnya dan tanpa sengaja ia berteriak memanggil nama orang itu. Dan teriakan jiyoon membuat donghae dan siyoon tampak kaget.

“jiyoon-ya….”, panggil siyoon

“aaahh– unnie ..”, ucap jiyoon pelan sambil tercengir

“sedang apa kau disitu ?”, tanya siyoon

“mm, aku sedang ………..”,

“kita mau ke ruang tamu, dan bertemu kalian”, ucap kyuhyun cepat

“oh.. terus sedang apa kalian disitu. Ayo kesini dan duduk.”,

“ne ~”, jawab jiyoon

Jiyoon dan kyuhyun duduk di sofa ruang tamu itu. Dan mereka berempat berbincang” untuk waktu yang cukup lamanya. Tak lama kyuhyun dan donghae berpamit untuk pulang.

Setelah kyuhyun dan donghae pulang jiyoon kembali masuk ke kamar dan tidur.

***

Langit cukup cerah. Orang-orang melakukan aktivitasnya masing-masing. Waktu sudah menunjukan pukul 9 pagi dan  Siyoon sudah pergi bekerja.

Jiyoon berjalan turun ke lantai bawah dan menuju meja makan.

Ny. Lee mengantarkan makanan dr dapur ke meja makan.

“gamsahamnida ny.lee”, ucap jiyoon yang sedang duduk di meja makan tsb.

“cheonmaneyo.. No gwaenchana ? Wajahmu tampak pucat..”, tanya ny.lee khawatir

“aaah. Aniya~ kau boleh kembali ke dapur ny.lee”, jawab jiyoon lemas.

Wajah jiyoon tampak pucat dan itu membuat ny.lee khawatir dengan keadaan jiyoon.

Ny.lee pun kembali kedapur dan melanjutkan pekerjaannya. Jiyoon yang duduk di meja makan menghabiskan makanannya. Tak lama ia selesai makan dan bergegas masuk ke kamar. Belum sampai dikamarnya ia jatuh dari tangga dan pingsan.

Ny. Lee yang mendengar suara itu segera menuju asal suara itu. Ia melihat jiyoon yang tergeletak di lantai dan sudah pingsan.

“agessi, agessi…”, panggil ny.lee seraya berusaha membangunkan jiyoon

jiyoon tak bangun” juga dari pingsannya*agessi = nona*. Ny. Lee membawa jiyoon ke kamarnya dan segera menelpon dokter, ia juga segera memberitahu siyoon yang ada di kantor.

“agessi, jiyoon pingsan.. “,ucap ny.lee yang sedang menelpon siyoon

“bo???!”, sontak siyoon yang mendengar ucapan dr ny.lee

“ne~ aku sudah memanggil dokter”

“arasso~ aku akan segera pulang”…

Ny. Lee menemani jiyoon yang sedang terbaring di kasur kamarnya. Tak lama dokter datang bersamaan dengan siyoon yang tampak sedang terburu”.

Dokter masuk ke kamar jiyoon dan segera memeriksa jiyoon. Tak lama dokter keluar dr kamar jiyoon.

“bagaimana keadaan dongsaeng saya ?? “, tanya siyoon khawatir

“gwaenchana. Ia hanya kelelahan dan sedikit stress”, ungkap dokter itu jelas.

“tapi benar ia tak apa ?”, tanya siyoon lagi

“gwaenchana. Ia hanya butuh istirahat. Dan setelah ia bangun tolong beri ia obat ini”, ucap dokter itu seraya memberikan selembar kertas yang bertuliskan resep obat.

“ne~ gamsahamnida”, kata siyoon sambil menunduk kecil

dokter itu pergi keluar. Siyoon segera masuk ke kamar jiyoon. Ia sangat khawatir dengan keadaan adiknya itu. Siyoon menyuruh ny. Lee untuk menebus obat.

“aigoo .. Jiyoon-ya kenapa harus sakit seperti ini…”, ucap siyoon seraya menutupi tubuh jiyoon dengan selimut.

Tak lama kemudian donghae dan kyuhyun datang. Mereka langsung menuju kamar jiyoon.

“jiyoon kenapa siyoon-ya ?”, tanya kyuhyun khawatir

“ia hanya kelelahan..”, jawab siyoon

“tapi ia tak apa kan ?”, tanya kyuhyun lagi

“aniya~~ jangan khawatir kyu-ya”, kata siyoon

Tak lama ny.lee datang dan membawa obat.

“ini obat ?”, tanya donghae sambil menunjuk sebungkus plastik yang dibawa ny.lee

“ne~”, jawab ny.lee

“biarkan aku yang memberikan obat ini ke jiyoon. Dan biar aku yang menjaganya.. Kalian tak perlu khawatir. Oke~~,”, pinta kyuhyun seraya membawa bungkusan obat itu dan pergi masuk ke kamar jiyoon.

Siyoon dan donghae hanya terdiam dan mengikuti permintaan kyuhyun…….

***

TBC

 

 

 

 

 

 

Advertisements

Comments on: "Fanfiction : ~My True Love~ (Chapter One)" (5)

  1. Stephanie said:

    ini crita livia ya? haha

  2. Wkwk .. Iya tep .. Haha

  3. wahh,annyeong ..numpang gentayangan ya..story baguz,msh tbc kan?! lanjut dehh chingu,penasaran sma jiyoon nih..

  4. @yokyuwon : haha..gumawo .. Ditunggu aja part 2 nya.. 😀

  5. Oh haha, akhrny gua jga tau sama siapa kekeke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: