Full of inspiration and story

Chapter Three ~At Least I’ve Meet Him~

Perjalanan panjang melewati berbagai kota akhirnya membuahkan hasil. Yah, kita sudah sampai di Venecia, kota cinta. Aku menoleh ke kanan dan kiri. Arsitektur di Venecia memang sangat romantis dan memberikan aura cinta kepada hati setiap orang. Mungkin kalau bukan karena kak Jeremy lelaki, aku sudah memeluk dan menciumnya sekarang. Rasanya iri melihat wisatawan yang biasanya datang berpasangan sedang bermesraan di kota cinta ini.

Aku melihat kearah kak Jeremy. Bola mata biru safirnya menatap lekat seluruh pemandangan yang ada di depannya. “Bisakah jauhkan pandangan matamu itu? Kau membuatku tak bisa konsentrasi menyetir tau…” katanya dengan mata tetap pada arah jalan. “Kita mau kemana, kak…?” tanyaku penasaran karena kita mulai memasuki gang-gang kecil.

Ia tidak menjawab, namun matanya memberi isyarat seperti mengatakan lihat-saja-nanti. Aku pun duduk diam dan kembali ke pikiranku. Tak lama kemudian, mobil berhenti dan aku yang sedang larut dalam pikiranku pun menengok kearah luar jendela mobil. “Dimana ini?” tanyaku bingung. “Perkumpulan Red Eyes kabarnya berpusat di tempat ini…” kata kak Jer seraya mulai keluar dari mobil. Aku pun mengikutinya keluar seraya masih menengok ke kanan dan kiri.

Sejauh pandanganku, hanya kegelapan yang bisa aku lihat. Kak Jer mulai masuk melalui celah gang kecil yang tidak bisa dilalui mobil. Aku pun mengikutinya dalam kesunyian. Setelah cukup lama berjalan, akhirnya aku bisa melihat sesuatu. Sebuah cahaya yang sangat terang. Aku dan kak Jer mengintip lewat cahaya itu. Nampak, beberapa orang yang aku yakin adalah anggota Red Eyes sedang berkumpul di tempat itu.

Diantara orang yang berkumpul itu, aku bisa melihat seseorang dengan bola mata abu-abu dan rambut coklat kemerahannya. Persis seperti aku. Hanya saja penampilannya jauh lebih kusut dariku. “Di-dia…” tunjuk kak Jeremy ke saudara kembarku, Hadden. Aku mengangguk pelan menanggapi kata-katanya. “APA YANG KALIAN LAKUKAN DISANA, HAH…!!!” teriak seseorang dari belakang yang membuat kita kaget dan terjungkang jatuh.

%^%^%^%^%^%^%^%^%^

Ruangan ini sangat gelap dan lembap. Berada disini membuat nafasku sesak. Aku melihat ke sebelahku. Tampak sosok seseorang yang lebih tinggi dan lebih tua setahun dariku sedang tertidur. Tidak, dia tidak tertidur. Dia pingsan. Ya, kak Jeremy pingsan. Aku mengalihkan pandanganku ke orang di depanku. Aku meneguk ludah dengan tercekat. “Hadden…?” panggilku ragu-ragu kepada orang yang tepat didepanku.

Ia menundukkan kepalanya hingga aku bisa melihat wajahnya secara keseluruhan. “Cih, kita benar-benar mirip…” gumamnya seraya melihat wajahku secara seksama. “Hadden… Ayo kita pulang! Kakek sedang menunggumu di rumah.” ajakku seraya berusaha tersenyum. Ia meludah kearah samping. “Dasar tidak berguna…!” umpatnya kasar. “Kau pikir aku mau ikut dengan pecundang sepertimu…!!!” lanjutnya lagi dengan penuh amarah.

“Apa maksudmu? Hachie rela pergi bolak-balik ke banyak kota yang berbeda kau pikir untuk apa??!! Tentu saja untuk mencarimu, menemuimu, dan mengajakmu pulang…! Tapi, apa balasanmu sekarang?? Kau malah meneriakinya seperti itu…!!! Kau tidak punya hati nurani apa??” teriak kak Jeremy yang nampaknya sudah sadar. “Tidak usah ikut campur, bodoh…!” teriak Hadden kepada kak Jer seraya memukul perutnya dengan keras.

Kak Jeremy pun mengaduh kesakitan seraya memegang perutnya. Maklum, ia adalah anak orang kaya dan tak ada seorang pun yang berani menyentuhnya. Dan sekarang, tiba-tiba ia harus dipukul dengan kerasnya. Aku langsung memapah kak Jeremy dan menolongnya. “Kakak tidak apa-apa?” tanyaku khawatir. Ia menggeleng pelan seraya mengelap darah yang ada di sisi mulutnya akibat pukulan tadi.

Aku pun menggeram. “Apa yang kau lakukan padanya??!! Dia tidak ada hubungannya dengan masalah kita tau…!!!” teriakku kepadanya. Entah kenapa, aku mendapat keberanian darimana saat ini. Ia memandangku seakan ingin menelanku hidup-hidup. Tak lama, ia mendekatiku dengan tatapan mautnya. Aku hanya bisa pasrah. Apa yang akan dia lakukan kepadaku?

“Hadden, biarkan mereka sendiri…! Kemarilah, dan jangan buang-buang waktu meladeni mereka…!!!” teriak seseorang dibalas dengan anggukan Hadden. Ia pun keluar dan menyisakan kita berdua di tempat ini. “Maaf kak Jer…” kataku pelan seraya mengelap darahnya. Ia memandangku sejenak. “Untuk apa…?” tanyanya bingung. “Karena aku, kau harus ikut tersiksa disini. Seharusnya, kau berada di Paris atau London sekarang dan menikmati liburanmu dengan nyaman dan aman.” kataku seraya menundukkan kepala.

“Tentu tidak, Hachie… Ini keputusanku kan? Sejak aku melangkahkan kakiku dari rumahku, ini semua tanggung jawabku. Jadi, jangan khawatir, Hachie…” jawabnya seraya membelai rambutku dengan lembut. Aku pun mengangguk paham. “Sekarang kita harus merencanakan untuk kabur dari sini.” kata kak Jeremy mulai serius. “Aku punya ide, kak Jer… Bagaimana jika kita sssssssssssssstttttttttttttt…” bisikku sehingga hanya aku dan kak Jer yang mendengarnya.

Ia pun mengangguk semangat. Aku bangun dan menghampiri sebuah saluran air di bawahku. Dengan susah payah, aku dan kak Jeremy berhasil membukanya. Dengan cepat, kita menahan nafas dan akhirnya masuk ke dalam air. Melewati berbagai rintangan, akhirnya kita sampai di udara terbuka. Dengan pakaian yang basah kuyup, kita mulai mencari mobil kita.

Saat sedang mencapai tempat dimana mobil kita terakhir diparkir, kelompok Red Eyes mengemudikan mobil kita dan pergi menjauh. Kita pun bertatapan tak percaya. “Bagaimana kita akan pergi mengejar mereka?” tanyaku bersamaan. Dengan senyuman yang timbul dari wajah tampannya, ia pun mulai menyetop truk dan menaikkan diri ke truk itu. “Kita mau kemana, kak Jer?” tanyaku bingung.

“Mobil kita sudah aku pasang GPS… Dengan alat ini, aku akan tau dimana mereka pergi dan menetap.” jelas kak Jeremy seraya memperlihatkan sebuah alat dari kantungnya yang masih basah. “You’re brilliant, kak Jer…!” pujiku seraya mengacak rambut kak Jeremy perlahan. “Oh, of course I am…” jawabnya seraya memperlebar senyumannya.

“Let’s go to find my twin in Italy………..!!!”

TBC %%%

Advertisements

Comments on: "Story : ~Find My Twin In Italy~ (chapter three)" (6)

  1. hahaha jeremy pnter jg…ckkkkk
    lanjut..
    nice ff

  2. ouw. . . . cerita km bnr2 seru.
    lanjutin!
    crt action yg km blg ke aku wkt itu mana??
    this story: i like it!!

  3. mna actionny kta u di chapter 3 dh ad actionny gmn sh u..
    tpi crtany bgus sh..
    wkwkwk.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: