Full of inspiration and story

Story : ~You And Dream~

Aku melihatnya! Aku melihat wanita yang sangat aku cintai sedang tersenyum padaku. Rambutnya yang terurai indah nampak beterbangan ke segala arah. Mata cantiknya sedang menatapku penuh perasaan. Hidung yang menjulang bak gunung everest dan bibir mungil yang merah menggoda, tergambar sempurna. Aku terpaku. Aku ingin mendekatinya, memeluknya, dan menjaganya sepenuh hatiku, namun entah kenapa syaraf-syarafku seperti mati. Tidak mau merespon apa yang diperintahkan otakku.

Ia mendekatiku. Di wajahnya yang putih mulus tak bernoda masih tampak senyuman manis yang ia tujukkan untukku. Tangannya yang hangat dan halus menjelajahi setiap lekuk wajahku. Membuatku merasakan kenyamanan. “Aku mencintaimu…” bisiknya tepat di telingaku. Saat itu, perasaanku seperti mau meledak. Tapi, sesuatu terjadi. Ia perlahan menghilang. Aku ingin meneriaki namanya berkali-kali, aku ingin menangis, aku ingin menarik tangannya dan melarangnya pergi, namun lagi-lagi aku tak bisa bergerak.

***

Aku bangun dari tidurku. Keringat sudah membasahi tubuhku. Aku mencari ke segala arah. Namun, ia tak ada. Apakah hal indah tadi juga mimpi? Sudah 2 tahun, aku memimpikan hal yang sama. Ironis memang, namun aku berharap aku tak pernah bangun dari mimpiku. Aku ingin bersamanya selamanya. Menemani setiap kehidupannya. Melihatnya tertawa dan menangis. Melihatnya tidur dan bangun.

Bantal yang aku tiduri sudah basah akan air mata. Apakah ia juga mengalami yang sama denganku? Aku pergi ke kampus dan disana aku melihatnya. Dialah putri mimpiku. Wanita yang selalu aku mimpikan. Aku ingin memeluknya, namun aku sadar ia telah mempunyai seseorang. Seseorang yang jauh lebih sempurna dariku. Mungkin dia hanya ditakdirkan untuk menjadi putri mimpiku.

Aku ingin bergegas pulang, sebelum aku melihat pemandangan yang paling buruk yang pernah kulihat seumur hidupku. Aku melihatnya sedang berciuman mesra dengan lelaki lain. Hatiku terasa sangat sakit. Namun, air mata tak mampu keluar dari mataku. Yang bisa kulakukan hanya berdoa, semoga ini hanya salah satu dari mimpiku. Tapi, kenyataan ini terlalu nyata untuk menjadi mimpi. Aku pun pergi dengan tertatih-tatih tanpa arah.

Aku melewati jalan raya dengan pikiran kosong. Di depanku sedang ada mobil yang berjalan dengan ngebut, namun aku tak memikirkan itu. Aku hanya menutup mataku seraya menyebut namanya berkali-kali di pikiranku. Walaupun aku merasakan tubuhku terhempas jauh dan mengenai aspal hangat dengan keras. Walaupun aku merasakan darah segar sedang mengalir dengan deras dari tubuhku. Walaupun aku merasakan tubuhku diangkut dan dibawa ke rumah sakit.

Dan walaupun aku merasakan keluargaku sedang menangis kencang di sekelilingku. Yang aku pikirkan hanya satu. Yaitu dia. Aku merasakan nafasku mulai sesak. Aku merasakan jiwaku seakan ditarik keluar dari badanku. Hingga aku mendengar suara lengkingan alat kedokteran yang menyatakan aku sudah mati. Aku masih memikirkannya. Memikirkannya sepenuh hatiku.

Selamat tinggal dunia… Selamat tinggal putri mimpiku… Aku sudah berhasil menjadikan mimpi ini abadi… Aku sudah memenuhi janjiku untuk tak pernah bangun dari mimpiku… Semoga ia bahagia bersama orang yang dicintainya disana…

***

Dia datang padaku…
Tangannya yang sudah sangat aku rindukan, menyentuh tanganku
Matanya yang indah melihatku…
Suaranya yang sangat ingin aku dengar,
tiba-tiba mengatakan padaku agar tak menangis

Aku memegang tanganmu…

dan kau menghilang…

Air mata berjatuhan dan bantalku menjadi basah…
Akhirnya aku bangun dari mimpiku…
Setiap pagi selalu seperti itu…

Aku harap aku bisa tertidur selamanya…
Aku bangun dan kau hadir…
walaupun aku tak ingin bermimpi tentangmu lagi,
Bayanganmu selalu datang ke mimpiku…
Kau tersenyum…
Sudah sangat lama bagiku tak melihatmu seperti itu…
Aku sangat rindu ekspersi itu…
Apakah kau wanitaku?
Dia pergi menjauh…
Menyinari pria lain…
Dadaku seakan hancur karena diberi beban yang sangat berat…
Ini adalah mimpi juga, kan?
Keringat dinginku menjalari seluruh tubuh…
Sangat sakit bagiku untuk memimpikan sesuatu yang bahkan tidak ada,

Aku benci untuk mengingat…
Aku tak bisa melakukan apapun tanpamu…
Kita telah melalui banyak waktu bersama, bukan…?

Aku harap aku bisa tertidur selamanya…
Aku bangun dan kau hadir…
Seandainya aku bisa melihatmu lagi…
Seandainya aku bisa melakukan itu lagi…
Jika kamu benar-benar kembali padaku…

Seandainya kau bersamaku sekali lagi…
Jika kau datang kembali ke mimpiku,
Aku tidak pernah ingin bangun dari mimpi indahku…
FIN
***

Maaf ya klo ceritaku kali ini pendek banget…

Cerita ini terinspirasi dari lagu “In My Dream”-nya SuJu…

THANKS~~~







Advertisements

Comments on: "Story : ~You And Dream~" (4)

  1. saeng, koq pendekk sii ?? =_=# *digetokk*
    huoo, teruslah berkarya ^^b [ sok padahal sendirinya gak bisa ]
    *nangis di pojokan*
    hhaduh mian, sarapp kumat T.T

  2. Pasti saeng, tiap hari onnie mampir *curcol*
    gak sabar nunggu ffmu 😉

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: