Full of inspiration and story

“Apa yang harus kita lakukan sekarang? Kekuatan kita sudah melemah… Tapi kita tetap tidak boleh menyerah.” ucap seorang lelaki seraya menaruh kedua tangannya di belakang dan melangkah bolak-balik. “Bagaimana jika kita memilih generasi muda penerus kita dan menyerahkan seutuhnya tugas kita ini kepada sang terpilih tersebut?” usul seorang lagi yang sedang duduk manis di depan komputernya.

Seorang bertubuh tegap langsung melirik orang yang baru bicara tadi. “Jangan gila, Park Jungsoo…! Generasi muda tidak bisa dipercaya~ Kau tau itu bukan? Itu sama saja dengan kau menghancurkan dunia…!” serunya dengan lirikan tajam.

Orang yang sedang bolak-balik seketika duduk di samping Jungsoo. Ia sadar bahwa Jungsoo bukan orang yang sembarangan bicara tanpa alasan yang jelas. “Hanya ini harapan kita, Youngwoon…! Lagipula tidak semua generasi muda tidak bisa dipercaya~ Kau juga tau ini bukan?”

Youngwoon berhenti melirik Jungsoo dan langsung menunduk. “Aku tau perasaanmu, Youngwoon-ah~ Aku tau kau dendam dengan generasi muda. Tapi hanya mereka pegangan kita… Jungsoo benar~!”

“Tapi…Joongwoon-ah—”

Pandangan Joongwoon menajam. “Tidak ada kata ‘tapi’ sekarang… Kita akan memilih generasi muda terpercaya dan yang paling bisa mengemban tugas kita~! Arasso?!” katanya lantang. Jungsoo dan Youngwoon menunduk setuju. Mereka bertiga menjulurkan tangannya kedepan.

“Karena kita…Syupe Juni~oer yeyo!!!”

+++

(Action 1)

Seorang pria duduk di sebuah café. Pandangannya tertuju pada secangkir kopi yang ia pesan. Tumpukan koran tertumpuk pada seluruh permukaan mejanya. Rambutnya sudah berantakan. Begitu juga dengan penampilannya. Tak lama, air matanya keluar. Dia tak memedulikan pandangan pengunjung café yang aneh saat melihatnya.

Yang ia butuhkan hanya pekerjaan. Agar ia bisa membayar uang kuliahnya. Agar ia bisa terus bertahan dan menjalani hidup yang melelahkan ini. Dengan cepat, ia menghapus air matanya, menghabiskan sisa kopinya, dan memungut koran-koran yang berjejer di meja café itu. Ia melangkah cepat keluar café seraya menenteng setumpukan koran yang sekarang sudah berada di kedua tangannya.

Tak sadar, ia menabrak seorang pemuda yang lebih tinggi darinya. Koran-koran yang ia bawa pun terjatuh berceceran. Tanpa memikirkan apapun lagi, ia langsung menunduk dan mulai memungut koran-korannya. Pemuda yang lebih tinggi darinya itu mematikan sambungan teleponnya dan mulai membantu memungut koran-koran yang tergeletak di tanah.

“Mianhamnida~ Neomu mianhamnida~”

Pria yang masih memungut koran-korannya itu ikut menunduk. “Gwenchana… Tapi sepertinya aku mengenalmu~” ucapnya sembari menyipitkan pandangan. “Mungkin kau salah orang…” ucap pemuda itu sembari berjalan cepat. Setelah selesai memungut semua koran yang berceceran, pria itu kembali melanjutkan langkahnya. Dia beranjak cepat menuju rumah kost-nya yang telah menunggak selama beberapa bulan.

Namun, di dalam perjalanan, ia dihadang beberapa orang ber-jas. “Mau apa kalian?” tanya pria itu kaget. “Apakah kau yang bernama Lee Donghae??!!”

Pria itu menunduk kecil. Masih bingung terhadap apa yang terjadi. “Kalau begitu ikut kami~!” ucap salah satu lelaki. Donghae kaget dan membelalakan matanya. “Tapi…kenapa? Dan…untuk apa?” tanyanya bingung. “Jangan banyak tanya~ Ikut saja!” teriak satu orang lelaki lagi.

“ANDWAE~!!!”

Donghae mulai berlari dengan sangat cepat menelusuri gang-gang kecil. Lelaki-lelaki ber-jas tersebut ikut mengejarnya dengan kecepatan yang luar biasa. Hingga mereka semua bisa mengepung Donghae dari segala arah. “Sebenarnya apa mau kalian, hah~?!” seru Donghae yang sudah terengah-engah. “Membawamu, tentu saja~!!!”

Tiga lelaki ber-jas mulai mendekati Donghae dan bergegas membawanya. Namun, Donghae menghindar dan mulai memukul salah satu lelaki tersebut. “Jangan remehkan aku~! Aku pernah diajari berkelahi sebelumnya…” katanya dengan puas. Salah satu lelaki ber-jas mulai mendekati Donghae dan melancarkan pukulannya. Donghae berhasil menghindar dan kembali memukul lelaki itu.

Hingga lelaki ber-jas itu hanya tinggal berlima. “Tampaknya kita harus menggunakan cara kedua.” ucap seorang lelaki berkaca mata hitam. Yang lain mengangguk.

Donghae terkaget. “Cara kedua?”

Empat lelaki diantaranya langsung mengepung Donghae. Ia yang memang pandai berkelahi bisa melawan mereka dengan mudah. Namun, tak ia sadari, satu orang ber-jas sudah berada di belakangnya. Menancapkan sebuah jarum beracun pada lehernya. Dan bersamaan dengan itu, Donghae terjatuh dan tak sadarkan diri…

+++

(Action 2)


Seorang pemuda berdiri di depan bangunan sekolah dengan perasaan kesal. Tiba-tiba, ponselnya berbunyi. Ia pun mengangkatnya. “Dimana kau Pak Kim? Bel pulang sekolah sudah berbunyi 20 menit yang lalu…!” seru pemuda itu dengan pandangan tajam. Tangan kirinya yang bebas ia masukkan ke dalam kantung seragamnya. “Mianhamnida, Tuan Muda Choi…”

Pemuda itu menghela nafas. “Sudahlah~! Aku akan pulang sendiri…!!!”

“Anda…tidak mau saya antar, Tuan Muda?” tanya pria separuh baya dari balik telepon. “Andwae~! Aku sudah lelah menunggu…!!!” jawabnya sembari menutup ponselnya. Dengan kecepatan maksimal, ia melangkah menuju arah rumahnya dengan berjalan kaki. Ia tak memedulikan pandangan orang-orang yang tentu saja mengetahui ‘siapa’ dia. Ponselnya kembali berbunyi.

“Choi Siwon-ya~! Apakah kau gila??!! Kau sadar tidak, kau adalah anak Presiden Korea Selatan? Berani-beraninya kau pulang sendiri tanpa pengawalan…! Apakah kau mau appa-mu ini malu?!” teriak Presiden Choi atau appa kandung dari pemuda ini.

Siwon mendengus kesal. “Itulah appa…! Appa selalu mementingkan kepentingan appa sendiri~ Pernahkah appa berpikir tentang kebahagiaanku??!!” serunya balik. “Jangan bercanda, Siwonnie~! Kau adalah anak Presiden…!!! Tidak mungkin kau tidak bahagia~~~!”

Baru saja Siwon akan melanjutkan pembicaraannya saat ia tak sengaja menabrak seseorang. Koran di tangan seorang pria itu terjatuh berantakan. Pria itu langsung menunduk untuk memungutnya. Siwon mematikan sambungan teleponnya dan mulai ikut memunguti koran pria itu.

Siwon menunduk kecil. “Mianhamnida~ Neomu mianhamnida~” katanya merasa bersalah.

Pria di hadapannya tersenyum manis. “Gwenchana… Tapi sepertinya aku mengenalmu~” ucap pria itu seraya menyipitkan matanya. Siwon terkejut. “Mungkin kau salah orang…” jawab Siwon dengan cepat seraya kembali melangkah terburu-buru. Dia berhenti untuk menarik nafas setelah memastikan sudah berjalan cukup jauh. “Apakah kau yang bernama Choi Siwon?!”

Siwon langsung menoleh dan dapat melihat lelaki-lelaki ber-jas sudah ada di hadapannya. “Mau apa kalian?” tanyanya kaget walaupun tetap tenang. “Ikut kami~!” seru lelaki ber-jas itu. Siwon masih berdiri dengan tenang. “Bagaimana kalau aku tidak mau?”

Para lelaki ber-jas tersenyum menyeringai. “Kalau begitu kami akan memaksa~” jawab salah satu lelaki ber-jas dan bersamaan dengan itu, serangan dilancarkan. Siwon yang sudah pernah diajarkan segala jenis teknik bela diri bisa melawan dengan baik. Sekarang perkelahian makin menegang. Tinggal satu lawan tiga.

“Jalankan rencana B~!”

Para lelaki itu mengangguk dan mengambil pistol dari sakunya. Mereka mulai menembak pistol itu kearah Siwon. Ia berhasil menghindar dengan cepat dan gesit. Namun, sial, satu peluru berhasil mengenai pergelangan kakinya. Dia pun terjatuh dan tidak sadarkan diri…

+++

(Action 3)


“Pulanglah, Kyuhyunnie~ Kau harus berjualan kan?”

Pemuda yang dipanggil mengangguk. “Pulang dulu ya ahjumma…” pamitnya seraya tersenyum tipis dan membereskan buku-bukunya. “Jika kau ingin belajar dan butuh penerangan, kau bisa kembali kesini kok~ Ahjumma akan menerimamu dengan senang hati. Ara?”

Kyuhyun tersenyum kecil. “Kamsahamnida, ahjumma…” ucapnya seraya mulai beranjak keluar rumah. “Kyuhyun-ya~!!!”

Dia menoleh dan bisa melihat ahjumma itu berada di depan pintu. “Kirimkan salamku untuk eomma-mu…!” seru ahjumma tersebut sembari melambaikan tangannya. Kyuhyun mengangguk dan meneruskan perjalanannya. Ia menaiki sepeda bututnya dan mulai mengendarainya menuju rumah.

Di rumah ahjumma itulah satu-satunya tempat dimana Kyuhyun bisa bebas belajar. Rumahnya penuh dengan barang dan tak ada pencahayaan sama sekali guna menghemat listrik yang sangat susah dibayar itu. Namun, dibalik kesusahannya dalam belajar, ia adalah siswa jenius yang selalu meraih juara dalam setiap pelajaran.

Kyuhyun terus menggoes sepedanya. Tepat saat ia melihat kedua orang sedang bertabrakan dan salah satunya menjatuhkan koran-koran. Tak tau kenapa tapi kedua orang tersebut menarik perhatiannya. Yang satunya berpakaian lusuh, yang satunya memakai seragam mewah. Sang pemuda yang berpakaian mewah itu rasanya cukup familiar dimatanya.

Ia berpikir cukup keras hingga akhirnya menyadari. “Bukankah ia adalah anak Presiden Korea Selatan, Choi Daewon?!” gumam Kyuhyun yang malah tak sadar mengikuti dari belakang langkah cepat pemuda itu. Ia memberhentikan sepedanya saat melihat pemuda jangkung itu berhenti. Tak lama, lelaki ber-jas sudah mengelilingi pemuda itu. Untung jarak Kyuhyun lumayan jauh dari pemuda tersebut, jadi dia tidak dilihat oleh sekumpulan lelaki-lelaki tadi.

“Jangan-jangan lelaki ber-jas itu adalah…musuh negara?!” gumamnya terkejut. Namun pikiran itu ia buang jauh-jauh saat ia menyadari bahwa lelaki ber-jas itu bukan hanya menganggu pemuda tersebut, tapi juga menganggunya!

“Apakah kau yang bernama Cho Kyuhyun?!”

Kyuhyun menegang. “Kalian…mau apa?” tanyanya dengan takut. “Ikut kami~!” seru salah satu lelaki ber-jas. “Untuk apa?” tanya Kyu lagi. “Ikut saja…!!!” seru lelaki tersebut lagi. Kyuhyun meneguk ludahnya perlahan. “Andwae~!!! Aku tidak akan ikut kalian…!”

“Kau mau nasibmu sama dengan kedua pemuda ini?!”

Dia terkejut saat melihat kedua orang yang tadi ia lihat sedang bertabrakan itu, sudah tidak sadarkan diri. Pemuda yang memakai pakaian lusuh sudah babak belur dan di lehernya muncul titik-titik darah. Bibirnya membiru, seperti terkena racun. Sedangkan pemuda yang memakai seragam dan yang ia kenal sebagai putra tunggal Presiden tersebut juga babak belur. Dengan darah yang berceceran di kaki kanannya.

“Apa tujuan kalian…sebenarnya?”

Para lelaki ber-jas menyeringai. “Menangkap kalian~!”

+++

(Action 4)


Seorang pemuda duduk di meja kerjanya. Sedang asyik memainkan game di tangannya. “Permisi, tuan…” panggil lelaki yang berada tepat dibalik pintu ruangannya. “Nuguseyo?” tanya pemuda itu seraya masih sibuk menjalankan game di tangannya. “Presiden Choi.”

Pemuda itu terkejut dan langsung menyembunyikan game di tangannya. “Suruh beliau masuk~!” katanya dengan berwibawa. “Annyeong hasimnika, Tuan Choi~” sapa pemuda tersebut seraya menunduk sopan. “Annyeong, Kim Kibum… Aku dengar, sekarang kau yang menggantikan appa-mu untuk mengurus perusahaan ya?” Kibum mengangguk. “Ne…”

Choi Daewon duduk di sofa. “Appa-mu sangat beruntung memiliki putra sepertimu… Tidak seperti putraku yang tidak tertarik sama sekali dengan politik dan bisnis~ Ia malah lebih ingin masuk sekolah seni… Huh~!”

Kibum hanya tersenyum tipis. Ia tau dan kenal baik siapa putra Presiden Choi itu dan ia mempunyai impian yang sama dengan Siwon, putra Presiden itu, yaitu menjadi seorang entertainer. Kibum di bagian model, sedangkan Siwon lebih suka di bidang acting.

“Kenapa kau melamun, Kibum-ah?”

Dia yang sadar langsung tersenyum kembali. “Aniya, Tuan Choi…” jawabnya sopan. “Aku akan menghadiri rapat dengan Perdana Menteri Inggris, jadi aku pamit dulu ya~ Sampaikan salamku pada appa-mu.” ucap Presiden Choi dengan tegas. Kibum kembali mengangguk. “Akan aku sampaikan…”

Setelah selesai, Kibum kembali berkutat dengan game-nya. Tak lama, suara ponselnya berbunyi. “Apakah kau Kim Kibum?” tanya suara dari balik telepon. “Ne, nuguseyo?” tanyanya sopan. “Aku Park Kiyoo, teman lama appa-mu. Bisa kita bertemu sebentar? Tempatnya di XXX.”

“Ne, ahjussi…”

Kibum langsung beranjak keluar ruangan dan mengendarai mobilnya menuju tempat yang sudah diberitahu. Setelah sampai, ia langsung memarkir mobilnya dan mulai keluar dari mobil. Tak lama, suara ponselnya kembali terdengar. “Kau terperangkap…” ucap suara dari ponsel itu.

Kibum kaget mendengarnya. Ia menoleh ke belakang dan bisa melihat puluhan lelaki ber-jas mengejarnya. Tanpa banyak bicara, ia berlari secepat mungkin dan sejauh yang ia bisa. Melewati gang-gang dan semua yang ada. Dia berhenti saat melihat seorang pemuda dengan tas selempang yang juga sedang dikerubungi lelaki ber-jas.

“Apa tujuan kalian…sebenarnya?” tanya pemuda itu dengan wajah pucat. Kibum melihat arah mata pemuda tersebut yang ternyata tertuju pada dua orang. Kedua orang itu sudah tak sadarkan diri dengan keadaan kacau. “Menangkap kalian~”

“Siwon?!” gumam Kibum tiba-tiba saat melihat salah satu orang yang tak sadarkan diri tersebut. Pemuda dengan tas selempang tersebut seketika menoleh. “Kau kenal dia?” tanyanya menyelidik. “Ne, dia temanku…” jawab Kibum singkat. “Bersiaplah seperti mereka berdua~!” jawab salah satu pria ber-jas dan langsung menyerang mereka. Kibum memberikan perlawanan, namun Kyuhyun yang tidak bisa berkelahi hanya dapat menghindar.

“Arghhh…!”

Kibum menoleh dan bisa melihat Kyu memegangi perutnya yang terkena pukulan. Dia lengah dan ikut terkena pukulan. Akhirnya, karena jumlah lelaki ber-jas itu yang sungguh banyak, Kyuhyun dan Kibum berhasil dilumpuhkan dan dibawa ke markas.

 

#To Be Continue#

 

@All readers : Comment please ‘n happy reading~ ^^ Author masih tidak berpengalaman dalam membuat FF bergenre Action, jadi mian kalau kurang seru… 😀


Advertisements

Comments on: "Fanfiction : ~Save The World~ (Chapter One)" (14)

  1. Huahhhhh nih sruuuuuuuuu bgt
    kyknya actionnya keren bgt sama alurnya baguusss…
    Lanjut asap..
    Mereka knp ditangkepin yak?
    Pnsraaaan

  2. gyahahahahaha
    sejujurnyaaaa aku belum bacaaaaa *digeplak author*

  3. saranghae kyu~sj said:

    menuruti permintaanmu utk komen. kurasa komenku sama dgn yg d atas. oh y, 1 pesan: kyu d sana jgn dibuat jelek. haebum jg. klo won udh ndk usah disuruh~

  4. hmm hmm *mikir*
    otakku ngga konek nih *lempar otak ke tanah*
    ntar aku baca ulang deh

  5. lanjudd appa ..
    Keren bgt ne kek.a ..
    Aggh,, penasaran .. XD

  6. eilin-chulie said:

    annyeong…slam knal buat author…^^
    FF bgus….part 2’x di tunggu….

  7. itu mereka be 4 yg d cari Jongsoo, Jongwoon, sama Young woon yaa,,

    Jadi penerus gitu dong ceeritanya??

    Aghh,, tau ahh,, blom ngerti sepenuhnya ni alur cerita,, tapi kyknya bagus keke

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: