Full of inspiration and story

Dengan seragam baru yang tertata rapi di tubuh seorang perempuan yang imut, ia melangkah dengan riang ke suatu bangunan besar yang nampak amat mewah. Hari ini adalah hari pertamanya memasuki SMP. Senyuman di wajahnya tidak pernah sekali pun hilang. Sudah lama ia menginginkan ini. Ia ingin menjadi remaja sepenuhnya, dan sekarang impian ini akan segera terwujud. Ia, Cho Sangrin, akan menjadi pelajar SMP!

Dengan cepat, ia memasuki kelasnya. Rambut panjang hitam kecoklatannya, dibiarkan tergerai indah. Berbeda dengan kehidupannya di SD yang biasanya terkuncir satu. Ia duduk di salah satu kursi yang kurasa cocok untuknya. Disana sudah duduk satu orang perempuan yang nampaknya juga sangat senang dengan ini semua. “Bolehkah aku duduk disini?” tanya Sangrin dengan ramah dan sopan.

Orang yang diajak bicara tersenyum lembut. “Tentu saja…” katanya riang. “Namaku Cho Sangrin…! Namamu siapa?” tanya Sangrin berusaha menjalin pertemanan. “Halo, Sangrin… Namaku Myorin. Senang berkenalan denganmu!” katanya dengan ramah. Sangrin pun tersenyum manis. “Senang berkenalan denganmu juga…!” jawab Sangrin dengan ceria. “Kau nampak sangat muda, memang berapa usiamu?” tanya Myorin nampak penasaran. Sangrin kembali tersenyum. “Usiaku 12 tahun, aku memang lebih dulu masuk sekolah…” jawabnya malu-malu.

“Oh.. Pantesan. Disini kau mempunyai saudara?” tanya Myorin lagi. “Yap…! Aku mempunyai kakak laki-laki yang sekarang duduk di kelas 1 SMA dan adik yang duduk di kelas 6 SD. Kau sendiri?” jelas Sangrin seraya mengangguk riang. “Aku mempunyai kakak laki-laki yang sekarang kelas 1 SMA juga, lho… Wah, nampaknya kita memang sejodoh!” teriak Myorin senang. Sangrin tersedak tiba-tiba. “Sejodoh?” tanyanya memastikan. Myorin pun tertawa sembari menjitak kepala Sangrin pelan. “Sejodoh untuk berteman, bukan untuk yang lain. Aku masih normal tau…!” katanya disambut kekehan mereka berdua.

Mereka semakin dekat dan dekat seiring perkembangan waktu. Hari ini sudah tepat seminggu mereka berteman dan mereka sudah bersahabat sekarang. Mereka saling curhat, saling tertawa bersama, dan saling berbagi. Myorin adalah sosok yang dewasa, serius, tapi kadang membuat orang tertawa dengan tingkahnya. Sedangkan, Sangrin adalah sosok yang periang, tapi ceroboh dan pelupa. Mereka benar-benar saling melengkapi.

Setelah sepulang sekolah nanti, Sangrin dan Myorin akan pergi ke taman ria. Sangrin akan mengajak kakak dan adiknya, sedangkan Myorin sendiri akan mengajak kakaknya. Dengan kaos, cardigan, dan sepatu kets, Sangrin melangkah memasuki taman ria dengan perasaan senang. Kakak dan adiknya mengikuti di belakang. Mereka nampak larut dalam urusan mereka masing-masing. Di depan, sudah tampak Myorin dan seorang laki-laki yang adalah kakaknya.

“Myorin…!” teriak Sangrin seraya melambaikan tangannya. “Sangrin…!” balas Myorin dengan senyuman. “Sudah lama?” tanya Sangrin. “Tidak, kami baru saja datang.” jawab Myorin sembari melirik lelaki yang sangat tinggi disebelahnya. “Halo, jadi kamu yang namanya Sangrin? Myorin selalu menceritakanmu padaku… Aku kakaknya Myorin, Choi Riwon.” kata kakak Myorin memperkenalkan diri.

Sangrin tertegun. Lelaki di depannya tersenyum dengan sangat manis hingga lesung pipinya terlihat sempurna seraya memberikan tangannya. Dengan wajah kagum dan sangat gugup, ia menyalami kakak Myorin. Jantungnya berdegup sangat kencang. Apakah ini cinta pada pandangan pertama? “Sangrin…! Kenapa melamun seperti itu?” tanya Myorin seraya menggerakan tangannya tepat di depan wajah Sangrin yang merona.

Sangrin yang sadar langsung menarik kakak dan adiknya. “Myorin, kenalkan ini kakak dan adikku.” kata Sangrin dengan ramah. “Halo, kak Myorin, aku Cho Jiwook, adik kak Sangrin…” kata adik Sangrin dengan ramah. “Halo, Jiwook…!” jawab Myorin seraya mengusap rambut Jiwook pelan. Kakak Sangrin yang sedang asyik bermain game lewat PSP-nya mendekat dan memandang Myorin. “Namaku Cho Kyujin… Aku kakaknya Sangrin. Kau Myorin kan? Salam kenal.” kata kakak Sangrin dengan dingin dan kembali memainkan PSP-nya.

Myorin memandang Kyujin dengan tatapan kagum. Kakak Sangrin sangat keren, batin Myorin. Mereka pun menghabiskan waktu untuk main semua permainan. “Ayo kita naik Halilintar…!” teriak Jiwook girang. “AYO…!” teriak semuanya. Semuanya kecuali Sangrin. “Kenapa kau masih disitu, Sangrin? Ayo…!” kata Myorin seraya menarik Sangrin. “A-aku takut…” jawab Sangrin pelan. Wajahnya sangat merah sekarang.

“Tidak apa-apa, Sangrin… Aku akan menjagamu kok. Tenang saja…” kata Riwon seraya merangkul Sangrin. Mencoba menenangkannya. Sangrin tersipu. Ia pun mengangguk pelan. Myorin menggelengkan kepalanya. “Ckckckckck… Apa hubungan kakakku dan Sangrin? Hanya dengan kata-kata seperti itu dari kakakku, Sangrin bisa setuju.” gumam Myorin. “Karena kakakmu sudah bersama Sangrin, bagaimana kalau kau bersamaku saja?” tanya Kyujin masih dengan ekspresi cuek.

“Lalu Jiwook bagaimana?” tanya Myorin khawatir. “Kau bisa sendiri kan, Jiwook…?” tanya Kyujin kepada Jiwook. Jiwook mengangguk. “Baiklah…” jawab Myorin dengan gugup. Jiwook menggeleng. “Dasar remaja. Ckckckckck…” kata Jiwook seraya mengikuti ‘pasangan’ Sangrin-Riwon dan ‘pasangan’ Myorin-Kyujin. Mereka mulai mengambil tempat duduk. Jiwook diurutan pertama dan duduk sendiri. Sangrin dan Riwon duduk di urutan kedua. Dan, Myorin serta Kyujin duduk di bangku ketiga.

Saat permainan dimulai, Myorin dan Kyujin melonjak kegirangan. Mereka berdua memang pecinta ketinggian. Sedangkan, Sangrin menutup matanya seraya meringkik ketakutan. Riwon yang menyadari hal ini, menggengam tangan Sangrin untuk meredakan ketakutan Sangrin. Jiwook didepan mereka hanya bisa kembali menggeleng melihat ‘keanehan’ kakak-kakaknya.

“Tadi sangat seru…!” teriak Myorin dengan bersemangat. “Mau main lagi?” tanya Kyujin. Myorin mengangguk riang. “Tentu saja…! Ayo.” jawab Myorin senang. “Kalian semua mau ikut?” tanya Kyujin kepada yang lainnya. Jiwook mengangguk. Sedangkan, Sangrin menggeleng kencang. Riwon tersenyum. “Kalian main saja, aku akan menjaga Sangrin untuk sementara.” kata Riwon. “Ok…!” kata mereka -Myorin, Kyujin, dan Jiwook- dengan riang.

“Apakah kakak tidak mau ikut mereka saja? Aku jadi merasa bersalah membuat kakak tidak bisa bermain…” kata Sangrin sungkan. “Tidak apa-apa. Aku juga bosan naik itu. Ayo, kita duduk di sebelah sana…!” ajak Riwon sembari menunjuk sebuah bangku. Mereka duduk berduaan dengan sangat canggung. Tak ada yang berani memulai pembicaraan. “Sangrin…” “Kak Riwon…” panggil mereka berdua secara bersamaan. Mereka pun tertunduk malu.

===

“Hua, sangat seru…..!” teriak Myorin dengan bersemangat setelah selesai main. Kyujin tersenyum dan mendekati Myorin. Ia merapikan rambut Myorin yang terkena angin karena permainan itu. Myorin merona. “Kakak…” panggilnya malu-malu. “Emm?” tanya Kyujin yang sudah selesai dan kembali memandang PSP-nya. “Terima kasih.” kata Myorin dibalas senyuman Kyujin. Tak lama, mereka sudah sampai dan menemui Sangrin-Riwon yang sedang duduk di bangku.

“Kita pulang yuk… Besok ada ulangan lho. PR-ku juga sudah menumpuk.” ajak Myorin. “Ahhh~ Aku masih mau disini, Myorin…” kata Sangrin dengan manja. “Masih mau disini atau masih mau dekat sama kak Riwon…” ledek Jiwook. “HEI…!!! Tutup mulutmu, Cho Jiwook…!” teriak Sangrin seraya mengejar Jiwook. Yang lain pun tertawa melihat pemandangan itu. Akhirnya, mereka berlima pun pulang.

(Di rumah keluarga Cho)

Sangrin masuk ke rumah dengan cepat dan langsung duduk di sofa. “Capeknya…” gumamnya seraya tersenyum kecil. Kyujin dan Jiwook menyusul masuk dan duduk di sofa sebelah Sangrin. “Kakak suka ya dengan kak Riwon?” tanya Jiwook memanas-manasi. Sangrin cemberut, namun wajahnya merona. “Jangan bilang yang tidak-tidak, Jiwook…!” kata Sangrin sebal. “Aku tidak bicara yang tidak-tidak, aku bicara yang sebenarnya. Lagipula, aku dan kak Kyujin merestui kok hubungan kalian. Ya kan, kak Kyujin?” kata Jiwook dengan tatapan jail.

“Riwon itu sangat pintar dan banyak aktif dalam organisasi sekolah kok. Kakak dan dia juga adalah teman, dan menurut kakak, Riwon itu adalah lelaki yang baik untukmu…” lanjut Kyujin. “Kakak~ Kenapa kalian berdua kompak memojokanku?” kata Sangrin sembari masuk ke kamarnya. Ia membuka sedikit pintu kamarnya dan melemparkan secarik kertas kepada Kyujin. “Apa ini?” tanya Kyujin bingung.

“Nomor Myorin…” jawab Sangrin seraya tersenyum jail. “Aishhh~” umpat Kyujin sebelum memandang kertas itu. “Kakak, kemana ayah selama seminggu ini? Kenapa ia tiba-tiba menghilang?” tanya Jiwook kepada Kyujin yang sedang main game. “Entahlah…” jawab Kyujin singkat. “Aku perlu banyak tanda tangan ayah… Piknik di sekolah juga butuh tanda tangan ayah.” kata Jiwook seraya cemberut.

(Di rumah keluarga Choi)

“Huah~~~” umpat Myorin seraya masuk ke rumah dan langsung pergi ke kamar untuk mengerjakan PR-nya. Riwon masuk ke kamar Myorin dan melihat adiknya sedang asyik mengerjakan PR. “Kau ini, baru saja sampai, sudah mikirin PR…” kata Riwon sembari duduk di sebelah Myorin. “Kakak, sudah ditelepon ibu?” tanya Myorin disambut gelengan Riwon. “Huh~ Kemana lagi orang itu? Sudah seminggu hilang tanpa jejak.” dengus Myorin kesal. “Mungkin sedang ada tugas kantor… Sabar saja, Myorin.” kata Riwon mencoba menenangkan adiknya, padahal ia sendiri sangat bingung dimana ibunya berada.

“Aku rindu ayah, kak…” kata Myorin tiba-tiba. “Ya, aku juga…” jawab Riwon sembari tiduran di kasur Myorin. “Coba ayah tidak pergi ke China, pasti ia tidak akan meninggal seperti itu. Iya kan, kak…? Kak…! Kak…!” panggil Myorin, namun yang diajak bicara tak menjawab. Myorin menoleh dan melihat kakaknya sudah terlelap dalam tidurnya. “Dasar tukang tidur…!” kata Myorin kesal.

(Di sekolah Sangrin-Myorin)

Sangrin memasuki kelas dan sudah melihat Myorin yang sedang berkutat dengan HP-nya. “Lagi apa, Myorin?” tanya Sangrin seraya duduk di sebelah Myorin. “Gak tau nih… Pagi ini ada yang sms, tapi pas aku nanya ini siapa, malah gak dijawab dan ngalihin pembicaraan. Cape deh~” keluh Myorin kesal. Sangrin hanya tersenyum menanggapi sahabatnya, padahal dalam hatinya ia terkekeh. “Dasar kak Kyujin… Cepat banget responnya~” gumam Sangrin dalam hati.

(Di sekolah Kyujin-Riwon)

“Kyujin…!” teriak Riwon seraya duduk di sebelah Kyujin. “Ada apa?” tanya Kyujin seraya tetap memandang HP-nya. “Kita kan sudah lama berteman, tapi kenapa kau tidak pernah mengenalkan Sangrin padaku?” tanya Riwon dibalas tatapan tajam Kyujin. “Hya~ Kau berani bicara seperti itu setelah kau juga melakukan hal yang sama…! Kenapa kau tidak pernah mengenalkan Myorin padaku?” balas Kyujin dengan galak.

‘Angkat teleponnya… Riwon, angkat teleponnya…’

Suara dering HP Riwon berbunyi. Ia pun pergi ke keluar kelas dan mengangkatnya. “Halo…” sapa Riwon. “Halo…” balas suara seberang sana. “Ibu?” tanya Riwon memastikan. “Apa kabarmu dan adikmu, Riwon sayang?” tanya ibu Riwon dan Myorin. “Kemana ibu selama ini? Aku dan Myorin merindukan ibu tau…” kata Riwon kesal. “Tenang, Riwonnie, aku baik-baik saja… Aku punya berita baik untukmu, lho.” kata ibu mereka.

“Apa itu, bu?” tanya Riwon penasaran. “Riwon dan Myorin akan mempunyai ayah baru…!” teriak ibu mereka dengan sangat keras. “Apa…!? Ayah baru? Yey~ Selamat, bu…” kata Riwon senang. “Besok, akan ku kenalkan kepada kalian. Ia sudah mempunyai anak juga lho. Kalau gak salah anaknya itu ada 2. Sampai jumpa, Riwon…” jelas ibu. “Sampai jumpa…!” balas Riwon riang.

Dengan semangat 45, Riwon masuk kelas dan menggeret Kyujin ke kelas adiknya, Myorin dan Sangrin. “Myorin…!” teriak Riwon semangat seraya memeluk Myorin dengan erat. Hal ini sangat menganggu Sangrin dan Kyujin yang ada di sebelah mereka. “Kenapa kak?” tanya Myorin terkejut. “Ibu kita akan pulang besok dan ia akan mengenalkan kita ayah baru…!” teriak Riwon dengan riang. “Apa…?! Wah~” kata Myorin senang.

“Selamat, Myorin… Selamat, kak Riwon…” kata Sangrin seraya tersenyum. “Iya… Sampaikan selamatku pada ibumu ya?” lanjut Kyujin sembari mengacak rambut Riwon pelan. “Ok…!” jawab Riwon dan Myorin bersamaan. Setelah sampai ke rumah, Riwon dan Myorin langsung membersihkan semua barang di rumahnya. Ibunya juga bilang, besok mereka akan ada pernikahan kecil-kecilan di rumah.

(Rumah keluarga Choi)

“Nanti ayah baru kita akan seperti apa ya?” tanya Riwon yang sedang asyik mengepel. “Aku tidak tau, kak… Tapi, selera ibu kan tidak jelek, pasti ayah baru kita akan sangat tampan.” jawab Myorin senang. “Kau benar, Myorin…!!!” teriak Riwon riang. “Sudah lama ya kita tidak mempunyai keluarga utuh… Aku sangat senang, kak!” kata Myorin dengan senyuman lebar. “Aku juga… Akhirnya keluarga idaman akan terlaksana!” jawab Riwon seraya tersenyum manis.

(Rumah keluarga Cho)

“Enak ya, Myorin dan kak Riwon akan mempunyai ayah baru…” kata Sangrin dengan wajah sedih. “Iya, kau benar…! Aku sangat berharap ayah bisa mempunyai istri baru.” jawab Kyujin sembari cemberut. Sedang berbicara, HP Kyujin berdering. “Halo…” sapa Kyujin malas-malasan. “Kyujin-ah… Ini ayah.” kata seberang sana. “Ayah…! Kapan pulang?” tanya Kyujin senang. Sangrin dan Jiwook yang mendengar Kyujin berkata ‘ayah’ pun memandang Kyujin dengan riang. “Besok ayah akan pulang. Dan, ayah akan membawa kejutan untukmu…” kata ayah mereka dengan senang.

“Apa itu?” tanya Kyujin kebingungan. “Kau akan tau besok. Jadi datanglah nanti ke suatu rumah. Alamatnya akan kukirimkan sebentar lagi. Kalian pakai baju pesta ya kesana. Sampai jumpa, Kyujin… Sampaikan salamku kepada Sangrin dan Jiwook.” kata ayah seraya menutup teleponnya. “Ayah akan pulang besok dan ayah akan memberikan kejutan untuk kita, Sangrin, Jiwook…!” jelas Kyujin riang. “Yey~~~” teriak mereka senang.

(Esoknya di rumah keluarga Choi)

Myorin sudah bersiap-siap dengan gaun biru mudanya. Riwon pun sudah memakai jas putihnya dan mereka berdua menunggu ibu dan calon ayahnya pulang. Saat sedang menunggu, bel rumah mereka berbunyi. Mereka yang tau pasti itu adalah ibu dan calon ayah mereka, langsung saling berpandangan senang. Riwon disusul Myorin di belakangnya membuka pintu dengan cepat.

“KALIAN~” teriak Kyujin, Sangrin, dan Jiwook terkejut. “Kenapa kalian datang kesini?” tanya Myorin kaget. “Lho, mestinya kita yang bertanya, kenapa kalian ada disini?” tanya Kyujin. “Ini kan rumah kami…” jawab Riwon dibalas anggukan Myorin. “Apa?!” teriak mereka bertiga lagi. “Anak-anak~” seru dua orang dari belakang mereka. “Ayah!” teriak Kyujin, Sangrin, dan Jiwook. “Ibu!” teriak Riwon dan Myorin.

“Calon ayah kita mana, bu?” tanya Myorin disambut anggukan Riwon. “Itu.” tunjuk ibu mereka pada orang yang sedang dipeluk Sangrin, Kyujin, dan Jiwook. “Apa?!” teriak mereka berdua. “Apa kejutan yang ayah ingin berikan kepada kita?” tanya Jiwook, Sangrin, dan Kyujin di lain tempat. “Kalian akan mempunyai ibu baru… Itu!” tunjuk ayah kepada ibu Myorin dan Riwon. Mereka berpandangan kaget. “Apa?!” teriak mereka bertiga.

“KITA AKAN MENJADI SAUDARA…!!!???”

TBC~

@Readers : Selamat membaca ya!

@Myorin : Gimana onnie?? Onnie gak dibikin jelek kan? Wkwkwkwkwk…^^


Advertisements

Comments on: "Story : ~The Story Of Young~ (Part 1)" (2)

  1. ekhm…
    aq ndk mat punya saudara kyk mu%brcanda kok
    aq senang, karakterku d sana ndk u buat jelek
    oh ya, buatnya agak panjang dikit y!
    tidk ancur2 amat spt yg kau blg(menurutkt)
    good job doangseng
    two tumbs 4 u~
    aq suka bagian halilintarnya!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: