Full of inspiration and story

Aku berjalan dengan seksama. Rambut pirangku bergerak seiring dengan pergerakan kakiku. Telingaku bergerak-gerak mencoba mendengar sesuatu. Aku adalah elf, sebuah mahluk bertelinga runcing. Namaku adalah Sophia Hereny. Jenisku adalah elf herby, jenis elf bertubuh imut dan pemanah hebat. Namun, walaupun aku elf yang imut, tinggiku adalah 3 meter. Sangat tinggi bukan? Aku mempunyai kedua sahabat lelaki bernama Jamet dan Yeremy.

Jamet adalah elf jenis gerey, jenis elf dengan tinggi sekitar 4 meter dan pemikir yang hebat. Sedangkan Yeremy adalah centaurus, mahluk dengan tubuh antara kepala sampai pinggang adalah manusia dan dari pinggang sampai kaki adalah kuda. Jenis elf herby sepertiku bisa dibilang sudah hampir punah. Hanya aku dan ibuku yang jenis herby. Aku saja sudah dibilang campuran antara elf herby dan elf gerey. Jangan tanya berapa umurku karena elf adalah mahluk abadi, mungkin sekitar 200 tahun aku sudah hidup.

“Aku merasakan sesuatu datang.” gumam Jamet pelan. “Setengah hely setengah manusia. Lelaki berumur 18 tahun dengan tinggi 190 cm dan berat sekitar 60 kg. Memakai kuda dan penuh dengan senjata.” lanjut Jamet. Aku pun mengambil panahku dan mulai membidik pria yang berada di depanku itu. Rambut coklat keritingnya bergerak leluasa seiring dengan langkah kuda putih yang ia tumpangi. Bola mata biru safirnya memandang tajam semua yang dilihatnya. Hidungnya sangat mancung dan bibirnya mungil. Di punggungnya tersemat panah dan dipinggangnya tergantung pedang. Pantas jika dia adalah hely.

Hely adalah peri yang mampu memikat semua mahluk yang melihatnya dengan wajahnya yang tampan dan manis. Ia mendekat kearah kami dengan anggun. Panah yang aku bidik terjatuh dengan cepat ke tanah. Mungkin karena terlalu terpesona dengan pemandangan indah dihadapanku. Aku langsung menampar pipiku sendiri. Tidak boleh. Kau tidak boleh terpesona dengannya.

Ya, aku sangat membenci mahluk bernama ‘manusia’. Bagiku manusia adalah mahluk lemah yang sangat egois dan mementingkan dirinya sendiri. Ada kalanya dulu elf sangat bersahabat dengan manusia. Bahkan, ayahku yang adalah pemimpin para elf bersahabat dengan manusia.

Tetapi, persahabatan itu musnah ketika manusia laknat itu mengkhianati ayahku. Ia membocorkan rahasia para elf dengan musuh bebuyutan kami, troll. Sejak saat itulah, seluruh penghuni kerajaan elf membenci manusia.

Jamet yang mengetahui apa yang terjadi padaku langsung mulai bergerak. “Apa yang kau lakukan disini?” tanya Jamet dengan ramah walaupun tegas. Alih-alih marah, pria itu malah tersenyum manis sehingga memamerkan lesung pipi dalam yang berada di kedua pipinya. Jantungku serasa hilang diambil dari tubuhku saat melihat pemandangan itu. “Aku hanya mencari sebuah elf disini… Tak ada maksud tertentu.” jawabnya seakan bisa membaca pikiran kami.

“Tapi, kau harus mendaftar dulu sebelum memasuki kerajaan elf.” jelas Yeremy. “Oh, benarkah? Maaf, aku tidak tau mengenai itu.” katanya dengan tenang. “Baiklah, mari kita antar…” kata Jamet dengan ramah. Aku langsung memandang Jamet dengan pandangan membunuh. Ia hanya bisa menggelengkan kepalanya perlahan seakan mengatakan tidak-usah-khawatir. Ia pun melangkah diikuti pria itu. Kemudian, Yeremy dan aku pun mengikuti dari belakang.

Bahkan, punggung yang aku lihat dari pria itu seakan memberi aura yang memabukkan. Jadi, begini rasanya bertemu hely…? “Aku dengar kau adalah hely. Tapi, kenapa kau tidak mempunyai sayap?” tanya Yeremy dengan penasaran kepada pria itu. Dengan senyuman manisnya yang biasa, ia menjawab dengan tenang. “Aku setengah manusia setengah hely, jadi aku bisa mengatur kapan aku harus mengeluarkan sayap dan kapan tidak…” jelasnya dengan anggun.

“Bolehkah aku melihat sayapmu…?” tanya Yeremy lagi. “Tentu saja…” jawab pria itu dengan lembut. Dengan sekali hentakan, ia mengeluarkan sayap putihnya dengan anggun. Bukan hanya sayapnya yang keluar, namun cahaya putih juga ikut keluar dari tubuhnya. Membuatku silau melihatnya. Namun, entah kenapa, aku malah tidak bisa melepaskan pandanganku darinya. Dengan sekali hentakan lagi, ia menghilangkan sayap dan cahaya dari tubuhnya dan berubah menjadi bentuk biasa. Bentuk manusianya.

“Jika kau mempunyai sayap, mengapa kau memilih menaiki kuda?” tanya Jamet curiga dibalas anggukan dariku. “Aku sebal dengan pandangan aneh semua orang yang melihatku saat aku menjadi peri, itulah sebabnya aku memilih menjadi manusia biasa…” jelasnya dengan santai. Sial, dia susah banget diselidiki…! Begitu sampai ke tempat pendaftaran orang asing, ia pun tersenyum manis dengan lebih imut. “Terima kasih ya sudah mengantarku…” katanya dengan menunduk kecil.

“Sebenarnya, siapa sih elf yang kau cari…?” tanya Yeremy. “Ia adalah orang yang dicintai ayahku. Ibuku menyuruhku mencarinya… Sekarang ayahku sedang sakit keras.” jelasnya seraya mulai menunduk sedih. “Jadi maksudmu orang yang dicintai ayahmu bukan ibumu…??? Ironis sekali… Hahahaha…!” kataku dengan tertawa.

Jamet menginjak kakiku seakan mengatakan ini-bukan-saatnya-kau-tertawa. “Siapa nama elf itu? Mungkin kita bisa membantumu menyarinya…” kata Jamet dengan lembut. “Terima kasih… Namanya Sophia Hereny.” jawabnya hingga membuatku, Jamet, dan Yeremy membulatkan mulut kita. “Sophia Hereny…???!!!” teriak kita bertiga. Ia hanya mengangguk kecil. “Kenapa? Apakah kalian mengenalnya…?” tanyanya kebingungan.

TBC~~~

Advertisements

Comments on: "Story : ~Forbidden Love~ (Prolog)" (2)

  1. wuahhh crta khyalan yg buat sya pnsaran lgi..ckkkk
    wahh krjaan elf sgl lagi., ckk *ngayal geje
    lanjutkan…
    shopia dicari2 tuh..nyahaha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: