Full of inspiration and story

“Sangrin-ya~! Hari ini, onnie akan memasak untuk ulang tahun Kibum… Rencana’nya, onnie akan memberikan kejutan untuk’nya. Bisakah kau membeli persediaan bahan di supermarket?”

Sangrin yang sedang menyapu, mengangguk kecil mendengar perintah onnie’nya.

Ia berjalan keluar dari apartement dan turun melewati lift. Disana sudah ada seorang lelaki yang sedang berada di lift yang sama. “Annyeong, Sangrin-ah…”

Minnie

Sangrin menunduk kecil. “Annyeong, Min oppa~”

“Mau kemana?” tanya Sungmin sembari tersenyum manis. “Ke supermarket, oppa… Kibum oppa ulang tahun hari ini~” Sungmin sedikit kaget saat Sangrin mengucapkan ‘Kibum’. “Bukankah Kibum adalah lelaki yang kau ingin lupakan waktu itu?”

Sangrin mengangguk pelan. “Ne, oppa~ Aku hanya mengabulkan perintah Hyeobin onnie, yeoja-chingu’nya Kibum oppa…”

Lelaki di sebelah’nya kembali terkejut. “Kibum sudah punya yeoja-chingu??”  Sangrin mengangguk lagi, kali ini lebih pelan. “Jadi, perempuan yang menyuruhmu itu adalah orang ketiga diantara kalian?”

Sangrin terdiam seraya menunduk. Sungmin masih memandang’nya penuh tanya. “Ani, oppa… Aku yang adalah orang ketiga diantara mereka~” ucap Sangrin pelan. “Mian. Aku membuatmu sedih ya? Mianhaeyo~”

“Gwenchana, oppa~ Ini kan memang kenyataan…”

“Mau aku antar?” tanya Sungmin saat pintu lift terbuka. “Oppa tidak sibuk?” Sungmin menggeleng cepat. “Kebetulan aku tidak punya jadwal kuliah hari ini. Kajja, Sangrin-ah…!” Sungmin langsung menarik tangan Sangrin menuju motor’nya.

Sangri naik ke boncengan Sungmin dengan malu-malu. “Peganglah tanganku, Rin-ah…” Sangrin sedikit kaget. “Ehh?” Sungmin langsung menggengam kedua tangan Sangrin dan mengalungkan’nya pada pinggang’nya sendiri. “Nah, bagus… Kajja, kita berangkat~!”

Tak sadar, daritadi mereka—Sangrin dan Sungmin—diperhatikan oleh seseorang. Ia, tepat’nya Siwon, sedang melihat mereka dengan pandangan nanar. Air mata’nya sudah jatuh. Mungkin semua orang akan mengira’nya namja yang cengeng, namun hati’nya merasa sangat perih.

***

“Sudah sampai~”

Sangrin turun diikuti Sungmin. “Lho, oppa kok ikut turun?” Sungmin kembali tersenyum. “Aku akan ikut membantumu~!” seru’nya dengan senyuman yang terus melekat. Membuat Sangrin terpana. Ah, senyum’nya sungguh manis~!

Tanpa basa-basi, ia membuka pintu supermarket dan menyuruh Sangrin masuk layak’nya tuan putri. Ia mengambil keranjang dan mengikuti kemanapun Sangrin pergi. Saat Sangrin melirik, Sungmin akan tersenyum.

Min

Setelah selesai membeli semua barang, Sungmin kembali mengantarkan Sangrin pulang. Di tempat parkir, Sangrin ingin membawa barang-barang yang tadi, namun Sungmin mengatakan agar ia saja yang membawa semua’nya.

Di depan pintu, mereka berhenti. “Kamsahamnida, Min oppa…” ucap Sangrin dengan termalu-malu. Sungmin mengelus rambut Sangrin pelan. “Kau sangat manis, Rin-ah…”

Sangrin mengetuk pintu dan munculah Hyeobin yang membuka pintu’nya. “Sudah membeli’nya, Sangrin-ah? Gomawo ya~ Taruh saja belanjaan’nya di dapur. Onnie dan Kibum akan jalan-jalan dulu… Ara?”

Sangrin mengangguk. “Ara, onnie~”

Ia pun kembali melihat lagi penampilan onnie’nya. Hyeobin memang sedang memakai gaun biru langit selutut yang sangat indah. Kemudian, saat ia akan menaruh belanjaan’nya di dapur, ia bisa Kibum baru keluar dari kamar. Lengkap dengan pakaian’nya yang elegan tapi santai.

Bummie

Sangrin bisa merasakan hati’nya kembali sakit saat melihat Kibum mendekati Hyeobin dan menggengam tangan’nya untuk keluar dari apartement. “Kita pergi dulu ya, Rin-ah? Annyeong~” kata Hyeobin dengan senyum yang tak pernah luput dari pipi’nya.

Sangrin mengangguk pelan dan tersenyum perih. Sebelum pergi, Kibum menoleh dan memandang Sangrin dengan tatapan ini-hanya-terpaksa dan jangan-marah-padaku.

Setelah mereka pergi, Sangrin langsung terduduk di sofa dan menangis dengan keras. “Kenapa kau menangis, Rin-ah? Apakah karena lelaki tadi? Siapa nama’nya, Kireom eh maksudku Kibum…?”

Sangrin memandang Sungmin yang sudah berada di sebelah’nya. “Kau…belum pulang, oppa?” tanya’nya dengan air mata yang masih bercucuran. Sungmin membelai Sangrin. “Jika aku pulang, siapa yang akan menenangkanmu?”

Begitu mendengar hal itu, Sangrin langsung memeluk Sungmin sembari menangis lebih keras.

***

Sangrin terbangun. Ia bisa melihat Sungmin masih memeluk’nya, dan sekarang sudah dalam keadaan tidur. Ia langsung memindahkan dengan susah payah Sungmin ke kasur’nya dan menyelimuti’nya.

Setelah itu, ia duduk di sebelah kasur. Memandangi Sungmin yang sekarang tidur seperti anak kecil yang polos.

Min Oppa

Ia mengelus rambut Sungmin yang sangat hitam dan lembut. “Kau ada disi…”

Sangrin terkejut saat mendengar seseorang—dengan suara tidak asing bersuara. Ia menoleh dan dapat melihat oppa satu-satu’nya sedang menatap’nya dengan pandangan kaget. “Wae, Kyu oppa?”

“Itu…Sungmin hyung kan? Untuk apa dia tidur di kasurmu, Rin-ah? Kalian…sedang tidak melakukan apa-apa kan?”

Sangrin memukul kepala oppa’nya.

“Sakit tau, Rin-ah~!!!”

“Salah sendiri Kyu oppa bilang begitu! Siapa juga yang lagi melakukan sesuatu…” seru Sangrin kesal. Kyuhyun hanya tertawa sembari mengelus-elus kepala’nya yang masih sakit. “Lagipula kenapa oppa kesini?”

Kyuhyun langsung menepuk kepala’nya sendiri. “Aku hanya menyampaikan, nanti malam kamu jalan-jalan ya bareng oppa dan Siwon? Kan sebentar lagi, oppa dan Siwon mau merayakan kelulusan sekolah. Mau ya?”

Sangrin tersenyum kecil seraya mengangguk. “Tentu saja, oppa…! Kalian berdua adalah oppa tersayangku dari kecil hingga sekarang~”

***

Malam sudah tiba. Sungmin terbangun dan mengerjapkan mata’nya perlahan. Sangrin sudah siap dengan pakaian’nya dan tersenyum saat Sungmin masuk. “Aku tertidur disini ya? Mian, Rin-ah… Ngomong-ngomong, kamu mau kemana?”

“Jalan-jalan dengan Kyu dan Siwon oppa…”

Sungmin kaget. “Kau…dan Siwon dekat ya?” tanya’nya lesu. Sangrin tersenyum tanpa menyadari ekspresi Sungmin sama sekali. “Tentu saja~ Siwon oppa sudah bersama denganku dari aku berusia 5 tahun… Bisa dibilang, ia adalah pelengkapku dan aku adalah pelengkap’nya.”

Lelaki dihadapan Sangrin merasa sakit seketika. Perkataan Sangrin seakan menusuk ulu hati’nya yang terdalam. “Gwenchana, oppa?? Kok diam begitu sih?”

“Gwen…chana~ Oppa pulang dulu ya? Annyeong, Rin-ah.”

Sangrin hanya mengangguk, masih bingung akibat perubahan sikap Sungmin secara tiba-tiba. Bersamaan dengan pergi’nya Sungmin, munculah Kyuhyun yang sudah siap dengan pakaian’nya pula dan langsung menarik tangan Sangrin. “Kajja~!”

Hyunnie

Bukan’nya ikut, tapi Sangrin malah tertawa terbahak-bahak. “Wae-yo, Rin-ah?” tanya Kyuhyun bingung. “Oppa, kau tidak cocok memakai kacamata hitam itu~!”

Kyuhyun memegang kacamata hitam’nya. “Memang kenapa? Kau merasa terpesona ya dengan ketampananku?? Aku kan sudah punya istri dan lagi, kau kan dongsaengku…”

“OPPA~!!! Siapa yang bilang kalau aku suka oppa…??!!”

Siwon mengampiri mereka dengan secercah senyuman yang dipaksa. “Tuh ya kan, kalian itu tidak pernah berubah dari dulu~ Seperti anjing dan kucing… Sudah, ayo kita jalan~”

Wonnie

Sangrin dan Kyuhyun mengangguk, mengikuti Siwon yang tampak’nya sedang tidak mood seraya masih saling menjulurkan lidah mereka. Mobil berhenti di sebuah restoran. Mereka bertiga pun masuk ke restoran itu.

“Wuah~! Sudah lama sekali tidak ke restoran ini…”

Kyuhyun tersenyum. “Terakhir aku kesini, aku masih kelas 6 SD… Kau juga ikut bersamaku kan, Won?” Siwon mengangguk pelan. Pandangan’nya masih tertuju pada sebuah tempat di ujung restoran. Kenangan masa kecil’nya yang indah kembali terulang.

***

“Kajja, Siwonnie…!” seru Kyuhyun kecil seraya menarik tangan Siwon kecil ke sebuah restoran. Mereka berhenti di sebuah tempat di ujung restoran. “Kenalkan ini Sangrin, dia adalah dongsaeng’ku satu-satu’nya…!!! Cantik kan?”

Pandangan Siwon dan Sangrin kecil pun beradu. Seulas rona muncul di kedua pipi mereka. “Aigoo, ada apa dengan kalian berdua?” tanya Kyuhyun bingung.

Dengan gemetar, Siwon kecil menyodorkan tangan’nya, bermaksud ingin bersalaman. “Annyeong~ Jeoneun Choi Siwon imnida… Usia 6 tahun~”

Sangrin ikut menyalami Siwon. “Annyeong, oppa~ Jeoneun Cho Sangrin imnida… Usia 5 tahun~”

***

Mengingat kejadian itu, Siwon tersenyum kecil. “Oppa~! Wae, oppa? Masih sakit setelah jalan-jalan waktu itu? Kok melamun dan malah tersenyum seperti itu?” tanya Sangrin yang sudah berdiri tepat di depan Siwon sembari menjinjitkan kaki’nya agar sejajar dengan Siwon yang jauh lebih tinggi dari’nya.

Siwon tersadar dan seketika pandangan mereka bertemu, sama seperti kejadian 13 tahun yang lalu. Namun, kali ini dengan jarak yang sangat dekat. Siwon menggumamkan sesuatu, tapi tidak ada suara yang keluar dari mulut’nya. Seakan pita suara’nya sudah kering oleh tatapan Sangrin.

“Ehem~”

Sangrin dan Siwon saling menjauh saat mendengar suara dehaman Kyuhyun. “Kajja, kita makan~! Aku sudah lapar…” lanjut Kyuhyun.

Mereka mengangguk dan akhir’nya duduk di salah satu kursi. Kyuhyun memesan banyak makanan, sehingga mereka bertiga harus menghabiskan’nya dengan sekuat tenaga. Setelah makan—dengan sangat kenyang—mereka mulai bergegas ke butik untuk membeli pakaian kelulusan SMA nanti.

“Selamat da…”

Mereka bertiga terkejut melihat si pemilik suara. “Myorin??!! Kau…disini?” tanya Kyuhyun mulai gugup kembali. “Ne, oppa… Ini kan butik’nya eomma’ku.” jawab Myorin dengan santai. “Butik eomma’mu?” tanya Siwon seraya menaikkan kedua alis’nya. Membuat Myorin terdiam seketika. Ia tak menyadari jika Siwon ikut datang ke butik ini. Jantung’nya mulai berdetak kencang kembali.

“Ne…op…pa.”

Siwon berdecak kagum. “Butik eomma’mu sangat indah dan bagus~!” Myorin merona seketika. “Gomawo, oppa…” jawab’nya malu-malu. “Kyuhyun oppa, Siwon oppa, kata’nya mau memilih baju? Kajja~!” teriak Sangrin bersemangat.

Myorin seketika memandang Sangrin. Hati’nya terasa sakit saat melihat Sangrin dekat sekali dengan Siwon. Mereka dipilihkan baju oleh Sangrin dan langsung berganti pakaian di ruang ganti. Tinggalah Myorin dan Sangrin sendirian. “Kau dekat dengan Siwon oppa, ya?”

Sangrin mengangguk seraya tersenyum, sama sekali tidak menyadari pandangan tajam yang diarahkan Myorin pada’nya. “Siwon oppa sudah kenal denganku dari aku baru berusia 5 tahun. Dia adalah namja pertama yang kukenal selain appa dan Kyuhyun oppa saat itu. Ia sudah kuanggap oppa’ku sendiri. Bahkan bisa dibilang lebih…”

“Ottokhae, Sangrin-ah?”

Sangrin dan Myorin menoleh dan bisa melihat Kyuhyun dan Siwon sudah selesai berganti pakaian. Kyuhyun pada kemeja abu-abu dan Siwon pada kemeja biru. “Kalian sangat tampan, oppa…!” puji Sangrin riang. “Kalau begitu, kami beli yang ini ya, Myorin-ssi…”

“Ne, Siwon oppa.”

Myorin bergegas ke meja kasir dan langsung melakukan transaksi. “Kami…pergi dulu ya, Myorin onnie.” pamit Sangrin dengan senyuman ramah. “Kalian berdua ke mobil duluan saja… Aku mau ke toilet dulu. Boleh memakai kamar mandi, Myorin-ah?”

Myorin mengangguk singkat dan hanya bisa menatap kepergian Siwon dan Sangrin dengan sembunyi-sembunyi. “Disini kamar mandi’nya, oppa…” Kyuhyun mengangguk dan tersenyum. “Gomawo, Myo-ah…” jawabnya seraya masuk ke kamar mandi.

Tak lama, Kyuhyun keluar dari kamar mandi dan langsung bergegas menemui Myorin di kasir. “Sekali lagi gomawo ya, Myo-ah… Aku pergi dulu~”

Myorin kembali mengangguk singkat. Kyuhyun bergegas membuka pintu, namun pintu tersebut tak bisa terbuka. “Myo-ah…! Kenapa pintu ini tak bisa dibuka?!” teriak Kyuhyun dan Myorin pun langsung mendekat. “Jinca, oppa?!”

Dengan sekuat tenaga, Myorin berusaha membuka pintu itu, namun pintu itu tetap tidak terbuka. “Tadi pintu ini biasa-biasa saja kok…” gumam Myorin sembari memutar-mutar kunci cadangan kepunyaan’nya. “Kurasa pintu ini macet, oppa.”

Kyuhyun terkejut dan mematung. “Terus…bagaimana…dengan kita?” Myorin menelan ludah. “Kita terpaksa harus bermalam disini dan berharap eomma’ku akan membuka pintu’nya besok.” jawab Myorin dengan ekspresi takut. “Coba telepon eomma’mu sekarang dan aku akan menghubungi Siwon dan Sangrin. Mereka kan masih menunggu di mobil…”

“Telepon eomma’ku tidak aktif, oppa…”

“Jinca?! Telepon Siwon dan Sangrin memang aktif, tapi daritadi tidak diangkat. Aishh…!!! Bagaimana ini?” celoteh Kyuhyun sembari bolak-balik. Myorin memandang Kyuhyun seraya tersenyum kecil. Lucu sekali saat ia sedang cemas seperti itu, pikir Myorin.

Sedangkan, di mobil…

Sangrin sedang tertidur di kursi depan, menyenderkan kepala’nya pada bahu Siwon. Siwon juga sudah tertidur. Mereka berdua ketiduran, mungkin karena kelamaan menunggu Kyuhyun. Telepon mereka yang kini sedang menyala bergantian berisi panggilan telepon dari Kyuhyun. Namun kenyataan’nya, mereka mempunyai kebiasaan yang sama. Tidak akan terbangun, walaupun ada seribu badak yang lewat di depan mereka.

###

~T.B.C~

@All : Komen… Komen… ^^

@Hyeo & Myo : Ottokhae?? Ini diselesaikan buru2 gara2 desakan kalian~ *ditabok*

Advertisements

Comments on: "Fanfiction : ~Happy For Love~ (Chapter Three)" (12)

  1. saranghae kyu~sj said:

    iya, iya, aku suka, lanjut~!
    ‘tabok chris’ yg aku mash harus menunggu lama y~! ‘dibunuh’

  2. *tinggalin jejak dulu*
    btw, dev, tau ngga
    ff kamu ngga bsa onn baca
    dari 14 yg di kirim, cm yg pertama yg bsa dibuka lwat web browser kompie -_-
    aku tunggu ampe di publish d sini aja ah

    • *cekek minnie* enak aja salah nyebut nama bum *cekek author*
      HYAAAA APA MAKSUDNYA ‘Kibum menoleh dan memandang Sangrin dengan tatapan ini-hanya-terpaksa dan jangan-marah-padaku’???
      *giling chris*
      sampe kapan pun bum ngga akan terpaksa kalo jalan ama aku *cincang sangwon*
      sangwooooon, cepetlah jadian
      aku ngga mau sangrin ganggu yeoboku teruuuuuuss TT_TT

  3. saranghae kyu-sj said:

    k.a.s.i.a.n
    @hyeovi: onn, udah bisa baca sekarang kan?

  4. appa,, apa ini ?!!
    Makin nempel ma umin !!
    Bosen idup ia appa ?!
    Wakakakak .. XD
    NEXT PART GAG MW TW JANGAN LAMA2 .. Wkwkwk *dicekek ..
    Huaaa,, uminku,, uminku,, gag rela *karungin won2 buang ke laut,, culik umin .. #mulai gaje ne ..
    Appa harus pisah ma umin titik gag pake koma gag pake spasi wkwkwkwk XD
    Kmana aja appa ?! Aku sms gag pernah di bls ..
    Keenakan ma JJ umma iah ?? Wkwkwkwk udaa ah kasian chris bca komen panjang2 XD
    akhir kata cukup sekian n’ gomawo,, annyong wkwkwk ..
    Ohk ia lupa ..
    Nice part appa .. 🙂

    • Panjang bgt komenmu, onn~ =.=
      Umin cuma aku pinjem bentar kok…
      Kan terakhir.a aku bakal ama— *dah tau kan?*
      Hehehehe…
      Gomawo dah baca~~~
      Kelanjutan FF ini msh blm pasti kpn di-publish~ *kabur ama Won sebelum dibakar*

  5. LiviiaHyunnie~ said:

    oi .. Yg 4 belom ad yah ??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: