Full of inspiration and story

Entah kenapa, ia mengingatkanku pada mantan pacarku yang kurang ajar itu. Ia memelukku dengan lembut dan menghapus air mataku. “Jadi bagaimana jawabanmu?” tanyanya tak sabar. Aku pun ingin menjawabnya, namun sesuatu menahanku untuk mengatakannya. Sebuah truk hitam menerjang kearah kita sekarang. Dengan cepat, Kenkyo menarikku dan memelukku erat. Seakan ingin melindungiku. Dan… BRUAKKK…………..!!!

@*@*@*@*@*@*@*

Aku membuka mata perlahan. Badanku terasa sangat sakit sekarang. “Dimana ini? Dimana Kenkyo…?” tanyaku dengan suara masih parau. “Sekarang dia ada di kamar sebelah anda.” kata seorang dokter dengan senyumannya. Aku pun mengelus dada lega. “Bolehkah aku ke kamarnya?” tanyaku dengan muka memelas. Dokter itu pun mengangguk pasrah.

Dengan kursi roda, aku pergi ke kamar disebelahku. Aku bisa melihat seseorang dengan alat bantu pernafasan sedang terbaring kaku. Aku pun menutup mulutku dengan telapak tanganku. Air mataku terjatuh. Ya, aku menangis. Kenapa ini bisa terjadi? Kenapa ini terjadi disaat dia mengucapkan ‘aku cinta padamu’?

“Kenkyo…” panggilku seraya memegang tangannya. “Aishiteru…” bisikku di telinganya. Yah, aku mencintainya. Aku tidak tau kapan rasa ini tercipta, namun aku mencintainya. Sangat mencintainya. “Apakah kau bisa mendengarku? Aishiteru, Kenkyo…!!! Kau tidak memelukku??” tanyaku seraya menggoncang-goncangkan tubuhnya. Namun, apa daya. Ia tetap diam.

Aku pun menangis. Tak sadar, air mataku terjatuh tepat keatas matanya, sehingga membuatnya nampak menangis. Mata polosnya terbuka dengan pelan namun pasti. Aku langsung menghapus air mataku dan tersenyum penuh kegirangan. “Kau sadar…?” tanyaku seraya memeluknya erat. “Sakit tau, bibi Ayume…!” teriaknya seraya mengerucutkan mulutnya.

“Oh ya, maaf…” kataku salah tingkah seraya melepas pelukannya. “Aku cuma bercanda, bi… Kau itu sensitif banget ya.” gumamnya seraya membelai rambutku lembut. Aku pun menjitak kepalanya dengan keras. “Kau itu yang sensitif…!!!” teriakku dengan kesal. Ia langsung meringis kesakitan. “Oh ya, tadi bibi ngomong apa saat aku tak sadarkan diri?” tanyanya dengan menyelidik. “Tidak… Aku tidak bicara apa-apa.” jawabku berbohong.

“Bohong…” katanya secara tegas. “Aku mendengarnya. Kau mengatakan ‘aishiteru’ kan? Ayo jawab…” ledeknya seraya tersenyum jail. Pipiku berubah merah seketika. “Tuh ya kan…!” teriaknya seraya tersenyum makin lebar. Aku pun malu setengah mati dan pergi meninggalkannya. Namun, ia menarik tanganku hingga wajah kita hanya berjarak 3 cm.

Aku bisa merasakan nafas hangatnya yang mengenai wajahku lembut. Entah mendapat instruksi dari mana, aku menutup mataku. Ia pun menempelkan bibir kecilnya pada bibirku. Lembut. Dan…hangat. Hanya itu yang bisa kudeskripsikan. Aku ingin waktu berhenti berputar sekarang. Berhenti hingga kita bisa melakukan hal ini selamanya. Suara pintu terbuka dan dokter pun masuk.

Secara terpaksa, aku dan Kenkyo pun melepas ciuman kita. Sedikit kesal, tapi mau bagaimana lagi. Dokter pun memeriksa Kenkyo dan setelah selesai, dokter itu pergi dan menyisakan kita berdua. Sekarang, aku dan Kenkyo malah diam dan canggung. “M-mmm, bibi Ayume…” panggil Kenkyo. “Iya, Kyo…?” tanyaku dengan canggung. “Bisa kita lanjutkan yang tadi?” tanyanya ragu-ragu. Aku meneguk ludah perlahan. “Boleh…”

$*$*$*$*$*$*$**$*$*$*

Hari-hari terus berlalu. Hari ini Kenkyo boleh pulang dari rumah sakit. Aku pun menemaninya hingga ke rumah direkturku. “Sampai jumpa, sayangku…” katanya yang membuatku tersentuh. “Sampai jumpa, juga…sayangku.” jawabku dengan canggung. Sudah beberapa tahun lamanya, aku tidak dipanggil ‘sayang’? Dan sekarang, yang memanggilku adalah anak lelaki yang berbeda 14 tahun dariku?

Rasanya sedikit aneh bagiku. Kulihat sosok wajahnya yang polos dan manis tersenyum dan melambai sebelum akhirnya masuk ke rumah. Oh, tidak… Senyuman manisnya semakin membuatku merasa aneh. Tuhan, apakah anak ini pantas untukku? Ia memiliki wajah yang tampan, manis, dan imut. Tubuhnya tinggi dan berat badannya sangat ideal. Ditambah dengan tingkah lakunya yang bagai malaikat. Apakah dia cocok untuk orang sepertiku?

Aku hanya seorang wanita berumur 31 tahun yang bisa dibilang perawan tua. Wajahku bisa dibilang standart dan aku tidak terlalu tinggi. Tidak ada yang bisa dibanggakan dariku. Apakah aku pantas untuknya? Suara ponselku berbunyi dan aku pun melihatnya. Ternyata, pesan singkat dari Kenkyo. Aku pun membukanya.

From : Kenkyo My Love

Besok aku tunggu di depan kantor jam 14.00 ya?
Aishiteru, Ayume-chan~~~

@%$@$@$@$@$@$@$@$

Dengan kemeja putih santai dan celana panjang hitam, aku menunggu di depan kantor. Tak lama kemudian, sebuah mobil bewarna biru gelap datang dan keluarlah seorang pria yang aku tau adalah Kenkyo. Ia memakai kaos, cardigan, celana panjang, dan sepatu putih. Dengan topi yang juga putih dan kaca mata hitam, ia melambai dan menggengam tanganku erat.

Ia memasukanku ke mobil dan mulai menyetir. Parasnya sekarang nampak seperti malaikat yang turun dari surga. Sangat manis dan tampan. Ia memandangku sebentar dan langsung bergegas menyetir. “Kita mau kemana?” tanyaku dengan penasaran. “Just wacth it…” jawabnya dengan seringai yang menambah kemanisannya. Mobil berhenti di sebuah mall besar dan mewah. “Kita ke mall…?” tanyaku dengan bingung.

Ia tidak menjawab, namun ia memegang tanganku erat dan mengajakku masuk ke mall. Banyak orang yang memandang kita dengan pandangan aneh. Ya, aku tidak kaget jika mereka melihat kita dengan pandangan aneh. Seorang pangeran menggengam tangan seorang itik buruk rupa? Pasti sangat aneh kan?

Ia memilih baju dan kemudian memberikannya untukku. “Cobalah ini.” katanya singkat. Aku pun mengangguk dan mulai mengganti bajuku di ruang ganti. Setelah selesai, aku keluar dan memperlihatkannya kepada Kenkyo. “Wow… Kau sangat cantik, Yume-chan.” katanya dengan ekspresi imutnya. Aku melihat bayanganku di kaca. Aku sekarang memakai kaos merah muda dengan rok pendek bewarna putih.

Walaupun, penampilanku sangat trendi sekarang, namun pakaian ini benar-benar tidak cocok untuk bibi-bibi sepertiku. “Kau yakin aku pantas memakai ini?” tanyaku ragu-ragu. Ia langsung tersenyum kecil dan memelukku erat. “Tentu saja… Kau nampak seperti bidadari, Yume-chan.” katanya dibalas dengan pandangan aneh semua pengunjung.

Aku pun langsung melepas pelukannya. “Kenapa, Yume-chan…?” tanyanya tak sadar. “Aku takut kau malu.” jawabku jujur. “Malu? Malu kenapa?” tanyanya dengan senyumannya. “Aku tua dan tidak pantas untukmu, Kyo…!!! Kau terlalu bersinar untukku. Kau terlalu hebat untukku. Kau seperti pangeran berkuda putih…! Sedangkan aku…aku seperti itik buruk rupa…! Kita bagaikan langit dan bumi…!!! Aku tak pantas. Aku tak pantas untukmu…!!!” teriakku seraya pergi meninggalkannya. Mungkin aku memang egois. Tapi, ini jalan terbaik. Aku tidak pantas untuknya. Aku pun menulis pesan singkat untuknya.

To : Kenkyo My Love

Maafkan aku, Kyo…
Aku tidak bisa bersamamu.
Aku tidak pantas untukmu.
Semoga kau mendapat jodoh yang lebih baik dariku.
Jodoh yang lebih pantas untukmu.
Arigato untuk semuanya… ^^

Aku menekan tombol ‘send’ dan menutup ponselku. Biarkan cinta kita menjadi kenangan indah. Kenangan yang selamanya takkan bisa kuwujudkan. Terima kasih untuk kebahagiaan yang setidaknya telah kau berikan untukku… Semoga pasanganmu nanti lebih cantik, lebih baik, dan lebih pantas dariku. Selamat tinggal, Kyo…!

$%$%$%$%$%$%$%$%$%

Aku memegang erat koperku. ‘Perhatian… Perhatian… Bagi semua calon penumpang penerbangan ke Kanada, silahkan masuk ke pesawat sekarang…’ pengumuman penerbangan sudah diumumkan. Aku pun mulai pergi ke pesawat. Sejenak sebelum melangkahkan kaki ke pesawat, aku menengok ke belakang. ‘Selamat tinggal Jepang… Selamat tinggal Kyo… Aishiteru.” gumamku pelan sebelum akhirnya pergi.

TBC ^^

Advertisements

Comments on: "Story : 31=17 (???) Part 4" (4)

  1. huaaahh parah… knp msti prgi sih
    sdih bgt bc part ni…
    lanjutkan bru2….
    ditunggu^^

  2. Soo han ssi said:

    .yach kuq malah pisah sii ??
    .bagus2 , ayyo lanjutkan ^.^v

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: