Full of inspiration and story

“Aku…memilih——”

Semua orang memandang Sangrin penuh tanda tanya. Apalagi Kibum, Sungmin, dan Siwon. Sangrin bersiap menyebutkan nama yang kupilih, namun…

“Pasien Kim Hyeobin sudah sadar! Kalian bisa menjenguk’nya.”, seru seorang suster berparas cantik yang baru saja keluar dari ruang rawat. “Keurae…! Kajja, kita masuk.”, kata Sangrin cepat dan langsung masuk ke ruang rawat. Dalam hati ia berterima kasih kepada suster dan Hyeobin yang membuat’nya bisa mengurungkan niat. “Hyeo-onnie…”, panggil Sangrin seraya tersenyum.

Hyeobin terlihat sangat pucat. Mata’nya memandang Sangrin…dengan penuh kebencian. Dan langsung menatap Kibum. “Jadi benar semua yang kalian katakan? Jadi, kau dan Sangrin saling menyukai…?! Jadi, semua hal mesra yang kau berikan kepadaku, hanya karena Sangrin?! Dan selama ini kau hanya menganggapku Sangrin?! Jawab aku, Kim Kibum!”

Kibum memandang Hyeobin dengan sangat perih, “Mian, Hyeobin-ah…”

“Hanya itu yang bisa kau katakan, Kim Kibum?! Hanya itu yang bisa kau katakan setelah peristiwa ini?!”, seru Hyeobin dengan lirih. Air mata’nya mulai berjatuhan. Begitu pula dengan Kibum. “Mian, Hyeobin-ah. Aku…”

“Aku kecewa padamu, Kim Kibum…! Sangat kecewa! Dan padamu juga, Sangrin-ah! Aku pikir kau adalah dongsaeng yang menyayangiku, tapi ternyata aku salah! Kau sama saja dengan Kibum! Selalu berpura-pura baik di depanku! Aku benci kalian berdua.”, potong Hyeobin dengan pandangan yang tidak tertuju pada Kibum dan Sangrin.

“Onnie… Aku sama sekali tidak pernah melakukan seperti yang onnie bilang. Aku…aku memang menyayangi onnie, dan ini semua bukan sekedar pura-pura. Kau adalah satu-satu’nya onnie yang kupunya. Jebal, onnie… Jangan begini padaku.”, ucap Sangrin dengan air mata yang juga mulai menetes.

Kibum berbicara, “Kau boleh memarahi, mencaci maki, atau membenciku sesuka hatimu, Hyeo-ah. Tapi jebal jangan lakukan itu kepada Sangrin. Dia tak bersalah. Justru dia yang menolak saat aku menyatakan cintaku. Dia yang tak mau kau bersedih.”

“Ah, sekarang kau membela’nya, Kim Kibum? Membela pujaan hatimu itu, hah?!”

“Hyeo-onnie, kumohon… Aku tau onnie bukan orang yang seperti ini. Aku tau onnie masih menyanyangiku dan Kibum oppa. Berikan kami kesempatan, onnie. Aku janji tidak akan menyia-nyiakan kesempatan onnie.”, ucap Sangrin dengan lirih. Kibum ikut mengangguk, walaupun tak sepenuh’nya yakin. “Semua percuma. Kibum tidak mencintaiku. Aku tau itu sekarang. Seberat apapun aku berusaha, semua akan tetap berakhir begini.”

“Hyeobin-ah! Setidak’nya, berikanlah Sangrin dan Kibum kesempatan.”

Kyuhyun mulai berbicara. Hyeobin terdiam sejenak. “Keurae. Aku akan memaafkan Sangrin. Tapi Kibum…aku belum bisa memaafkan’nya.”

“Kamsahamnida, onnie…”, seru Sangrin seraya memeluk Hyeobin dengan sepenuh hati. Hyeobin ikut memeluk Sangrin. “Aku tau kau bukan orang yang seperti itu, Rin-ah. Onnie terlalu emosi saat itu. Mian.”

“Gwenchana, onnie… Aku senang onnie bisa menerimaku lagi.”

Kyuhyun menarik nafas lega melihat kedua perempuan kenalan’nya bisa kembali dekat. Begitu pula dengan Sungmin dan Siwon. Tapi hawa kaku masih bersarang pada diri Kibum. “Mianhaeyo, Hyeo-ah. Joengmal mianhaeyo. Aku berjanji akan membangun kehidupan baru bersamamu, jika kau memaafkanku. Jebal, aku sadar sekarang, dan aku akan berusaha sekeras mungkin untuk mencintaimu.”

Ekspresi Hyeobin berubah 180o derajat seketika. Ia memandang Kibum dingin, “Apa menurutmu aku akan memaafkanmu setelah peristiwa ini terjadi?! Apa kau pikir aku akan percaya kembali denganmu setelah kebohongan ini?!”, tanya’nya dengan tajam. “Hyeobin-ah… Aku mengaku salah. Tapi kali ini aku tidak akan menyia-nyiakan lagi kesempatan yang kau berikan. Jebal~”

Hyeobin terdiam sejenak, kemudian memandang Sangrin. “Bagaimana menurutmu, Sangrin-ah?”

“Naega?! Molla, onnie… Semua’nya terserah onnie.”, kata Sangrin yang sedikit kaget. “Hhhh… Keurae, aku akan memaafkanmu, tapi aku hanya menganggapmu teman mulai saat ini. Kau bukan lagi namja-chingu’ku.”, ucap Hyeobin sarkastik. Kibum hanya bisa mengangguk dan tersenyum, “Kamsahamnida, Hyeobin-ah…!”

“Kalian sebaik’nya keluar. Pasien harus beristirahat terlebih dahulu.”, ucap suster yang tadi. Mereka semua mengangguk dan melambai kepada Hyeobin, lalu beranjak keluar satu-persatu. “Suster!”, panggil Kyuhyun saat suster itu ingin masuk. “Ne?”

“Kapan Hyeobin boleh pulang?”

Suster itu menggelengkan kepala’nya, “Saya tidak tau. Sebaik’nya anda tanyakan pada dokter.”, kata’nya seraya tersenyum ramah. “Oh, baiklah kalau begitu. Kamsahamnida.”, kata Kyuhyun sembari menunduk. “Chonmaneyo.”, jawab suster tersebut sembari ikut menunduk. Mereka semua pulang dengan mobil menuju apartemen. Di perjalanan, mereka semua terdiam, tak ada yang berbicara.

“Siwon-oppa.”

Siwon menoleh pada Sangrin yang memanggil’nya secara tiba-tiba. Begitu pula dengan yang lain. “Ehm, soal kejadian saat itu—”

“Aku sudah tak mempermasalahkan’nya lagi. Tenang saja. Aku tau aku yang salah. Aku yang terlalu over-protective padamu… Aku yang bukan siapa-siapa malah melarangmu. Padahal Kyuhyun yang jelas oppa kandungmu saja tidak melarang. Mianhaeyo…”, sahut Siwon memotong dengan nada sendu. “Oppa… Kenapa kau seperti ini? Aku yang salah, oppa. Aku terlalu emosi pada waktu itu. Mesti’nya aku yang minta maaf…”

Suasana berubah menjadi tak enak seketika. Yang lain yang tidak tau apa-apa hanya bisa melihat. Sedangkan, Kyuhyun yang sudah mengetahui semua’nya hanya bisa terdiam. Siwon mendenguskan nafas, “Terus apa yang kau mau sebenar’nya?! Kau lebih suka jika aku yang marah padamu?! Aku lelah terus bertengkar, Sangrin-ah… Sangat lelah… Sudahlah, anggap saja kejadian itu tidak ada, ara?”

Sangrin hanya bisa memandang Siwon dengan lirih, “Oppa… Ada apa denganmu?”

“Apa maksudmu? Mesti’nya, aku yang bertanya, ada apa denganmu?! Kau berubah, Rin-ah… Kau berubah… Menjadi seseorang yang tak lagi kukenal. Kau…berbeda dari Sangrin yang dulu… Sangrin yang ceria. Sangrin yang kekanak-kanakan. Sangrin yang selalu tersenyum.”, ucap Siwon dengan pandangan yang kosong.

“Tentu saja aku berubah, oppa… Aku bukan lagi Sangrin kecil! Aku sudah besar! Dan usia-ku sudah bisa disebut remaja! Aku bukan anak kecil lagi… Aku punya urusan-ku sendiri. Aku punya masalah-ku sendiri. Aku bukan lagi anak kecil yang hanya bisa menangis jika ada masalah yang muncul.”

Mereka berdua terdiam dan saling memalingkan muka. Kibum dan Sungmin yang melihat mereka hanya bisa ikut terdiam dan saling melirik. Kyuhyun lebih memilih memerhatikan jalan di depan’nya, tidak mau ikut campur dalam masalah dongsaeng dan sahabat’nya. “Sudah sampai…”, kata Kyuhyun dengan suara pelan. Mereka semua pun langsung keluar. Begitu pula dengan Sangrin dan Siwon yang langsung melangkah tanpa mengucapkan sepatah katapun. “Kyuhyun-ya…”

Kyuhyun menoleh dan bisa melihat Kibum sedang memanggil’nya. “Wae, Kibum-ya?”

“Bisa aku minta bantuanmu?”,

“Bantuan?”

Kibum mengangguk setengah yakin.

“Kalau tidak diluar kemampuanku, aku akan membantu. Ada apa?”, tanya Kyuhyun dengan pandangan tanya. “Bisakah kau mengartikan perasaanku…pada Hyeobin? Saat Hyeobin manja kepadaku, aku sangat tidak suka dan lebih memilih memikirkan Sangrin. Tapi, kenapa saat ia benci padaku, hatiku…seakan runtuh? Hatiku merasa kehilangan yang amat sangat. Apa arti dari ini semua?”

Kyuhyun tersenyum dan menepuk bahu Kibum, “Itu artinya kau mencintai’nya. Hanya saja kau baru sadar sekarang.”

“Jinja? Lalu, bagaimana cara’nya meyakinkan’nya bahwa sekarang aku benar-benar mencintai’nya? Tampak’nya, ia sudah tak percaya padaku lagi…”, tanya Kibum dengan lirih. “Itu bisa kuatur… Tenang saja, Kibum-ya.”, ucap Kyuhyun sembari menyeringai kecil. “Jinja?! Kamsahamnida, Kyu-ya! Kau memang yang terbaik!”, seru Kibum seraya tersenyum ceria.

***

Kyuhyun melangkah kembali menuju rumah sakit esok hari’nya. Perlahan, ia membuka pintu rawat Hyeobin dan bisa melihat’nya sedang dirawat oleh seorang suster. Suster yang sama dengan yang kemarin. “Annyeong…”, sapa Kyuhyun. “Annyeong haseyo… Mau menjenguk Nona Hyeobin? Kalau begitu, saya permisi dulu.”, kata suster tersebut seraya tersenyum dan menunduk kecil.

“Ada apa, Kyu-ya?”, tanya Hyeobin dengan sedikit bingung. “Ahh, aku akan langsung ke topik, Hyeo-ya… Cobalah memaafkan Kibum. Ia—”

Hyeobin memotong, “Aku sudah memaafkan Kibum. Kau juga sudah lihat sendiri kan?”, tanya’nya dengan dingin. “Aku tau… Tapi aku juga tau kau tidak sepenuh’nya memaafkan Kibum. Dia sudah sadar, Hyeo-ya. Dia mencintaimu, dan dia baru sadar sekarang… Berikan Kibum kesempatan sekali lagi. Aku juga tau dan sangat yakin kau masih mencintai’nya, bukan? Bahkan sangat besar.”

“Siapa yang tau kalau ia hanya bersimpati padaku? Atau bisa juga ia hanya menjalankan permintaan Sangrin.”

“Tapi itu tidak benar. Kemarin dia sendiri yang mengatakan’nya padaku. Jebal, Hyeo-ya, pikirkanlah lagi semua ini. Daripada dirimu yang menyesal sendiri…”

Hyeobin terdiam, “Ara… Akan kupikirkan. Gomawo, Kyu-ya, untuk semua’nya.”

Kyuhyun mengangguk, “Kalau begitu aku permisi dulu ya. Aku harus pergi ke kampus hari ini. Annyeong, Hyeo-ya~”

“Annyeong, Kyu-ya~”

Kyuhyun berjalan keluar ruangan dan bisa melihat suster tersebut sedang berdiri di depan pintu. “Ahh, anda sudah selesai?”, tanya’nya dengan sedikit gugup. Kyu mengangguk canggung dan langsung bergegas pergi. “Eh, tunggu! Apakah boleh saya menanyakan sesuatu?”, tanya suster itu dengan ragu. “Wae?”

“Apa hubunganmu dengan Nona Hyeobin?”

“Kita hanya teman. Wae-yo?”

Suster itu gelagapan dan menundukan kepala’nya, “Ani, hanya bertanya. Kalau begitu, annyeong…”

“Annyeong~”, sahut Kyuhyun sembari melanjutkan perjalanan’nya ke mobil. Sebelum pergi, ia mengenang kembali masa lalu’nya. “Suster itu mirip dengan Sooyeon, cinta pertamaku dulu saat SMP.”, gumam Kyuhyun seraya tersenyum lirih. “Seandai’nya Sooyeon masih ada disini, mungkin kita berdua sudah…Aishhh! Buat apa aku memikirkan dia? Dia adalah masa laluku. Cho Kyuhyun, seharus’nya kau tidak usah memikirkan dia lagi!”

***

Sangrin memandang kosong langit-langit kamar’nya. Memikirkan semua yang ia rasakan hari ini. Pikiran’nya masih penuh dengan seluruh perasaan yang ia dapatkan. Hati’nya perih jika memikirkan kejadian tadi. Tak lama, ketukan pintu terdengar. “Masuk…”, pinta Sangrin dan pintu pun terbuka. “Sungmin-oppa?”

Sungmin tersenyum tipis dan duduk di sebelah Sangrin, “Kau masih sedih?”

“Sedih? Sedih kenapa?”, tanya Sangrin biasa, berusaha menutupi semuanya. “Jangan seperti itu. Aku tau kau sangat sedih saat bertengkar dengan Siwon tadi… Iya, kan?”, tanya Sungmin sembari tersenyum manis. Dan entah mengapa senyuman hangat itu berhasil membuat Sangrin meneteskan air mata’nya. “Apa yang harus kulakukan, Min-oppa? Bagaimana pun, Siwon-oppa sudah bersamaku dari kecil. Dan baru pertama kali kita bertengkar separah ini.”

Sungmin mengelus rambut Sangrin, “Gwenchana… Nanti pasti kalian akan segera berbaikan.”

“Kamsahamnida, oppa… Kau seperti malaikat bagiku.”

“Kenapa aku seperti malaikat?”, tanya Sungmin bingung. “Karena oppa selalu ada disaat aku sedang sedih. Saat Kibum-oppa bersama Hyeobin-onnie dulu, dan sekarang karena aku bertengkar dengan Siwon-oppa… Kau seperti malaikat penolongku.”, jawab Sangrin sembari tersenyum. Sungmin balas tersenyum dan kembali mengelus rambut Sangrin.

Sungmin berucap, “Kalau begitu, mulai sekarang aku akan menjadi malaikat penolongmu yang selalu ada disaat kau membutuhkan. Kalau kau butuh aku, panggil saja namaku tiga kali. Arasso?”

“Kalau begitu, oppa akan terlihat seperti jin lampu daripada malaikat penolongku…”, kata Sangrin polos dan mereka berdua tertawa. Suasana setelah itu menjadi diam. “Kau juga adalah malaikatku, Rin-ah. Tidak tau kenapa, saat berhasil menghiburmu dan bisa melihat dirimu tersenyum lagi, aku merasakan kebahagiaan yang tak terkira.”, sahut Sungmin seketika, membuat rona merah muncul di kedua pipi Sangrin.

Sungmin mengambil sesuatu dari sakunya dan langsung memakaikan’nya di leher Sangrin. “Apa ini, oppa? Kalung?”, tanya Sangrin terkejut.

“Ne… Ada tulisan ‘SS’ disini! Dan aku juga memakai sepasang yang sama. Sangrin-Sungmin. Bukannya ini bagus? Tadinya mau aku berikan padamu saat jalan-jalan kemarin malam. Tapi, karena tak jadi, aku memberikannya sekarang saja.”, jelas Sungmin. “Wuahh… Kamsahamnida, oppa. Ini sungguh indah!”

“Kalau begitu, aku pulang ke apartement-ku dulu ya? Annyeong, Sangrin-ah… Ingat, panggil namaku tiga kali.”, pamit Sungmin sembari tersenyum dan melambai. Sangrin balas melambai dan tersenyum. Lalu, ia menatap kalung pemberian Sungmin. “Sangrin-Sungmin? Atau Sangrin-Siwon? Ahhh… Apa yang kau pikirkan, Sangrin-ya?! Sungmin-oppa selalu ada disaat kau bersedih, tapi Siwon-oppa? Dia malah bertengkar denganmu! Apakah kau tidak bisa mulai mencintai Sungmin-oppa?”

Sangrin terus berbicara dalam hati, memikirkan semuanya dengan seksama. Kepala’nya merasakan pening seketika dan ia pun memutuskan untuk tertidur.

***

“Kajja, kita berangkat…”

Kibum tersenyum dengan bahagia’nya, dilanjutkan dengan anggukan Sangrin, Kyuhyun, Siwon, dan Sungmin. Bahkan Myorin juga ada disitu. Mereka akan menjenguk Hyeobin bersama. Setelah sampai, mereka satu-persatu menjenguk Hyeobin, karena memang jumlah mereka terlalu banyak untuk langsung masuk bersama. Kali ini gantian Kibum, tadinya Kibum mau mengajak Kyuhyun, namun Kyuhyun menolak, takut ‘menganggu’ Kibum dan Hyeobin.

Yang lain—selain Kibum memutuskan duduk di ruang tunggu.

“Rin-ah… Untuk yang kemarin, aku minta maaf ya. Aku sadar aku salah… Waktu itu aku sedang emosi.”, ucap Siwon sembari menunduk kecil. Sangrin tersenyum, “Gwenchana, oppa… Aku juga minta maaf ya.”

“Akhirnya, kalian baikan juga!”, seru Kyuhyun senang, dibalas anggukan Sungmin. Namun, Myorin hanya bisa bingung, karena tidak mengetahui apa-apa. Sangrin dan Siwon mulai bercanda dan bermain lagi. Sedangkan Sungmin, Kyuhyun, dan Myorin hanya bisa terdiam melihat tingkah mereka berdua. Tak sadar, tangan Sungmin mengepal. Hatinya perih saat melihat kemesraan mereka berdua.

Myorin memegang tangan Sungmin, “Sabar, oppa…”

Sungmin terkejut, “Sabar untuk apa?”

“Aku tau kalau oppa…mencintai Sangrin.”, jawab Myorin yakin. “Darimana kau tau?”, tanya Sungmin, masih setengah terkejut. Myorin tersenyum kecil, “Terlihat jelas dari matamu.”, jawab Myorin lagi. “Ahh… Kau juga ya.”

“Naega?”

Sungmin balas tersenyum, “Kau juga mencintai Siwon ‘kan? Aku juga bisa melihatnya, dari matamu.”

Mereka berdua terdiam sebentar dan akhirnya tertawa miris. “Tampaknya kita sama-sama patah hati ya?”, tanya Sungmin lirih. Myorin mengangguk, “Kasian sekali nasib kita, harus mencintai seseorang yang bahkan tidak mencintai kita.” Sungmin mengangguk, “Bagaimana kalau kita sama-sama berusaha untuk melupakan mereka?”

Myorin kaget, “He?!”

“Ne. Daripada kita sama-sama menderita?”, tanya Sungmin seraya tersenyum. Myorin memikirkannya cepat, “Aku juga mau, oppa. Tapi, aku tidak tau bagaimana caranya.”

Sungmin mengangguk, “Aku tau!”

“Ottokhae?!”

“Obat yang paling mujarab adalah mulai mencintai orang lain.”, jawab Sungmin yakin. “Masalahnya siapa orang lain itu?”, tanya Myorin seraya menunduk. “Aku.”

“Mwo?!”

***

“Aishh… Sangrin dan Siwon sedang asyik bermain, sedangkan Sungmin dan Myorin sedang mengobrol. Hal yang paling menyebalkan di dunia ini adalah tidak punya pasangan, dan di depan mata, ada orang yang sedang melakukan itu.”

Kyuhyun berdecak kesal. “Iri ya, oppa?”

Yang ditanya kaget dan menoleh ke samping, “Kau?!”

Suster yang ada dihadapan Kyuhyun tersenyum. “Ne, aku adalah suster yang kemarin dan yang kemarin lagi.”, ucap suster tersebut, seakan mengetahui pikiran Kyuhyun. “Annyeong~ Kyuhyun imnida.”, sapa Kyuhyun, karena merasa bosan dan ingin mencoba berteman dengan suster itu. “Ahh, Kyuhyun-ssi…”

“Kau belum memperkenalkan diri…”, jawab Kyuhyun kecewa.

“Benar-benar tidak ingat siapa aku?”, tanya suster itu, cemberut. Kyuhyun menggeleng pelan. “Ahh, ingatanmu memang selalu payah, GaemKyu…!”, seru suster itu. “GaemKyu? Jamkkaman! Kau Sooyeon?!”, tanya Kyuhyun sembari mengamati suster itu dengan seksama. “Keurae, GaemKyu!”

“Ahh… Memang hanya kau yang memanggilku ‘GaemKyu’.”, ucap Kyuhyun sembari tersenyum ceria. “Kau sudah pulang dari Swedia?”, lanjut’nya lagi. Sooyeon menjitak kepala Kyuhyun pelan, “Kau ini masih babo saja. Tentu saja aku sudah pulang. Kalau belum, aku tidak akan ada disini, BaboKyu…!”

Mereka berdua tertawa ceria.

***

“Hyeobin-ah, maafkan aku. Sekarang aku baru sadar perasaanku yang sesungguhnya.”, ucap Kibum sembari mengelus rambut Hyeobin. “Ahh… Kau sudah mengatakan’nya berapa kali, hah?! Ne, aku sudah memaafkanmu, Kibum jagi.”, jawab Hyeobin sembari tersenyum. Kibum pun juga tersenyum.

Suara dering ponsel berbunyi tiba-tiba. Kibum mengangkat’nya. “Ne. Ne. Mwo?! Ne. Aku akan segera kesana!”

“Kenapa, jagi?”, tanya Hyeobin. “Sepupu jauhku yang berada di Mokpo mau kesini. Aku disuruh menjemput’nya dari bandara Incheon.”

“Ahh, Lee Donghae? Yasudah, sana jemput dia!”

Kibum mengangguk, “Gomawo, jagi. Aku akan kembali sebentar lagi. Saranghae~”

Hyeobin terkekeh, “Ne, saranghae~”

Kibum menuju pintu, lalu kembali sebentar untuk mengecup Hyeobin, dan langsung pergi. Membuat Hyeobin merona.

###

@All : Komen ya~~~ ^^

Advertisements

Comments on: "Fanfiction : ~Happy For Love~ (Chapter Five)" (7)

  1. Knp gw jadi suster ya ?? Wkwk

  2. Haha .. Bagus kog .. Gw tunggu part 6 nya .. Ayooo cepetan . Mumpung lg liburan nh onn .. Hahaha .. 🙂

  3. Wawawawawa
    Hahahahahaha
    Baguslah sang udh ngga ganggu *tendang chris*
    Itu si ikan mokpo, buat aku ya? Hehe
    Ntar kasian haebin ngga ada bapaknya
    Sekalian hyuk jg, buat eunbi
    Wkwkwkwkwk *ngga tau diri*
    Daeeebakkkk!!
    Gomawo udh menyingkir dri kehidupan hyeo-bum *popo chris*

  4. Lama aye gag kesini #ditendang chris …
    hadeeuh makin bagus ff mu nak #elus2 pala taem (?)

    cepet lanjutin yeeh aye bulukan neh kadang2 kalo baca ff sequel *sendirinya bikin XD

    hahahahaha #abaikan

    keep writing ^^bbbbb #dijitak banyak omong XD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: