Full of inspiration and story

“Di…mana…ini?”, tanya Donghae yang ternyata sudah sadar. Ia mencoba bangun, namun kepalanya terasa sangat berat dan seluruh tubuhnya seakan ditimpa ribuan ton karung beras. “Kau sudah sadar?”, tanya Kyuhyun dan Kibum secara bersamaan. Donghae menoleh pelan kearah mereka berdua dan satu orang yang masih pingsan. “Siapa…kalian? Dan…dimana ini?”

“Aku Kibum dan dia Kyuhyun. Kita ada di sebuah penjara… Aku tidak tau tepatnya tempat apa ini~”, jelas Kibum dibalas anggukan Kyuhyun. “Sebenarnya…kenapa…kita…ditangkap seperti ini?”

Donghae, Kyuhyun, dan Kibum menoleh dan bisa melihat Siwon sedang beranjak bangun ke posisi duduk. “Sudah sadar, Siwon-ah? Appa-mu pasti akan marah sekali jika tau kau diculik seperti ini…”

Seketika Donghae dan Kyuhyun menunjuk Siwon. “Jadi, benar kau anak Presiden Korea Selatan??!!”, tanya mereka berdua dibalas anggukan datar Siwon. “Kau juga…tidak tau jika appa Kibum adalah…Menteri Ekonomi Kim Raebum?”

Mereka berdua—Donghae dan Kyuhyun makin membelalakan mata mereka. “Lebih baik kita berkenalan secara formal… Dimulai dariku ya? Kim Kibum imnida~ 18 tahun dan mahasiswa di Seoul University. Jurusan bisnis.”, ucap Kibum seraya tersenyum. “Choi Siwon imnida~ 17 tahun dan pelajar kelas 3 SMA di Hangra High School.”

Kyuhyun menunduk kecil. “Cho Kyuhyun imnida~ 17 tahun dan Pemegang Juara Bertahan Matematika termuda. Kelas 3 SMA di Sangki High School.”

Donghae, Siwon, dan Kibum kembali terkejut. “That’s cool~!”, seru Kibum dibalas anggukan Donghae dan Siwon. “Lee Donghae imnida~ 18 tahun dan mahasiswa di Namjae High School. Jurusan seni.”, balas Donghae sembari menunduk kecil. “Kau seorang mahasiswa seni? Wah~ Sudah lama aku ingin menjadi entertainer…!”, seru Siwon girang. Kibum tersenyum semangat.

“Jinca?! Aku juga…!”

Kyuhyun ikut mengangguk. “Aku juga sama…!”

“Bidang mana yang kalian mimpikan? Kalau aku, dancer…”, kata Donghae senang, mungkin karena tak sengaja memiliki teman baru yang mempunyai impian yang sama dengannya. Siwon tersenyum. “Kalau aku dalam bidang acting~!” Kibum ikut tersenyum. “Kalau aku model~!”, Kyuhyun mengangguk-angguk, “Aku singer~! Aku benar-benar ingin menjadi penyanyi…”

“Wah…! Kita memiliki satu impian yang sama~”

Semuanya mengangguk girang, namun kegirangan mereka terhenti saat melihat Donghae tiba-tiba kesakitan. “Wae-yo, Donghae-ya?”, tanya Kyuhyun bingung. “Lukaku…sakit~” jawabnya terbata-bata. Seketika Kibum mengecek luka di leher Donghae, yang sudah mulai membiru. Sama seperti bibirnya yang juga membiru. “Kupikir ia terkena racun… Dan racun itu ada dalam tubuhnya.”

“Darahku juga belum berhenti mengalir…”

Sontak semuanya melihat kearah sang pembicara. “Darahmu bisa habis jika terus mengalir seperti ini terus menerus, Siwon-ya~!” seru Kyuhyun terkejut. “Kalian berdua seharusnya cepat ditangani, jika tidak…aku tidak tau apa yang akan terjadi.” kata Kibum dengan wajah cemas.

Kyuhyun memeriksa luka Donghae dengan cermat. “Ini…aku kenal racun ini. Racun ini sering dipakai untuk mencelakai orang~! Racun ini akan menyerang darah secara perlahan. Dan…jika tidak segera ditangani dalam tiga hari, orang yang terkena racun ini akan—kalian taulah.”

Kibum terbingung. “Lalu apa yang harus kita lakukan? Darah Siwon juga belum berhenti…”

“Coba saja ikat dengan kain ini…” ucap Kyu seraya memberikan kain dari tasnya. Kibum mengangguk dan mulai mengikat luka di kaki Siwon. “Tidak ada manfaatnya… Darahku malah berpindah membasahi kain~ Tak ada yang bisa kita lakukan disini.” kata Siwon dengan pelan. Donghae seketika menatap Siwon tajam. “Lalu apa yang harus kita lakukan? Kau mau membiarkan kita mati konyol?!”

Siwon ikut menatap Donghae. “Bukan begitu maksudku~! Kita harus keluar dari sini… Itu cara satu-satunya agar kita berdua bisa bertahan hidup~”

Kyuhyun dan Kibum berbicara secara bersamaan, “Bagaimana caranya?” Siwon menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Aku…belum memikirkan hal itu.” ucapnya dibalas tundukan lemas yang lainnya. “Bahkan ruangan ini tidak mempunyai rongga sama sekali. Hanya ada titik-titik kecil yang bahkan tidak bisa dilewati nyamuk sekalipun…”

Semuanya mengangguk mendengar analisa Kyuhyun. “Lalu?”, tanya Donghae mencari jawaban. Namun tak ada yang bisa menjawab pertanyaannya.

Kibum mulai berdiri dan memeriksa seluruh permukaan tembok ruang pengap yang mereka tempati. Sedangkan Kyuhyun berkutat dengan semua peralatan yang ada di tasnya, mencoba mencari cara untuk menyembuhkan Donghae dan Siwon.

“Aku tau!”

Teriakan Kibum sontak membuat ketiganya menoleh, menatap Kibum dengan tanda tanya. “Lihat langit-langitnya! Diujungnya terdapat semen yang lunak, mungkin terlalu lama terkena air hujan. Mungkin jika kita bisa membobol langit-langit itu, kita bisa keluar dari sini!”

“Daebak, Kibum-ya…!”, puji Donghae dengan girang dibalas anggukan Siwon. “Masalahnya sekarang, bagaimana caranya menyampai langit-langit itu? Langit-langit itu terlalu tinggi untuk kita. Bahkan Siwon yang paling tinggi disini saja tidak bisa menyentuhnya.” Kyuhyun tiba-tiba berbicara, membuat ekspresi Kibum, Siwon, dan Donghae yang tadinya riang berubah menjadi kecut kembali.

“Tunggu~! Dimana tasmu, Kyuhyun-ya?”, tanya Siwon dengan cepat. Sontak Kyuhyun memberikan tasnya. Siwon mulai mencari semua barang yang ada ditas itu. Setelah lama mencari, sebuah senyuman terhias di bibirnya. Dengan girang ia menunjukkan barang yang ada di tangannya. Sebuah tali dengan string kecil. “Kemana kau membawa ini di tasmu, Kyu-ya?”, tanya Kibum penasaran.

“Sesudah sekolah, aku akan berjualan. Dan biasanya barang jualan ini, kutaruh di sepedaku dengan bantuan tali dan string ini agar tidak ja—.”, jelas Kyuhyun. “Apakah kalian tidak mengerti point yang aku maksud?”, tanya Siwon menginterupsi.

“Maksudmu, tali dan string ini bisa digunakan untuk mencapai langit-langit itu kan?”

“100 for you…!”, puji Siwon kepada Donghae yang bisa menebak apa yang ada di pikirannya.

Kibum dan Kyuhyun membelalakan matanya, “Ahh…!!! Kau benar, Won-ya~!”, puji mereka hampir bersamaan. Kibum dan Kyuhyun langsung bergegas mengambil tali dan string yang ada di tangan Siwon, lalu bahu membahu melemparkan string yang sudah diikat pada tali tersebut ke langit-langit. Setelah telah dipastikan, Kibum mulai memanjat naik dengan tali dan mulai membobol bagian langit-langit yang lunak tersebut. “Berhasil~!”

Kyuhyun menoleh kepada Donghae dan Siwon, “Kalian tunggu disini, aku dan Kibum akan masuk ke dalam langit-langit itu dan menyelinap masuk. Lalu kami akan membuka pintu untuk kalian. Ara?”

Donghae dan Siwon mengangguk. “Bawa dan pakai ini di kerah kalian. Untuk mempermudah komunikasi.”, seru Siwon sembari memberikan dua micro-phone kecil untuk Kyuhyun dan Kibum. Mereka berdua mengangguk dan mulai memasuki langit-langit yang telah hancur dibobol itu. “Ini…”

Donghae mengambil micro-phone yang diberikan Siwon, “Gomawo~”

Mereka berdua mengenakan micro-phone itu segera. Dan menunggu kedatangan atau kabar dari kedua teman mereka.

 

+++

 

“Ahh, sangat sempit disini…”, protes Kyuhyun saat baru memasuki lorong yang amat kecil. Ia menoleh ke depan dan bisa melihat Kibum sudah berjalan jauh di depannya. “Ya! Tunggu aku, Kibum-ya!!!”, seru Kyuhyun sembari menambah kecepatannya. “Palli, Kyu-ya…! Donghae dan Siwon bisa kenapa-napa jika kita tidak cepat.”

Kyu mencibir, “Kau kan punya tubuh yang lebih kecil, jadi pasti muat. Kalau aku kan tidak…”

Kemudian mereka pun melanjutkan perjalanan dengan diam. “Kyu-ya… Ada dua cabang disini. Mana yang harus kita pilih?”, tanya Kibum sembari menunjuk dua cabang di dalam ventilasi udara yang mereka lewati itu. “Ehmm… Yang kanan saja.”, usul Kyuhyun cepat. “Kau tau darimana?”, tanya Kibum lagi, penasaran. “Hanya feeling~”, jawab Kyu santai.

Kibum mendengus dan meneruskan perjalanannya ke kanan, bergantung pada feeling Kyuhyun. Hingga mereka berhenti di sebuah jalan buntu. Di bawahnya ada tembok lunak, seperti yang mereka temui di ruang sekap mereka itu. “Apa yang kita harus lakukan agar tembok ini pecah?”, tanya Kyuhyun, berusaha memikirkan semuanya. Kibum menendang-nendang tembok itu dengan kakinya, namun tak ada yang berubah.

“Bagaimana ini?”

Kyuhyun menggeleng tanda tidak tau. “Akan aku coba hubungi Donghae dan Siwon dengan micro-phone ini. Yoboseyo?”

Suara Donghae terdengar, “Yoboseyo… Kyuhyun-ya, ada apa?”

“Kita sudah ada di jalan buntu dan hanya ada tembok lunak yang ada di bawah kita. Kira-kira bagaimana kita menghancurkan tembok lunak ini? Kita butuh pendapat kalian…”, kata Kyuhyun menjelaskan. “Coba gunakan kawat. Kibum-ya, kau selalu membawa kawat kan di kemejamu?”, tanya Siwon memberi usul.

Kibum menggeledah saku kemejanya dan akhirnya menemukan sebuah kawat. “Bagaimana caranya menggunakan kawat untuk membuka tembok? Ini kelihatan tidak masuk akal, Siwon-ya.”, tanya Kibum kebingungan. “Ingat adegan film-film action? Gunakanlah cara itu.”

“Film action?” tanya Kyuhyun sembari mengingat-ingat. “Maksudmu dimana sang pemeran dalam film itu memelintir kawatnya dan memasukkannya dalam lobang kecil dalam pintu atau jendela kan?”, tanya Donghae. “Ne…! Donghae benar~”

“Akan kucoba!”, Kibum memulai aksinya memelintirkan kawat itu dan memasukkannya ke dalam lobang yang terdapat pada tembok lunak itu. Dan ceklek~!

“Berhasil~!”, seru Kyuhyun girang. “Kita akan segera masuk! Tunggu saja…”, kata Kibum sembari mematikan micro-phone nya. Mereka mulai turun dari atas dan akhirnya kembali menjejak lantai. “Dimana ini?”, bisik Kyuhyun saat melihat ruangan yang tidak pernah mereka lewati sebelumnya. “Molla. Sebaiknya kita cari ruangan itu.”, saran Kibum dibalas anggukan patuh Kyuhyun.

Mereka mulai mencari satu persatu ruangan. Dan dengan cepat, mereka bisa menemukan ruangan dimana Donghae dan Siwon berada. “Kajja kita keluar darisini~!”, kata Kibum dan Kyuhyun bersamaan. Kyuhyun memapah Siwon, sedangkan Kibum memapah Donghae. Namun perjalanan tampaknya tak semulus yang mereka kira. Beberapa panah melesat kearah mereka. Untung mereka bisa menghindarinya.

Dengan kecepatan yang ditambah, mereka bergegas mencari jalan keluar. Namun, panah mulai melesat dari berbagai arah, membuat mereka kerepotan menghindarinya. “Darimana panah ini?”, tanya Kibum seraya masih berusaha menhindari panah tersebut. “Tampaknya ini jebakan yang sudah mereka pasang…”, jawab Donghae, yang juga sedang bekerja keras menghindarinya.

Kyuhyun mengeluarkan sebuah lembaran besi besar, membuat tubuh dirinya dan Siwon yang sedang dipapahnya aman. “Berlindung saja disini!”, seru Kyuhyun. Donghae dan Kibum mengangguk dan mulai saling berdekatan hingga seluruh tubuh mereka aman. Dengan cepat, mereka kembali berlari mencari jalan keluar yang tidak mereka temukan sejak tadi. Sejauh mata memandang, hanya ada lorong-lorong gelap yang mereka langkahi.

“Tunggu…!”

Semuanya berhenti dan memandang Kyuhyun. “Wae-yo, Kyu-ya?”, tanya Kibum penasaran. “Perhatikan baik-baik lantai itu!”, Kyuhyun berucap sembari menunjuk lantai yang tepat berada di depan mereka. Kyuhyun mengambil kertas dari tasnya dan melemparnya ke lantai tersebut. Dan kertas itu…terlarut dan kemudian menjadi abu!

“OMONA~!!!”

Donghae terkejut setengah mati, begitu juga dengan yang lainnya. “Ottokhae?”, tanya Kibum bingung. “Coba saja lempar kertas lagi, tapi kali ini lebih jauh.”, Siwon berbicara. Kyuhyun mengangguk dan mencoba melemparkannya. Kali ini kertas tidak terlarut. “Jaraknya masih bisa kita lewati. Kajja!”, seru Siwon sembari berjalan perlahan-lahan dengan sedikit pincang dan meloncati lantai itu. Ia terjatuh, namun berhasil melewatinya.

“Kajja…!”

Mereka bertiga mengangguk dan mulai meloncat satu persatu. Kyuhyun meloncat dan berhasil. Begitu juga dengan Donghae. Saat Kibum melompat, kakinya hampir terkena lantai yang larut itu, namun untungnya Donghae, Kyuhyun, dan Siwon memegang kakinya, hingga hal mengerikan itu tak terjadi.

 

+++

 

Seorang pria berdiri di depan monitor. Kedua tangannya ia taruh di belakang. “Hebat juga mereka…”, puji orang yang duduk di sebelah kirinya. “Kau tak salah pilih orang, Jungsoo-ya~”, kata orang yang sedang berdiri di sebelah kanan Jungsoo. Yang diajak bicara, menghadap kearah mereka berdua.

“Tentu saja… Sangat susah memilih mereka, Youngwoon-ya, Joongwoon-ya.”

Orang dengan tubuh lebih besar mengkerutkan keningnya dan memperbaiki posisi duduknya, “Bagaimana caranya untuk memilih mereka?”

“Youngwoon benar. Bagaimana caranya memilih diantara banyak orang di muka bumi ini?”, tanya Joongwoon, ikut mengkerutkan keningnya. “Aku harus menerjemahkan huruf ‘Dousk’ yang ribet itu dan melakukan banyak riset.”, jawab Jungsoo seraya membetulkan letak kaca matanya.

“Huruf ‘Dousk’?”

Youngwoon bergedik, “Maksudmu huruf khusus Empat Ksatria itu?”

Jungsoo mengangguk, “Ne… Kau tau kan kisah Empat Ksatria?” Youngwoon dan Joongwoon mengangguk. “Kisah tentang Empat Ksatria pada abad ke-15 yang berhasil memerangkap musuh terbesar klan Super Junior kan? Walaupun akhirnya mereka berempat menghilang misterius dan musuh itu kembali berkeliaran kabur.”, kata Joongwoon dengan nada tanya.

“Dan sebelum mereka menghilang, mereka sempat menulis beberapa kalimat huruf Dousk yang konon hanya mereka berempat dan petuah sakti yang mengetahuinya…”, Youngwoon melanjutkan.

Jungsoo mengangguk, “…dan aku berhasil menerjemah satu kalimat itu.”

Youngwoon dan Joongwoon terkejut dan memandang Jungsoo dengan pandangan penuh tanya. “Apa artinya?!”, tanya mereka berdua bersamaan. Jungsoo tersenyum, “Bahwa suatu saat nanti akan ada empat ksatria yang adalah reinkarnasi mereka untuk menyelamatkan dunia ini. Dan merupakan pengacakan dari nama mereka.”

Joongwoon masih bingung, “Pengacakan dari nama mereka?”

“Maksudmu Lee Kyuhae, Choi Kiwon, Cho Sihyun, dan Kim Dongbum?”

Jungsoo mengangguk menanggapi pertanyaan Youngwoon. “Dan nama empat anak itu?”, tanya Jungsoo sembari mengangkat alisnya, berusaha membuat Youngwoon dan Joongwoon paham. “Lee Donghae, Choi Siwon, Cho Kyuhyun, dan Kim Kibum?!”, seru mereka berdua bersamaan.

“Unbelieveble…!”

Joongwoon menatap Jungsoo, “Dan artinya mereka adalah…”

“…reinkarnasi Empat Ksatria itu?”

 

#To Be Continue#

 

@All readers : Gomawo for baca… Komen please?? ^^

 

Advertisements

Comments on: "Fanfiction : ~Save The World~ (Chapter Two)" (8)

  1. Ahahahahahaha

  2. Huwaaa udh ku tunggu2 ff ini akhirny kluar jg kkkk
    keren critanyaaaaa…
    Udh diduga mreka gi diuji ama tuh petua2 wkwkw *jungsoo cs kkk
    love this story
    lanjut asap yah chris
    ditunggu lho ff ini hehe

  3. Annyeong!! visit my wordpress often! http://sjhpevesto.wordpress.com – read my fanfiction right there & give a comments! thanksomuch!♥

  4. jeongmal love this ff!!!
    Kerenn, onniee, lanjut yaa cepet,, pnasaran nihh!
    Keke

  5. lanjuut…bagusss…d^^b

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: