Full of inspiration and story

“Ottokhae, Kyu oppa??!!”

Kyuhyun mengangkat bahu’nya. “Molla, Myo-ah… Pintu’nya benar-benar terkunci dari luar. Tampak’nya kita harus benar-benar bermalam disini.” Myorin pergi ke suatu gudang, dan tak lama kemudian duduk dengan cemas. “Persediaan selimut sudah tidak ada… Ottokhae, oppa? Udara malam ini kan pasti sangat dingin…!” gumam Myorin kebingungan.

Myorin duduk di sofa, satu-satu’nya tempat empuk yang ada di butik itu. Kyuhyun ikut duduk di sebelah Myorin. Ia membuka jaket’nya dan memberikan’nya pada Myorin. Pandangan Myorin seketika tertuju pada Kyuhyun dan mengkerutkan dahi’nya. “Apa maksudmu, oppa?”

“Pakailah… Kau pasti kedinginan kan?”

Myorin menggeleng. “Aku memang kedinginan, oppa… Tapi nanti kau juga pasti kedinginan jika memberi jaket ini padaku.” Kyuhyun berpikir sejenak, lalu ia menjentikkan jari’nya. “Nah, kalau begini tidak ada yang kedinginan kan?” tanya Kyuhyun yang menaruh jaket’nya di tengah-tengah, membiarkan jaket itu menyelimuti mereka berdua.

Myorin terkejut dan membelalakan mata’nya tak percaya. Namun, ia tak bisa melawan, karena rasa dingin sudah mulai menusuk’nya.

“Kyuhyun oppa~”

Kyuhyun yang merasa nama’nya dipanggil menoleh. Myorin tampak ragu sejenak. “Apa…Siwon oppa dekat sekali dengan Sangrin?” tanya’nya dengan masih ragu. “Ne, mereka sangat dekat… Memang kenapa? Kau suka ya dengan Siwon?” tanya’nya dan wajah Myorin seketika memanas.

“And…wae~! Hanya…hanya bertanya. Tapi, bukankah Sangrin juga dekat dengan Sungmin oppa?”

“Kalau itu, aku tidak tau… Tenang, kalau kau memang menyukai Siwon, aku akan membantumu~” jawab Kyuhyun seraya tertawa kembali. “Andwae~!!!” ucap Myorin cepat sembari menundukan kepala’nya. Kyuhyun tersenyum jail. “Dasar cinta…” seru’nya seraya mengerucutkan mulutnya.

***

Suara kicauan burung menyambut datang’nya pagi. Sangrin membuka mata’nya perlahan dan bisa melihat Siwon sedang tertidur di sebelah’nya. Sangat damai dan manis. Tak sadar, ia membeku menatap pemandangan ‘indah’ di depan’nya. “Sudah bangun, Rin-ah?” tanya Siwon seraya membuka mata’nya perlahan dan beranjak bangun. Sontak Sangrin langsung mengedarkan pandangan’nya kearah lain.

“Kenapa kita ada di mobil? Mana Kyuhyun?”

Perempuan itu terkejut dan mengedarkan pandangan’nya ke seluruh mobil. “Tampak’nya kemarin kita ketiduran, oppa… Tapi, masa hingga sekarang Kyuhyun oppa masih ada di dalam butik?” Siwon mengangkat bahu’nya tanda tak tau. “Lebih baik kita periksa di dalam…”

Sangrin mengangguk dan mereka berdua—ia dan Siwon langsung bergegas ke butik. Mereka membuka pintu’nya dan langsung memasuki butik itu. Sangrin yang melangkah lebih dulu, memberhentikan langkah’nya. Pemuda yang lebih tinggi 25 cm dari Sangrin ikut membeku di belakang’nya. “Apa…kah itu benar-benar Kyu…op…pa?”

“Ne, itu…benar-benar Kyu. Kenapa Kyuhyun bisa bersama Myorin?”

Sangrin mengangguk setuju. Dengan cepat, ia langsung membangunkan Kyuhyun yang sedang berada di posisi ‘dekat’ dengan Myorin. “Sangrin-ya~!!! Untung kau datang…!”

Orang yang dipanggil menepis tangan oppa satu-satu’nya itu. “Tak bisa kubayangkan, oppa bisa mengkhianati Jinra onnie~!”

Kyuhyun terkejut, sedangkan Myorin yang juga sudah bangun langsung berdiri. “Siapa Jinra?” tanya’nya bingung. “Jinra onnie itu adalah istri Kyuhyun oppa… Kakak ipar’ku.” jelas Sangrin dibalas keterkejutan dari Myorin. “Kyuhyun oppa sudah punya istri? Kenapa kau tidak cerita, oppa? Tenang kok, kita disini karena pintu tiba-tiba terkunci dari luar… Tidak ada apapun!” elak Myorin dengan cepat, takut Siwon salah sangka.

“Jinja, Kyu oppa?!”

Kyuhyun mengangguk, tapi ia masih beku di tempat. Sedetik kemudian, ia mulai menitikkan air mata. “Wae-yo, oppa? Apakah perlakuan kasar’ku menyakitimu? Mian, oppa… Aku tidak tau kalau kalian hanya—“

“Bukan salahmu, Rin-ah. Hanya saja, aku dan Jinra…sudah cerai.”

“Mworago?! Cerai…??!! Tapi kenapa? Dan kenapa kau tidak pernah membicarakan’nya dengan kami selama ini?!” tanya Siwon angkat bicara.

Sangrin mengangguk tanda setuju, sedangkan Myorin hanya diam, tidak tau dan tidak mau ikut campur dalam masalah keluarga mereka. “Jinra…selingkuh dengan pria lain…dan aku melihat’nya sendiri dengan mata kepalaku. Setelah itu, aku langsung menceraikan’nya. Aku tidak mau melihat kalian ikut terbebani, jadi aku tidak cerita masalah ini kepada…kalian. Mian.”

Dengan cepat, Sangrin langsung memeluk Kyuhyun dengan erat. Siwon juga ikut tersenyum dan memeluk mereka berdua. Myorin hanya bisa melihat mereka dengan seulas senyum. Dalam hati’nya ia mengakui, bahwa ternyata Sangrin, Siwon, dan Kyuhyun memang oppa-dongsaeng yang sangat dekat.

“Kami pergi dulu ya, Myorin onnie. Annyeong~”

Myorin melambaikan tangan pada mobil yang baru memulai perjalanan’nya. “Sekarang, apa yang akan oppa lakukan?” tanya Sangrin memecah keheningan. Kyuhyun yang sedang menyetir, tampak berpikir keras. “Kupikir, aku akan melanjutkan kuliahku kembali sampai tamat.” jawab Kyuhyun yakin.

Sangrin menghela nafas kesal. “Aniya…! Maksudku dalam hubungan, bukan’nya yang lain~!”

“Molla… Yang penting sekarang, oppa tidak akan terlalu memikirkan percintaan.” jawab Kyuhyun dengan serius. Siwon dan Sangrin tertawa melihat perubahan sikap Kyuhyun. “Hei, ada apa dengan kalian?!”

“Ani-yo…!” seru mereka bersamaan.

Kyuhyun mengerucutkan bibirnya. Dan itu semakin membuat Sangrin dan Siwon tertawa. Di tengah tawa mereka, dering ponsel Sangrin berbunyi. “Yoboseyo? Nugu?” tanya Sangrin. “Sungmin imnida~ Ini Sangrin kan?” balas suara di balik telepon. “Ah, Sungmin oppa~! Wae, oppa?”

Seketika Siwon terdiam. Ada rasa cemburu di dasar hati’nya saat Sangrin memanggil nama Sungmin. “Ani… Oppa hanya ingin bertanya, apakah kau punya waktu malam ini?”

“Molla, oppa… Aku harus tanya Hyeobin onnie dan Kibum oppa terlebih dahulu. Memangnya kenapa?” jawab Sangrin dengan santai.

Sungmin terdiam sebentar. “Ani… Aku ingin mengajakmu jalan-jalan. Kabarkan oppa ya nanti~ Annyeong, Rin-ah.” seru’nya dengan lembut. “Ne, oppa… Annyeong~” balas Sangrin sembari menutup telepon. “Dari Sungmin hyung?” tanya Kyuhyun tanpa mengalihkan pandangan dari jalan di depannya.

“Ne…”

“Apa yang dia katakan?”

“Sungmin oppa bertanya apakah aku ada waktu malam ini…”

Kyuhyun menautkan alisnya. “Lalu? Kau menjawab apa?”

“Aku bilang aku harus menanyakan’nya pada Hyeobin onnie dan Kibum oppa dulu.”

Siwon angkat bicara. “Memangnya apa yang mau dia lakukan jika kau punya waktu?”

“Molla… Sungmin oppa hanya bilang ingin mengajakku jalan-jalan.” jawab Sangrin sembari menaikkan bahu’nya. “Dan kau percaya padanya? Dia adalah namja, Sangrin-ah…! Dan kau adalah yeoja~! Bagaimana jika dia ingin berbuat macam-macam padamu?!”

Sangrin sedikit terganggu. “Maksudmu apa, oppa?! Sungmin oppa bukan orang yang seperti itu~ Biasanya aku juga pergi dengan kau, oppa… Dan kau juga namja kan? Sama seperti Sungmin oppa?”

“Tapi tetap saja—“

“Cukup, Siwon oppa~~~!!! Ada apa sih denganmu?! Kyuhyun oppa yang adalah oppa kandungku saja tidak seperti ini!” bentak Sangrin dengan keras. Berhasil membuat Siwon terdiam dan memandang Sangrin tak percaya. “Aku…aku tak percaya kau membentakku saat ini, Rin-ah. Padahal…sebelumnya…dalam waktu selama 13 tahun kita saling mengenal, kau…kau tidak pernah melakukan ini padaku. Dan…ini semua hanya karena Sungmin hyung?”

Bersamaan dengan itu, mobil mereka telah sampai di depan apartement. Siwon langsung keluar dan pergi meninggalkan Sangrin serta Kyuhyun. Mata Sangrin berair dan tak lama mengeluarkan air mata. “Kau…menangis?” tanya Kyuhyun yang daritadi hanya diam.

Sangrin tak menjawab. Entah kenapa, hatinya sangat sakit. Sakit sekali. Ini adalah kali pertama ia mempunyai konflik dengan Siwon, oppa yang sangat ia sayangi. Atau yang Sangrin rasakan bukan hanya sekedar rasa sayang seorang dongsaeng kepada oppa’nya?

***

(Sangrin’s POV)

Aku mematut pantulan diriku di kaca. Sempurna. Dengan cepat, aku mengambil tas pinggang dan langsung beranjak keluar dari kamar. Hyeobin onnie dan Kibum oppa yang sedang duduk menatap TV sontak melihatku. “Mau pergi bersama…Sungmin ya?” tanya Hyeobin onnie yang nada’nya lebih tepat sebagai godaan, bukan pertanyaan.

Aku mengangguk seraya tersenyum. Kibum oppa hanya memandangiku. Pandangannya sangat sayu dan sendu. Hyeobin onnie beranjak dan menepuk bahuku. “Fighting~! Kurasa Sungmin itu menyukaimu…” komen’nya sembari berjalan kearah dapur. Aku hanya terdiam. Kulirik Kibum oppa yang masih menatapku dengan sayu.

“Kau…menyukai lelaki itu? Namanya Sungmin?”

Kibum oppa memandangku, meminta penjelasan. “Ne…oppa. Namanya Sungmin. Lee Sungmin.”

Kibum oppa menghampiri dan berdiri tepat di hadapan’ku. Tenang rasa’nya merasakan hembusan nafas’nya yang tertiup tepat di wajah’ku. “Jawab aku, Rin-ah… Apakah kau menyukai Sungmin?” bisik’nya lirih. Seperti sedang menahan kesedihan yang mendalam. Hatiku sakit rasa’nya. “Aku…aku…tidak tau, oppa. Aku—”

“Apakah kau lupa janjiku, Rin-ah? Aku bilang padamu bahwa aku akan segera datang padamu… Dan aku memintamu menungguku. Apakah kau melupakan janjiku? Nan…joengmal saranghaeyo, Rin-ah~ Dari lubuk hatiku yang terdalam. Apakah itu tak cukup untukmu?” potong’nya cepat. Air mata Kibum oppa keluar perlahan.

“Cobalah cintai Hyeobin onnie, oppa! Ia sangat mencintaimu. Dari lubuk hati’nya yang terdalam… Aku tak bisa. Tak bisa mengkhianati cinta onnie.”

Kibum menatapku tak percaya. “Kau pikir mudah untuk melupakan atau mencinta seseorang?! Sudah kucoba melupakan sosokmu dan mencoba mencintai Hyeobin… Tapi, aku tak bisa! Bayanganmu selalu muncul dalam hatiku. Saat memandang Hyeobin, aku merasa kaulah yang aku pandang… Hanya kau yang ada di hatiku, Rin-ah.”

PRANG~!

Sebuah suara mengejutkanku. Dengan sigap, aku dan Kibum oppa menoleh. Betapa terkejutnya kita—terutama diriku saat melihat Hyeobin onnie memecahkan piring yang dibawa’nya. Dan ia tak sadarkan diri. “Oppa…! Bawa Hyeobin onnie ke rumah sakit, oppa…!!! Apa yang oppa tunggu?!”

Aku menepuk-nepuk Kibum oppa yang hanya bisa diam. Pandangan mata’nya menatap Hyeobin dengan terbelalak. Untung Sungmin oppa datang dan membantuku mengangkat Hyeobin onnie untuk dibawa ke rumah sakit. Dalam perjalanan ke rumah sakit, Sungmin oppa menyetir di depan, dan aku di sebelah’nya. Sementara Hyeobin onnie yang masih tak sadarkan diri, terbaring. Kepala’nya disenderkan pada paha Kibum oppa.

Di rumah sakit, Hyeobin segera ditangani. Kami menunggu di luar. Aku duduk di bangku tepat di sebelah ruang rawat Hyeobin onnie. Sungmin duduk di sebelahku. Menggenggam tanganku untuk meredakan ke-khawatiran yang terus bergejolak. Sementara Kibum hanya bisa berdiri bolak-balik. Air mata’nya terus mengalir. Begitu pula denganku. Rasa bersalah terus berkelebat dalam hati dan pikiranku.

“Bagaimana keadaan Hyeobin?!”

Kami bertiga menoleh dan bisa melihat Kyuhyun oppa sedang melangkah terburu-buru, dilanjutkan Siwon oppa di belakang. “Dokter sedang menangani’nya.” jawab Sungmin saat menyadari tak ada yang mau menjawab. Kulihat Siwon oppa, pandangan’nya terus tertuju pada genggaman erat Sungmin oppa di tanganku. Sontak aku melepas genggaman tangan Sungmin oppa. “Sebenarnya, kenapa ini bisa terjadi?”

Kyuhyun oppa bergantian memandangi diriku, Kibum oppa, dan Sungmin oppa. “Aku tidak tau… Aku datang saat Hyeobin sudah dalam keadaan seperti itu.” jawab Sungmin lagi. “Sangrin jawablah…!” pinta Kyu oppa yang tampak’nya merasa tidak tau apa-apa. Aku hanya diam. Tak berani mengatakannya.

“Ini semua salahku…”

Pandangan semua orang sontak tertuju pada Kibum oppa. “Apa maksudmu?” tanya Kyu oppa masih bingung. Kibum oppa menghela nafas’nya. “Hyeobin mendengar pembicaraanku dan Sangrin. Dan aku yang memulai pembicaraan ini duluan… Jadi aku yang salah.”

Kyu oppa tampak penasaran. “Pembicaraan apa yang kalian bicarakan?”

“Aku…mencintai Sangrin. Dulu aku sempat menyatakan perasaanku pada’nya. Tapi, Sangrin menolak, dengan alasan tidak ingin membuat Hyeobin sedih. Jadi, aku membuat janji pada Sangrin. Janji agar ia menungguku dan bahwa aku akan kembali pada’nya suatu saat nanti. Saat mengetahui Sungmin akan mengajak’nya jalan, aku hanya meminta kepastian dari Sangrin. Apakah ia melupakan janjiku atau tidak. Sayang’nya pembicaraan kami didengar oleh Hyeobin. Dan terjadilah peristiwa ini…”

Semua orang tampak sangat terkejut. Tentu’nya kecuali aku dan Kibum oppa sendiri. Apalagi ekspresi Siwon dan Sungmin oppa. Tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Antara ekspresi terkejut, tak percaya, dan sakit.

“Jadi ini semua berasal dari cinta segitiga antara Kibum, Sangrin, dan Sungmin?” tanya Kyu oppa tiba-tiba. Kita semua mengangguk lesu. Namun tidak dengan Siwon oppa. “Bukan cinta segitiga, tapi cinta segi empat…”

Gantian semua mata tertuju pada Siwon oppa. “Agar masalah ini cepat selesai, mana yang kau pilih Sangrin-ya?”

Rasa’nya ingin kubungkam mulut oppa’ku yang satu ini. Sangat menyebalkan! Kenapa ia harus menyuruhku memilih? “Cepat tujukan pilihanmu, Sangrin-ah…!” seru Kyuhyun oppa tak sabar. Hwaaa~! Mana yang harus kupilih? Kibum oppa? Sungmin oppa? Atau Siwon oppa?

Tampak’nya harus aku jawab sekarang deh. Baiklah, semoga pilihanku tepat!

“Aku…memilih——”

###

~T.B.C~

@All : Komen seperti biasa ya… ^^

@HyeoMyo : Ottokhae?? Mian kalau part kalian sedikit… Next part aku banyakin deh~ 😀

@Hyun : Next part baru dimasukkin ya? ^^ Tunggu saja~


Advertisements

Comments on: "Fanfiction : ~Happy For Love~ (Chapter Four)" (12)

  1. hyaa .. Onnie … Saeng belom baca , tp uda di save pages ..hehe.. Pasti bagussss … Hahahahhaa …
    *ditunggu next part ya onn*

  2. Wah, aku kenapa tuh?
    Dasar rin jahat! *jambak sangrin*
    Huhuhuhu oppa~
    Bum: ne, jagi?
    Me: sjak kapan aku manggil kamu oppa? Aku mau ama ikan-oppa aja *ngabur ke pelukan hae*
    Bum: *cekek chris* gara2 kamu

  3. saranghae kyu~sj said:

    DAEBAKK chris~!

  4. buseeeettt .,. 3 orng skaligus .. Ckckck …
    Hahaha .. Lnjutin lg donk .. Pnasaran nh ..hehe.. Siapa yg lu pilih chris??
    *pnasaran abiss*
    hahahahahaha …
    Next part nya cepetan ya …hahaha

  5. chris akuu telat bacanya ..
    anda tak memberi tauu sayah XD ..
    lanjudd secepatnya ..
    ogkeh ^^b

  6. -_-”
    *bum teriak ngeri liat kepalaku botak*

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: