Full of inspiration and story

Aku duduk di sebuah padang rerumputan hijau. Sejauh mata memandang, hanya terdapat danau dan langit yang bisa kulihat. Aku memutuskan untuk tiduran di padang rerumputan itu. Membiarkan otot-ototku rileks setelah seharian penuh bergerak. Angin-angin berhembus dengan cepat dan kencang, seakan mengerti perasaanku saat ini. Aku memandang langit hitam yang tepat diatasku. Langit itu penuh dengan bintang yang bertaburan. Aku pun mengenang hari indah itu.  Tiba-tiba, sebuah bintang jatuh terlihat.

Aku langsung memejamkan mataku dan membuat permintaan. Meskipun, aku tau permintaan yang aku ajukkan konyol dan takkan pernah terwujud, yang penting perasaanku merasa lebih tenang sekarang. Aku menitikkan air mataku. Rasa sakit masih menyelimuti hatiku. Sakit sekali. Aku berteriak sekeras-kerasnya, berharap setelah melakukan itu, aku akan menjadi lebih baik. Namun, malah kesakitan yang lebih menjadi-jadi yang kudapat.

@@@

Aku duduk di rerumputan yang dingin. Di sampingku terdapat seorang wanita yang sangat aku cintai yang tentu saja kamu. Kau tersenyum. Senyumanmu membuatku merasakan kehangatan. Aku memutuskan untuk tiduran di rerumputan. Kamu pun ikut melakukan persis seperti yang aku lakukan. Tiba-tiba, sebuah bintang jatuh terlihat di langit gelap yang indah. Kau memekik riang. “Lihat…! Ada bintang jatuh. Ayo buat permintaan…” katamu seraya menutup matanya.

Aku pun mengangguk dan menutup mataku. ‘Semoga selamanya kau selalu ada disisiku…’ itulah permintaanku. Aku tak meminta uang, kesehatan, atau apapun. Yang kumau hanya kau disampingku. Menemaniku hingga aku menghembuskan nafas terakhir. Setelah membuka mata, wajah keceriaan langsung nampak darimu. “Permintaanmu tadi apa?” tanyamu dengan senyuman khas. Aku menggeleng pelan. “Tak akan kuberitahu…” jawabku dengan muka innocent.

“Beritahukan padaku…!” teriakmu seraya menggelitikku. Aku pun berlari menghindari gelitikanmu. “Tak akan kuberitahu…!” teriakku seraya berlari. Perasaanku sangat senang waktu itu. Senyuman selalu mengembang dan mencuat dari mukaku. Tak ada bayangan sama sekali, aku akan kehilanganmu. Kehilangan wanita yang sangat aku sayangi. Bahkan, melebihi nyawaku sendiri.

Kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Pada hari tepat dimana kita berpacaran, kau memutuskan hubungan kita tanpa sebab. Aku terus menanyakan sebab kau memutuskanku tiba-tiba. Aku bertanya apakah aku punya salah padamu, atau aku pernah membuatmu sakit hati. Namun, kau tak menjawab. Kau hanya bisa menangis. Setiap tetes air matamu seakan seperti jutaan jarum yang menerjang hatiku. Perih. Sakit. Hanya itu yang bisa aku rasakan sekarang.

Apa yang harus kulakukan tanpamu? Hidupku seperti hilang arah tanpamu. Tanpa melihat senyumanmu. Tanpa mengecupmu. Tanpa memelukmu. Tanpa bertemu denganmu. Berpuluh-puluh wanita menyatakan cintanya padaku. Namun, cintaku padamu bagaikan luka parah yang terus membekas. Mungkin tidak akan sembuh seumur hidupku. Setiap hari selalu kuhabiskan untuk memikirkan tentang dirimu.

Meskipun aku tau, kau sedang berpelukan dengan pria lain. Meskipun aku tau, kau sudah menikah dengan pria lain. Meskipun aku tau, kau sudah mempunyai anak yang lucu-lucu, aku tetap menunggumu. Berharap sekali saja, kau akan mengatakan ‘aku cinta padamu’. Berharap sekali saja, kau akan tersenyum manis padaku seperti dulu. Namun, aku sadar impian itu selamanya hanya bisa menjadi impian. Sesuatu yang tak mungkin terwujud.

Aku selalu memandang bintang di langit setiap malam. Aku selalu berdoa dan membuat permintaan setiap bintang jatuh nampak. Memohon agar kau kembali padaku. Kadang aku menangis hingga air mataku bahkan tak sanggup mengalir. Kadang aku merindukanmu hingga dadaku sesak dan sulit bernafas. Betapa aku masih sangat mencintaimu. Bahkan, hingga 30 tahun kemudian.

Saat rambutku sudah memutih. Saat nafasku sudah tak beraturan. Saat tubuhku sudah dipenuhi keriput. Yang kupikirkan hanya kamu. Tidak ada yang lain. Kadang aku melihatmu sedang menggendong cucumu dengan riang. Hanya itu, sudah bisa membuat perasaanku senang. Apakah kau semacam narkoba? Kenapa aku tak bisa berpaling darimu? Kenapa aku tak bisa memberhentikan perasaanku padamu? Kadang aku lelah dengan ini semua.

Aku lelah dengan cinta yang bertepuk sebelah tangan ini. Aku lelah dengan semua perasaan ini. Aku ingin mengakhirinya segera. Aku ingin mencoba melupakanmu. Namun, entah mengapa, semakin aku berusaha melupakanmu, semakin besar rasa cintaku. Hari ini, tepat diulang tahunku yang ke-60, aku akan mengakhiri semua ini. Aku menulis di sebuah kertas usang. Aku akan menulis semua perasaanku kedalam sini. Semoga kau dapat membacanya.

When it’s tomorrow, we agree not to meet again…
Sitting in the shop at the end of the road, I ordered a cup of missing you…
When it’s tomorrow, we can only let love pass by…
Before daybreak, two persons’ smiling faces become a yellowed photograph…

Around me loneliness is spreading…
Vision is being blurred by tears…

I left “I love you” at the bottom of my heart and put them on the tip of my lips…

When it’s tomorrow, you will leave my side…
When it’s tomorrow, I will wish upon a shooting star alone…
Just like the ending of a movie…
Our ending fulfilled the prediction of tears…
Broken promises all over the ground, the yesterday that cannot be pieced together again…
But I still look forward to the appearance of a miracle…
Your shadow is drifting further and further away…

Love is still lingering in my room…
Before the memory becomes real, in a moment…
It felt like you were in front of my eyes…

Without you, love starts to hibernate…
Loneliness will occupy every day…
I stand under the streetlight, on the side of the cold street…
That place where we once embraced…
Is the roof under which we once seek shelter from the rain together…

I still reminisce the past when we were in love…
I’m still waiting for you to come back to my side…
Tears are falling on the side of my cold pillow…
I hit pause on time until you appear again…
I cannot stand each of the days without you…

I love you, it will not change…
I’ll be loving you till eternity…

Pulpen yang aku genggam terjatuh ke lantai. Tubuhku ambruk seketika. Perasaanku sudah tenang sekarang. Terima kasih sudah masuk ke hidupku selama ini. Aku terjatuh dengan wajah tersenyum. Hatiku sudah puas sekarang. Inilah akhir dari kisah cinta -yang tak bisa dibilang indah- ini. Selamat tinggal dunia… Selamat tinggal, cintaku…

FIN

P.S : FF ini terinspirasi dari lagu ‘When Tomorrow Comes’ dari SJM. ^^

Enjoyyy~~~







Advertisements

Comments on: "Story : ~When Tomorrow Comes~" (8)

  1. ouwww~~
    sdh jg. . .

  2. hiks..hiks… mngharukan
    like it 😀
    good ff

  3. Soo han ssi said:

    Hiks 😥 *nangis dipojokan kamar*
    saeng, ff ini menggambarkan keadaan onnie sekarang T.T *curcol*
    huaaa, daebak …
    Ayoo, bikin lagi …

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: