Full of inspiration and story

Aku memegang erat koperku. ‘Perhatian… Perhatian… Bagi semua calon penumpang penerbangan ke Kanada, silahkan masuk ke pesawat sekarang…’ pengumuman penerbangan sudah diumumkan. Aku pun mulai pergi ke pesawat. Sejenak sebelum melangkahkan kaki ke pesawat, aku menengok ke belakang. ‘Selamat tinggal Jepang… Selamat tinggal Kyo… Aishiteru.” gumamku pelan sebelum akhirnya pergi.

^&*^*^*^&^&^&^*^*^*^*^&

Pagi ini aku melangkahkan kaki dengan semangat. Aku menghirup nafas dalam-dalam dengan hati ceria. “Japan, i’m back…!!!” teriakku kencang. Hari ini tepat 5 tahun aku meninggalkan Jepang. Sekarang, saatnya aku kembali dan pulang. Aku sudah sangat merindukan ayah dan ibuku yang sekarang pasti tambah tua. Begitu pula denganku. Tahun ini aku berumur 36 tahun, namun aku belum menemukan pendamping yang cocok untukku.

Alasannya masih sama. Aku tidak mau hatiku terluka lagi. Apalagi setelah 2 kejadian yang membuatku patah hati. Dengan membawa koper, aku pulang ke rumah dan begitu sampai, orang tuaku langsung memelukku. “Yume…! Otosan dan okasan sangat merindukanmu…!!!” teriak mereka bersamaan. “Oh ya, ada seorang anak laki-laki yang terus menanyakan keberadaanmu. Namun, karena pesanmu waktu itu untuk tidak memberitahukan orang kemana kau pergi, okasan tidak memberitahukan keberadaanmu… Seminggu yang lalu, ia memberikan ini padamu.” jelas ibu.

Aku pun mengambil sebuah surat yang ada di tangan ibuku. Kulihat amplopnya. Terselip namaku dan nama…Kenkyo? Aku bergegas ke kamar dan mulai membukanya. Entah kenapa, melihat namanya tertulis saja, sudah membuatku merasakan kembali kerinduan yang dulu. Aku pun membuka dan melihat isi amplop itu yang berisi surat.

Kau tau…? Aku benar-benar kalut saat tau kau tak ada… Maafkan aku, Yume-chan…
Maafkan aku karena tidak mengertimu…
Maafkan aku karena menyakitimu…
Kau masih ingat ulang tahunku kan?
Kumohon datanglah ke ulang tahunku yang ke-22…
Aku sangat merindukanmu…

Kenkyo

Aku meremukkan kertas itu dan membuangnya ke tempat sampah. Perasaan cinta, sedih, takut, dan kehilangan bercampur dalam hatiku. Air mataku pun menetes keluar. Tanpa menunggu-nunggu, aku langsung menghubungi nomor yang sangat aku hafal. “Halo…?” sapa suara dari seberang.

“Kenkyo…” panggilku. “Ayume-chan…!!??” teriaknya senang. “Jangan bicara sebelum aku selesai bicara… Carilah perempuan yang lebih baik dariku…! Aku pernah mengatakannya kan di pesan singkat itu…? Mengapa kau tetap menungguku? Please, Kyo-kun…” kataku seraya mematikan handphoneku sebelum memberi kesempatan untuk dia bicara. Semoga dengan ini, Kenkyo bisa berhenti menungguku.

Bletak…!

Suara yang lumayan besar berbunyi dari arah jendela. Aku pun membukanya. Kulihat sesosok laki-laki dengan senyum khasnya sedang berdiri di depan pagar rumahku. Karena kamarku berada di lantai 2, aku harus melihat dengan lebih pasti. Tapi, aku tak salah lihat… Ini, kan…? “Ayume-chan…!!! Aku merindukanmu…! Bukalah pintunya…” teriaknya dari bawah. “Pergi, Kyo…!!! Jangan pernah menampakan mukamu di depanku lagi…!” balasku seraya menutup jendela.

Aku pun duduk meringkuk di lantai sebelah jendelaku. Aku menangis. Setengah dari hatiku menyuruh untuk kembali padanya, namun setengahnya lagi menyuruhku untuk pergi menjauh darinya. Aku terlalu tua, terlalu berbeda, jauh dari segalanya dari Kenkyo… Saat malam menjelang, petir menyambar dan hujan pun turun dengan lebatnya. Aku langsung terkejut. Bagaimana ini? Dia masih diluar.

Aku membuka sedikit jendelaku. Kulihat ia sedang menggigil kedinginan di luar sana. Pakaiannya basah kuyup. Rambutnya yang bergelombang riang melepek. “Apa yang kau lakukan?? Cepat pergi…!!!” teriakku dengan kesal. Ia tak menjawabku. Ia malah tersenyum lagi dan meneruskan aksi bodohnya. Aku menggerutu kesal. Aku pun tak tahan lagi dan langsung turun ke bawah.

Aku mengambil payung dan keluar menemuinya. Ia tersenyum lebih manis kepadaku. “Kau bodoh, Kyo…! Kau sungguh bodoh…!!! Kau pikir dengan cara ini aku akan menerimamu lagi…??!!” teriakku sebal seraya memayunginya. Bukannya sedih, ia malah tertawa penuh keceriaan. “Aku tidak bodoh, Yume-chan…! Aku berhasil… Aku berhasil untuk melihatmu secara dekat lagi… Aishiteru, Yume-chan…” katanya seraya langsung terjatuh.

Aku pun langsung menangkapnya. “Dasar anak bodoh…!” umpatku kesal seraya tersenyum kecil. Aku merawatnya dan meremas kain kemudian menaruhnya ke jidatnya. Nampaknya, ia terkena demam tinggi. Aku merawatnya hingga akhirnya, aku tertidur. Ia terbangun dan malah menidurkanku di kasur dan ia pun tersenyum seraya mengelus poniku lembut.

Ia berbisik di telingaku pelan. Namun, aku bisa mendengarnya dengan jelas. “Aishiteru, Ayume-chan… Aku sudah besar sekarang. Would you marry me…?” bisiknya dengan lembut. “Yes, I do…!” jawabku lantang. “Hei, kau mengupingku daritadi…? Dasar bibi…!!!” teriaknya seraya mengelitikiku. Makin lama hingga akhirnya ia memelukku lembut. Aku pun menangis. Begitu pula dengannya. Dia menangis bahagia.

Ia mempererat pelukannya. Sangat erat hingga aku bisa mendengarkan suara degup jantungnya yang tak menentu. Ia terus memelukku hingga aku tertidur di pelukannya. Sebelum aku terlelap, aku sempat mendengarnya mengatakan: “Aku akan menjagamu seumur hidupku, Yume-chan…” katanya lembut. Terima kasih, Tuhan… Terima kasih… Kau memberikku kebahagiaan tersempurna yang sangat aku syukuri.

%^%^%^%^%^%^%^%^%^%^%^%^

Gaun putih yang aku gunakan melambai riang terkena angin sejuk. Sinar matahari, daun-daun, angin, dan pepohonan nampak ikut menikmati hari bahagiaku dan Kyo. Aku berjalan dengan diantar otosan ke depan. Kulihat Kyo dengan jas putihnya dan senyuman khasnya. Aku mendekat kearahnya dan ia pun mengulurkan tangannya kepadaku. Setelah acara selesai, ia mulai menciumku lembut. Sorakan dari penonton membuat ciumanku makin bergairah. “Aishiteru, Yume-chan…” bisik Kenkyo dengan pelan.

Advertisements

Comments on: "Story : 31=17 (???) Part 5 ~Last Part~" (8)

  1. huahhhhh akhirnya happy end
    like it
    *jingkrak2*
    good ff

  2. bgs. happy ending y.
    keren. but. . .crt horor pesananku mana?

  3. Soo han ssi said:

    .baggus2 happy ending ^.~b
    .quw sukka , btw quw panggil.a ppa nii ??
    .onnie kah ??

  4. Soo han ssi said:

    .cheonmane saeng ^~
    .okok …
    .fira imnida , panggil que fira onnie ajja *cocok gak ?* *gapen* hhehhe 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: