Full of inspiration and story

Sangrin mengambil foto berisi 2 lelaki yang sedang tersenyum bersama tersebut dan memerhatikan’nya dengan seksama. Tak salah lagi, ini foto lelaki itu dan Kyuhyun oppa~!

Sangrin menutup mulut’nya dengan tangan. Apakah lelaki yang sedang tertidur itu…? Dengan gegabah, ia mencari-cari dompet lelaki itu dan memeriksa indentitas’nya. Tidak salah lagi, ini sahabat Kyuhyun oppa~!

Sangrin bergegas melangkah ke kasur dan membangunkan lelaki itu. “Oppa~ Bangun …!!!” teriak’nya dengan buru-buru. “Emmm??” gumam lelaki itu dengan kesadaran yang belum sepenuh’nya.

“Apa oppa kenal dengan Kyuhyun??”

Lelaki muda itu membuka mata’nya dengan tiba-tiba saat Sangrin menyebutkan nama ‘Kyuhyun’. “Kyuhyun??” tanya lelaki itu balik. Sangrin mengangguk cepat. “Ne, Cho Kyuhyun…! Oppa kenal Kyuhyun??”

“Ne, aku kenal dia~ Memang kau juga kenal Kyuhyun?” Sangrin mengangguk dengan antusias. “Aku dongsaeng’nya Kyuhyun oppa satu-satu’nya…”

Lelaki itu membelalakan mata’nya tak percaya. “Jadi…kau…Cho Sangrin?” tanya’nya dengan mata dipicingkan. Sangrin kembali mengangguk riang. Lelaki itu tersenyum dan memeluk Sangrin dengan erat. Sangrin sedikit terkejut, namun ia bisa mengendalikan keterkejutan’nya segera dan balas memeluk lelaki itu.

“Kau kah Siwon oppa? Sahabat Kyuhyun oppa?? Dan sahabat masa kecilku?” Lelaki itu mengangguk riang dan mempererat pelukan’nya. “Bogoshipoyo, Sangrinnie~”

Sangrin tersenyum ceria. “Ne, na tto bogoshipoyo, oppa~!”

“Oh ya, selama aku pergi ke Italy, bagaimana kabar Kyuhyunnie?” tanya Siwon dengan pandangan yang masih terus terarah pada sahabat masa kecil’nya dulu. Sangrin mengerucutkan bibir’nya. “Sekarang Kyuhyun oppa sudah menikah dengan teman’nya yang ia kenal dari kampus… Nama’nya Kwan Jinra.”

Siwon terkejut. “Sudah menikah?! Cepat sekali…!”

Sangrin mengangguk mengiyakan. “Memang… Tapi, itu keputusan oppa sendiri~ Jadi, mau bagaimana lagi.” ucap’nya dengan pelan. “Oh ya, kok kamu bisa ada di kamarku?” tanya Siwon dengan santai hingga membuat Sangrin termangu.

***

Sangrin memasuki ruangan apartement dan membuka’nya pelan. Bisa terlihat Kibum sedang asyik bercanda dengan Hyeobin. Jujur, hati’nya masih sakit saat melihat itu. Bagaimana pun, Kibum adalah cinta pertama Sangrin. Dan, walaupun Sangrin menolak Kibum, namun ia tak bisa membohongi hati’nya sendiri. Membohongi hatinya, bahwa di dasar hatinya yang terdalam, ia masih sangat sangat mencintai Kim Kibum.

“Sudah pulang, Rin-ah? Kata Kibum, kamu pergi untuk menjenguk Eomma’mu… Ahjumma, otokhae?” tanya Hyeobin seraya tersenyum manis. Sangrin sedikit terkejut, namun ia langsung mengerti dan mengangguk pelan. “Eomma sudah lumayan baik, onnie~”

“Onnie mau ke kamar mandi dulu ya…” ucap Hyeobin dibalas anggukan Sangrin dan Kibum. Setelah Hyeobin beranjak ke kamar mandi, keadaan menjadi kaku. Sangrin memutuskan untuk memulai percakapan. “Gomawo, oppa…”

Kibum sedikit bingung dan memicingkan jidat’nya. Manis sekali. “Kenapa kau berterima kasih?” tanya Kibum aneh. Sangrin tersenyum. “Karena oppa sudah membantuku mencari alasan kepada Hyeobin onnie… Tadi aku sempat bingung ingin mengatakan apa kepada onnie~”

Bummie

 

 

 

 

 

Kibum tertawa kecil dan mengacak-ngacak rambut Sangrin. “Kau tau, Rin-ah? Kau sangat polos, lucu dan menarik… Itulah alasannya, aku bisa menyukaimu~ Dan, jika sekarang kau belum mau menerimaku, aku akan menunggu…” bisik Kibum tepat di telinga Sangrin dan langsung bergegas pergi.

Sangrin terdiam. Ia menundukkan wajah’nya dalam-dalam. Ia langsung bergegas keluar apartement. Hyeobin yang baru datang menyadari’nya. “Mau kemana, Sangrin-ya?” tanya’nya kebingungan. Sangrin menjawab dengan sangat pelan. “Mau jalan-jalan sebentar, onnie…”

Dengan langkah cepat, ia berjalan tanpa arah. Ia berhenti di lantai paling atas apartement berupa tempat terbuka tanpa atap yang sangat sepi. Ia berdiri di tepi apartement itu, sehingga bisa melihat dengan jelas cahaya jalan yang ada di bawah’nya.

Disitu, ia menangis dengan keras. Semua perasaan yang ditahan’nya memberontak keluar. Perkataan Kibum membuat hati’nya makin sakit. Di lain hati, ia sangat ingin menerima Kibum. Dengan senang hati, malah. Tapi di hati yang lain, ia tak mau melukai Hyeobin. Onnie yang sudah sangat banyak membantu’nya.

“Sedang menangis?” tanya seseorang. Sangrin berbalik dan dapat melihat seorang lelaki dengan baju berkerah merah muda dengan garis putih santai sedang tersenyum manis kearah’nya. “Bukan urusanmu~!”

Minnie

Alih-alih pergi, lelaki itu malah tersenyum manis dan berdiri di sebelah Sangrin. “Pasti kau menangis karena pria kan? Sudahlah, hapus air matamu itu… Masih banyak pria di luar sana~!” ucap lelaki itu seraya kembali tersenyum.

Sangrin merasa risih, namun ia sadar perkataan lelaki misterius di sebelah’nya ini ada benar’nya. “Tapi, aku…aku sudah terlanjur sangat mencintai’nya…” kata Sangrin seraya menunduk pelan. Lelaki itu tersenyum lagi. “Maka cobalah lupakan dia dan lupakan cintamu itu…”

“Cara’nya?”

Lelaki itu memandang langit lepas. “Rentangkanlah tanganmu dan teriakanlah nama pria itu sekeras mungkin, maka kau akan merasa lega…” ucap’nya seraya mempraktekan semua yang ia katakan. Sangrin mengangguk paham dan merentangkan tangan’nya.

“KIM KIBUMMMM~~~!!! AKU AKAN MELUPAKANMU…! PERGILAH KAU DAN JUGA CINTAMU~!” teriak Sangrin sekeras mungkin.

Lelaki itu tersenyum ceria. “Ottokhae? Sudah lebih lega??” Sangrin mengangguk dan ikut tersenyum. “Gomawo…”

“Tidak ada kata ‘gomawo’~! Kau harus memberiku imbalan…!” ucap lelaki itu dengan pandangan serius.

“Ne??!!”

“Mudah kok… Imbalan yang harus kau berikan adalah berkenalan denganku. Mau kan?? Kenalkan, Sungmin imnida~” ucap lelaki itu dengan ramah. Sangrin tersenyum lega. “Tentu… Kau membuatku takut, oppa~ Kenalkan, Sangrin imnida…”

Sungmin terkekeh pelan. “Kau itu lucu sekali, Sangrin-ah…”

“Aku mau kembali dulu ya, Min oppa… Annyeong hi-gyeseyo~!” kata Sangrin sembari melambaikan tangan’nya. “Ne, annyeong…”

Sangrin tersenyum ceria seketika. Ia merasa jauh lebih lega sekarang. Pintu ia buka dan ia langsung bergegas ke kamar’nya. “Darimana kamu, Sangrin-ah? Kenapa senyum-senyum seperti itu??” tanya Hyeobin meledek.

Sangrin tetap tersenyum. “Ah, onnie… Memang salah kalau aku senyum seperti ini?”

“Ani, keundae kamu jadi aneh~ Katakan padaku, siapa dia??” Sangrin tambah tersipu. “Apa sih onnie?? Sudah ah, aku lelah… Jaljayo, onnie~”

Sangrin langsung masuk kamar’nya segera. Ia duduk di depan pintu. Masih dengan ekspresi senang. Tapi, sekarang ia bingung. Sebenarnya, siapa lelaki yang benar-benar ia cinta? Kibum?? Siwon?? Atau, Sungmin??

Saat Hyeobin dekat dengan Kibum, hati Sangrin akan sangat sakit. Saat Siwon tersenyum, Sangrin akan merona. Dan saat bersama Sungmin, Sangrin akan tersenyum riang. Ia merasa tiga-tiga’nya sangat berharga bagi’nya dan ia tidak akan bisa memilih diantara ketiga’nya.

***

Ting… Ting… Ting…

Sangrin bergegas membuka pintu apartement dan sangat terkejut saat melihat sosok lelaki yang lumayan tinggi dengan wajah tak jauh berbeda dengan’nya. “Kyu oppa~!!!”

Hyunnie

 

 

 

 

 

 

 

 

Kyuhyun tersenyum tipis dan memeluk Sangrin yang sangat senang akan kedatangan’nya. “Darimana oppa tau kalau aku tinggal dan bekerja disini?” tanya Sangrin bingung. “Dari siapa lagi?” jawab Kyuhyun seraya menunjuk Hyeobin yang baru berjalan kearah mereka.

Hyeobin tersenyum. “Hari ini kau tidak usah bekerja, Sangrin-ah… Aku akan menginap disini. Jadi, biar aku yang urus semua’nya. Lebih baik kau dan Kyuhyun bersenang-senang dan melepas rindu saja. Arachi?”

Sangrin langsung memeluk Hyeobin. “Gomawo, onnie~ Kau memang onnie terbaik…!”

“Kajja, Sangrinnie~!”

“Ne, oppa…”

Kyuhyun menarik tangan Sangrin menuju sebuah mobil BMW hitam. “Punyamu, oppa?” tanya Sangrin yang takjub dengan mobil kepunyaan oppa’nya. “Ne… Itu hasil kerja kerasku selama ini.”

“Oppa daebak…!” puji Sangrin seraya mengacak-ngacak rambut oppa’nya. “Hyaaa, Sangrin-ya…!!! Kau merusak tatanan rambutku~!”

Belum Sangrin membalas, seorang lelaki dengan baju hitam celana putih serta sepatu kets putih datang dan mengacak rambut Sangrin dan Kyuhyun. “Sudah 10 tahun berlalu, tapi kalian ini masih tak berubah… Seperti anjing dan kucing~”

Wonnie

 

 

 

 

 

 

“Kyaa~~~! Kau juga merusak tatanan rambutku, Won-ah…!!!”

Siwon dan Sangrin saling berpandangan.  Namun, Sangrin langsung mengambil kamera Siwon. “Lari~~~!!!” seru’nya bersemangat.

Akhir’nya, mereka bertiga malah berkejar-kejaran di areal parkir apartement. Sangrin berlari dengan sekuat tenaga, hingga ia menabrak seorang lelaki. “Min oppa~?!”

“Sini kau, Sangrin-ya??!!” teriak Kyuhyun dan Siwon bersamaan. “Kajja, Min oppa~!” seru Sangrin sembari menarik tangan Sungmin untuk ikut berlari. Sungmin yang bingung hanya bisa ikut berlari.

Mereka berempat berlari hingga ke sebuah danau di sebelah apartement. “Sudah ah lari’nya, Sangrin-ya… Oppa sudah tidak kuat~” ucap Kyuhyun dibalas anggukan dari Siwon dan Sungmin.

“Kyu oppa, Won oppa, kenalkan ini Sungmin oppa… Tampak’nya kalian berdua lebih muda dua tahun dari Min oppa.” kata Sangrin dengan nafas tak beraturan. “Sungmin imnida~”

“Kyuhyun imnida~”

“Siwon imnida~”

Mereka bertiga pun saling bersalaman. “Kalian oppa’nya Sangrin?” tanya Sungmin bingung. Sangrin langsung berdiri diantara Kyuhyun dan Siwon. “Kyuhyun oppa memang adalah oppa’ku. Keundae, Siwon oppa…”

“…Siwon oppa adalah namja-chingu’ku.”

Siwon dan Sungmin sama-sama terkejut dengan pernyataan Sangrin. Siwon menunduk malu, namun wajah Sungmin geram. “Kalian ini kenapa? Aku hanya bercanda… Siwon oppa hanya sahabat oppa’ku. Tidak lebih~”

Sungmin tampak menarik nafas lega. “Tidak lebih?”

“Tidak lebih~ Benarkan, Wonnie oppa?”

Siwon mengangguk lesu mendengar’nya. Perkataan ‘tidak lebih’ masih terngiang-ngiang dalam otak’nya. Jadi, ia tak lebih dari sahabat Kyuhyun di mata Sangrin?

“Kajja, kita pergi jalan-jalan…!”

Kyuhyun dan Sungmin mengangguk semangat. Namun, Siwon diam saja. Masih menunduk. “Aku…merasa…kurang enak badan. Aku…tidak ikut…ya? Se…la…mat bersenang-se…nang.” ucap’nya Siwon seraya berjalan kembali ke apartement. Namun, Sangrin menarik tangan’nya.

“Jinca, oppa? Oppa tidak apa-apa kan? Atau kita tidak jadi pergi saja?” tanya Sangrin khawatir sembari menempelkan tangan’nya ke kening Siwon. “Nan gwenchana~ Kalian pergi saja…” jawab’nya dengan lesu.

“Kalau oppa tidak apa-apa, kajja kita pergi.”

“Ne, Siwonnie… Tadi kamu juga tidak apa-apa kan? Ayolah, pergi.” bujuk Kyuhyun dengan pandangan puppy eyes’nya. “Ah, kalian itu kakak-beradik yang aneh… Baiklah, aku ikut~”

Sangrin dan Kyuhyun sontak bersorak girang.

Sungmin dan Siwon hanya bisa menggelengkan kepala mereka melihat kelakuan aneh kakak-beradik ini.

***

“Kyu oppa, kenapa kita malah pergi ke ice-skatting? Kan kasihan Won oppa yang sedang tidak enak badan…” protes Sangrin kepada oppa’nya.

Siwon tersenyum tipis. “Gwenchana, Rin-ah… Sudah baikan kok~” Dalam hati ia berpikir, Seandai’nya Sangrin menyadari bahwa ia begini karena’nya…

“Keundae, aku tidak bisa bermain ice-skatting, oppa…”

“Biar aku yang mengaja…” Perkataan Sungmin dan Siwon terputus saat mereka menyadari bahwa mereka berbicara secara bersamaan. “Biar aku yang mengajarimu, Rin-ah…”

“Ne, Min oppa~”

Mereka berdua—Sangrin dan Sungmin—mulai turun ke area ice-skatting. Kyuhyun juga sudah mulai bermain. Namun, Siwon kembali terdiam. Sebenar’nya apa yang terjadi pada’nya? Mengapa ia merasakan kesakitan yang luar biasa pada hati’nya saat melihat Sangrin bermesraan dengan lelaki lain? Apa mungkin…?

“Tidak main, Siwonnie?” tanya Kyuhyun yang langsung membuyarkan lamunan Siwon. Ia mengangguk dan langsung bergabung dengan yang lain’nya. Ia berhenti saat melihat Sangrin dan Sungmin sedang berpegangan tangan.

“Oppa… Aku takut~”

“Jangan takut… Kau hebat, Sangrin-ah~! Kau pasti bisa.” ucap Sungmin seraya tersenyum manis. Senyum’nya tak berbeda dengan Kibum. Manis. “Uahh, oppa…! Aku mau jatuh~” Sungmin langsung menarik tubuh Sangrin agar tidak jatuh hingga ke posisi yang sangat romantis. Mereka berdua saling memandang.

Hati Siwon semakin panas sekarang. Ia merasakan air bening sudah ada di pelupuk mata’nya. Tak sadar, Kyuhyun melihat itu semua. Ia sudah mulai menduga-duga. Apakah sebenar’nya Siwon menyukai Sangrin? Ia terus memikirkan itu hingga tiba-tiba ia menabrak seseorang.

“OMO~ Gwenchana-yo?? Mianhaeyo, agashi…”

Perempuan yang ditabrak tersenyum kecil. “Gwenchana… Kamsahamnida~” ucap’nya seraya bangun, dengan dibantu Kyuhyun. “Joengmal mianhaeyo, agashi…” kata’nya sembari terus menunduk merasa bersalah. “Ah, jangan seperti itu. Aku benar-benar tidak apa-apa~”

Tak sadar, Kyuhyun menatap perempuan itu dengan dalam. Hati’nya merasakan gejolak saat melihat perempuan yang baru saja dikenal’nya ini. Perempuan itu melambai-lambaikan tangan’nya di depan wajah Kyuhyun, bertanya-tanya mengapa pemuda didepan’nya malah terdiam.

“Bolehkah kita berkenalan? Kyuhyun imnida~”

“Ne… Myorin imnida~”

Siwon yang menyadari Kyuhyun sedang berbicara dengan seorang perempuan langsung mendekati mereka berdua. “Kau kenal dia, Kyunnie?”

Kyuhyun tersenyum tipis. “Baru saja~”

“Oh~ Siwon imnida…”

Perempuan itu terpesona saat melihat pemuda yang baru saja datang. “Myo…rin imni…da~” ucap Myorin dengan susah payah.

Sangrin dan Sungmin ikut datang dan berjalan kearah mereka bertiga.

“Kalian berbicara dengan siapa? Ah, apa ini yeoja-chingu’mu, Siwon oppa??”

Myorin terkejut dan menunduk malu. Namun, Siwon hanya mengernyit pelan. “Aniya~ Ini bukan yeoja-chinguku… Dia Myorin. Tadi oppa’mu berkenalan dengan’nya.” jawab’nya secara cepat agar Sangrin tidak salah paham.

“Annyeong, Myorin onnie… Sangrin imnida~”

“Sungmin imnida~”

Myorin tersenyum tipis. “Ne, Myorin imnida…” kata’nya sembari menunduk pelan.

***

Setelah sore, mereka semua pulang. Myorin sudah lumayan dekat dengan semua’nya. Mereka semua tertawa dan bercanda ria bersama. Hanya Sungmin dan Siwon yang masih canggung. Mungkin karena mereka merasa mereka adalah ‘rival dalam cinta’.

Sangrin pulang ke apartement Kibum. Sedangkan, Kyuhyun menginap di apartement Siwon. “Sudah pulang, Rin-ah? Ottokhae?? Apa liburanmu menyenangkan?”

Sangrin tersenyum kecil. “Menyenangkan sekali, Hyeobin onnie~ Gomawo sudah memberiku libur…” Hyeobin duduk diikuti Sangrin di sebelah’nya. “Jangan berterima kasih padaku… Ini semua rencana Kibum~”

Sangrin terkejut. “Kibum oppa??”

Yang ditanya mengangguk. “Ne, ini semua rencana Kibum~ Kata’nya, agar kau bisa ber-refreshing sejenak dan berpikir lebih jernih…” Sangrin semakin kaget. Apa maksud Kibum dengan mengatakan pada Sangrin agar ‘berpikir lebih jernih’?

Apa maksud’nya…??

###

~T.B.C~

@All : Seperti biasa komen ya?? ^^ Pasti dibales kok…

@Hyeo & Myo onn : Ottokhae, onnie? Mian ya klo tambah ruwet jalan ceritanya… *bow*

Advertisements

Comments on: "Fanfiction : ~Happy For Love~ (Chapter Two)" (11)

  1. saranghae kyu~sj said:

    jadi aku ni ma umin, won, atau kyu?
    crtnya aq suka ma won??! ‘rasanya utk oppa agk gmn gt. . ‘
    kyu suka ma aq??! ‘ngapapalh, udh wajar’ PLAKK!!
    tp kyu udh nikah?? ‘nangs darah’
    umin aku jg mau ‘rakus’ PLAKK~!
    lanjut chris~!!

  2. Hyaaaa CHRIS MARUKKK!
    Apa2an tuh, masa Kibum masih ngejar rin?
    Ngga rela *gigit chris*
    CHRIS KAN JANJI NGGA BAKAL BALES DENDAM!
    DAN UMIN! ASTAGAAA… AKU JUGA MAU AMA UMIIIIIIN!!!
    *ngos2an abis tereak2*

    Gyahahahahahaha *kumat*
    FFmu kaya ffku, COMPLICATED!

    Lanjut, chris! cepetan *bossy*

  3. saranghae kyu~sj said:

    hahahahaha
    UMIN banyak yg mau y. . .??

  4. bca ne ff tahan emosi ==” *ditampol
    UMIN KU !! KNAPA BISA SUKA SAMA APPA HAHH ??!! *GAG RELA ..
    Wkwkwkwk .. Lanjut appa ^^b ..
    Gag mw tw umin gag boleh ama appa *di hajar ngerusak alur crita,, kaburrr wkwkwk XD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: