Full of inspiration and story

“Calon ayah kita mana, bu?” tanya Myorin disambut anggukan Riwon. “Itu.” tunjuk ibu mereka pada orang yang sedang dipeluk Sangrin, Kyujin, dan Jiwook. “Apa?!” teriak mereka berdua. “Apa kejutan yang ayah ingin berikan kepada kita?” tanya Jiwook, Sangrin, dan Kyujin di lain tempat. “Kalian akan mempunyai ibu baru… Itu!” tunjuk ayah kepada ibu Myorin dan Riwon. Mereka berpandangan kaget. “Apa?!” teriak mereka bertiga.

“KITA AKAN MENJADI SAUDARA…!!!???”

***

Mereka duduk di ruang keluarga rumah Riwon dan Myorin dengan canggung dan diam. Yang bicara hanya ayah dan ibu mereka, namun anak-anaknya hanya larut dalam pikiran mereka sendiri. “Jadi, karena kita sudah resmi menikah tadi pagi, bagaimana kalau kita bulan madu?” tanya ayah dengan ceria. “Ide bagus…!” jawab ibu senang.

“Ayah.. Ibu…” teriak mereka berlima serempak menentang. “Kenapa?” tanya mereka berdua bersamaan. “Masa di usia kalian seperti sekarang, kalian masih mau bulan madu sih?” tanya Riwon dibalas anggukan keempat lainnya. “Apa kalian tak malu?” lanjut Kyujin. “Ya justru bulan muda kami itu tidak akan seperti pasangan muda lainnya, tapi kami akan mengajak kalian juga…” jawab ayah santai. “Lagian kan sebentar lagi liburan panjang…” lanjut ibu senang. “Apa…?! Bersama kami?” tanya Jiwook dengan nada ngeri. “Iya. Bersama kalian semua.” jawab ibu dengan tenang.

***

Sudah seminggu mereka berlima tinggal bersama ayah dan ibu yang baru dengan satu rumah yang juga baru. Mereka berlima masih merasa aneh satu sama lain. Bagaimana tidak? Menjadi saudara secara tiba-tiba? Sangrin dan Myorin yang dulunya sahabat, memang tidak terlalu canggung. Begitu juga Riwon dan Kyujin yang sudah saling kenal. Jiwook juga akrab terhadap mereka berempat.

Yang masih canggung adalah Myorin dan Kyujin serta Sangrin dan Riwon. Mereka yang awalnya baru bertemu dua kali seumur hidup -di taman ria dan kelas- tiba-tiba menjadi saudara tiri? Apalagi mereka saling tertarik kepada satu sama lain. Benar-benar tak disangka mereka bisa menjadi saudara.

Hari ini, mereka berlima ditinggal karena ayah dan ibu mereka harus pergi untuk membeli tiket pesawat bulan madu yang lebih pantas disebut liburan. Sangrin sedang asyik mengobrol ria dengan Myorin dan Jiwook. Kyujin dan Riwon sedang bermain game, permainan yang sangat diminati oleh keduanya, terutama Kyujin.

(Kamar Kyujin)

“Aku sudah lelah, Riwon-ya… Aku ke dapur dulu ya untuk mengambil minum.” kata Kyujin seraya menaruh stick game-nya. “Ya sudah… Aku ke ruang keluarga saja untuk menonton tv.” jawab Riwon santai. “Tapi, nanti sore kita lanjutkan lagi ya, Riwon-ah! Aku sudah tak sabar nih…” kata Kyujin dengan bersemangat. “Dasar maniak game~!” seru Riwon seraya tertawa kecil.

(Ruang Keluarga)

Myorin, Sangrin, dan Jiwook tertawa bersama dengan riang. Mereka sedang membicarakan guru-guru mereka yang sangat ‘killer’. “Kak Sangrin, aku mau minum. Ambilin ya?” pinta Jiwook memohon. “Masa aku yang harus mengambilkan? Memang kau tidak bisa sendiri?” tanya Sangrin kesal. “Biar aku saja deh yang mengambilkan.” kata Myorin menawarkan diri seraya beranjak pergi.

“Jangan kak… Aku tidak mau merepotkanmu. Kak Sangrin saja yang aku repotkan.” tolak Jiwook tak enak hati. “Apa maksudmu, Jiwook-ya???!!!” teriak Sangrin sembari menjitak kepala Jiwook. “Tidak apa-apa. Kau kan sudah jadi adikku juga mulai saat ini…” jawab Myorin sembari berjalan ke dapur.

(Di Dapur)

Kyujin sedang asyik meminum air mineral di kulkas. Myorin datang dan langsung mengambil gelas untuk Jiwook. “Permisi, kak. Aku mau mengambil air.” kata Myorin seraya tersenyum malu. Kyujin pun terkaget saat tiba-tiba melihat Myorin di depannya. “Ba-baiklah.” jawabnya dengan gugup. Myorin langsung mengambil air, sedangkan Kyujin memandangnya seraya minum.

Saat selesai mengisi air, Myorin langsung beranjak keluar dari dapur. Bukannya apa, namun jantungnya berdegup kencang sekali. Saking terburu-burunya, Myorin menjatuhkan lap yang tergantung di dapur. Sontak, Myorin langsung mengambilnya. Begitu juga dengan Kyujin. Tangan mereka saling menyentuh dan pandangan mereka bertemu. Jantung mereka berdua semakin berdetak kencang.

(Di Ruang Keluarga)

“Kemana sih, kak Myorin? Lama sekali. Aku akan menyusulnya saja deh…” gumam Jiwook seraya pergi ke dapur. Sangrin yang ditinggal sendiri langsung duduk di sofa dengan ekspresi bosan. Tak lama, Riwon datang dan duduk di sebelah Sangrin. “Aku tidak menganggumu, kan?” tanya Riwon ramah. “Ti-tidak…” jawab Sangrin gugup.

Mereka pun menonton tv dengan asyik. “Ahhh…!” teriak mereka bersamaan saat pemeran tokoh film yang mereka tonton jatuh dari kuda. Mereka pun saling menatap satu sama lain, dan sedetik kemudian, mereka tertawa bersama. “Bodoh!” seru mereka lagi-lagi bersamaan beberapa menit kemudian. Mereka kembali tertawa bersama.

(Di Dapur)

Myorin dan Kyujin masih saling berpandangan, hingga Jiwook datang. “Ka-kalian sedang apa?” tanya Jiwook kaget. “Tidak apa-apa~” jawab mereka kompak. Mereka pun langsung kembali pada posisi masing-masing. “Ini minummu, Jiwook-ya.” kata Myorin sembari memberikan minum ke Jiwook. “Terima kasih, kak~” jawab Jiwook.

Mereka bertiga pun langsung pergi ke ruang keluarga. Bisa terlihat Riwon dan Sangrin sedang tertawa bersama. “Sudah akrab?” tanya Myorin yang lebih tampak seperti ledekan. Mereka berdua yang menyadari sedang diperhatikan langsung menunduk malu. Jiwook menggeleng pelan. “Dasar anak remaja~” gumamnya.

“Apa tadi yang kau ucapkan?” tanya mereka berempat tiba-tiba kepada Jiwook. “Huh? Tidak kok…” jawab Jiwook pura-pura tidak tau. “Kita sudah membeli tiket~! Dan, kita akan liburan di Pulau Jeju!” kata ayah dan ibu tiba-tiba. “Pulau Jeju…?!” teriak mereka bersamaan. “Horeee~!!!” seru mereka dengan lantang. Pulau Jeju adalah pulau paling terkenal di Korea dan banyak sekali turis asing yang pergi kesana. Tentu saja mereka sangat antusias untuk pergi.

***

Hari ini kediaman keluarga Cho dan Choi sedang sangat sibuk. Mereka sekeluarga sedang mengepak barang masing-masing. “Ayo berangkat~!” teriak mereka bersemangat saat sudah siap. Mereka pun pergi ke airport dan naik ke pesawat. “Hua~ Indahnya!” teriak Jiwook senang saat menginjakkan kaki di Pulau Jeju.

Mereka menaruh barang dan memesan kamar di hotel. Setelah itu, mereka langsung pergi ke pantai. Ayah dan ibu mereka tidak ikut karena ingin membereskan barang. Jadi, mereka hanya pergi berlima saja. “Indahnya~!” seru Jiwook lagi-lagi kagum dengan pantai di Pulau Jeju ini. Pasirnya putih dan airnya sangat bening.

Myorin langsung berenang yang diikuti dengan Kyujin. Jiwook sendiri malah bermain pasir dengan senangnya. Sangrin hanya melihat mereka dengan sebuah senyuman di bibirnya. Riwon juga hanya tersenyum kecil seraya berdiri di sebelah Sangrin. Mereka berdua menggelar kain dan duduk disitu. Diam memandangi pemandangan indah di depan mereka.

Sangrin menutup tubuhnya saat merasakan lautan angin mengambur kearahnya. Riwon yang sadar akan hal itu, mencopot jaketnya dan memakaikannya ke tubuh Sangrin. “Jangan kak, nanti kakak malah kedinginan…” tolak Sangrin. “Sudahlah, pakai saja…” jawab Riwon dengan senyuman manisnya. Tak lama, Riwon merasakan dingin yang luar biasa pula.

“Sudah kubilang kan, kak… Kakak pakai saja jaket kakak.” ucap Sangrin yang mengetahui keadaan Riwon. “Kita pakai berdua saja~” kata Riwon sembari mendekat kearah Sangrin dan memakaikan jaket itu kepada mereka berdua. Riwon menggenggam tangan Sangrin yang dingin dengan tangannya. Mereka pun merasakan kehangatan. Entah memang hangat karena jaket yang dipakai, atau karena pipi mereka yang sudah terbakar sempurna.

(Di Tempat Yang Lain…)

“Tunggu aku…!” teriak Kyujin saat melihat Myorin sudah berenang. “Cepat sedikit, kak!” seru Myorin sembari berenang lebih cepat. “Hei~! Aku kejar kau…” kata Kyujin seraya berenang dengan kecepatan lebih kencang. “Kejar saja jika kau bisa~!” teriak Myorin sembari menaikkan kecepatannya. Mereka berdua berkejar-kejaran di air dengan sangat riang.

Hingga tiba-tiba, kaki Myorin keram. Ia pun tenggelam di dalam air. Kyujin yang sadar akan hal itu langsung menyelamatkan Myorin seraya membawanya ke darat. Myorin tak sadarkan diri. Kyujin yang panik akhirnya memberi nafas buatan untuk Myorin. “Hummfftt~”

Setelah ‘nafas buatan’ yang cukup lama, akhirnya Myorin terbangun sembari terbatuk-batuk. “Tidak apa-apa?” tanya Kyujin khawatir. “Tidak apa-apa… Te-terima kasih, kak.” jawab Myorin malu-malu. “Sama-sama…” kata Kyujin seraya tersenyum. Setelah itu, mereka pun pergi ke tempat dimana Riwon dan Sangrin berada.

Sangrin sudah tertidur sempurna di bahu Riwon. Persis anak kecil yang kelelahan. “Ayo kita kembali ke hotel…” ajak Jiwook yang baru datang. “Biar aku yang menggendong Sangrin.” kata Riwon seraya menggendong Sangrin ke hotel yang tepat di belakang pantai. Kyujin dan Myorin pun jalan berdua ke hotel itu dibelakang Jiwook dan Riwon -yang sedang menggendong Sangrin-.

TBC~

@Readers : Happy reading~ and comment please…!

@Myorin : How, onnie? Wkwkwkwk~



Advertisements

Comments on: "Story : ~The Story Of Young~ (Part 2)" (10)

  1. saranghae kyu~sj said:

    u tau, u buat aq senyum2 sndr bc ini~

  2. saranghae kyu~sj said:

    con maneyo

  3. aaaaa~ appa ,, bagus bgt dehh >.< ^^b
    wahh aku mau dund jadi cast di FF appa hhihhi 😀

  4. Hahahaha *dilempar panci
    Dari kmaren mondar mandir, baru ngeh ada ff baru
    Aku bsa bayangin
    Riwon itu siwon
    Kyujin itu kyu
    Jiwook itu wookie
    Iya kan, saeng?
    Haha
    Nanti kalo ada bum, aku mau nyempil *nyengir gusi

    Bagus, chris

  5. *lempar samurai
    Ngga apa kali

    Chris, aku mau yg married2 pokoknya
    Hahahaha doyan

  6. Uwaa,,
    kasian ya,, udh keliatan bgt mreka saling suka,, tp malah jd saudara ckckck u,u

    pasti syok banget tu waktu tau mereka jd sodara,, kekeke~~!!! XD

    onn, salam kenal ya,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: