Full of inspiration and story

Sebuah suara aneh yang keras tiba-tiba terdengar. Membuat kita kaget setengah mati. Lampu lift pun mati dan lift berhenti bergerak. Aku mulai berpikiran aneh. Seketika wajah kita berpandangan dan menimbulkan reaksi yang sama. ”KITA TERJEBAK DISINI…!!!!”

^*^**^*^*^**^*^*^*^*^*^*

“Bagaimana ini?” tanyaku seraya berjalan mondar-mandir. Ia hanya mengangkat bahunya tanda tidak tau. Keringat mulai berjatuhan dari sekujur tubuhku. Sudah 5 menit kita terjebak di lift ini. Kuedarkan pandanganku kearahnya. Ia hanya duduk dan diam. Sepertinya ada yang aneh dengannya. Kenapa wajahnya pucat?

Secara perlahan-lahan, aku mendekatinya. Aku menyentuh jidatnya pelan. Panas…! “Kau sakit?” tanyaku seraya memandang wajahnya. Ia hanya diam tak menjawab panggilanku. Namun, pandangannya oleng dan ia pun pingsan. Aku yang terkejut pun memapah tubuhnya hingga posisi kami seperti orang berpelukan. Jantungku berdegup kencang. Aku berteriak meminta tolong, namun tak ada orang yang menjawabnya.

Rasa pening mulai menjalar ke kepalaku. Ruang lift ini sangat rapat dan oksigen mulai tidak ada. Aku merasakan sesak nafas yang amat sangat. Tuhan~ Aku belum mau mati sekarang…!!! Perlahan pandanganku kabur dan aku tidak tau lagi apa yang terjadi. Yang aku tau aku pingsan saat memeluk Kenkyo.

Aku membuka mata perlahan. Sebuah tempat yang didominasi warna putih bisa kulihat dengan jelas. Dengan kepala yang masih pening, aku mulai bangun. “Jangan bangun dulu, nona… Anda belum sehat.” kata seorang suster padaku. “Dimana laki-laki yang bersamaku tadi?” tanyaku tanpa memedulikan perkataan suster itu. “Ia dirawat di sebelah kamar anda…” jawab suster itu. Aku pun langsung pergi ke kamarnya.

Bisa kulihat ia sedang terbaring dengan infus di tangan kirinya. Aku memegang keningnya perlahan. Sudah tak panas lagi. Aku mengelus poninya pelan. Wajahnya yang polos benar-benar membuatku ingin mencubit pipinya. Namun, niat itu kuurungkan karena kasihan dengan kondisinya. Seorang dokter masuk ke kamarnya. “Dia kenapa, dok?” tanyaku penasaran.

“Ia tidak kenapa-napa. Hanya asmanya kumat karena kekurangan oksigen tadi… Anda ibunya?” tanya dokter yang membuatku tersentak. “I-ibu…? Tentu saja bukan, dok…!!!” jawabku kesal. Bagaimana bisa aku dikira ibu-ibu? Apakah mukaku setua itu? >_<

Tiba-tiba, Kenkyo mengerjapkan matanya. Aku langsung memandangnya. “Sudah sadar?” tanyaku lembut. “Ini dimana? Bukannya ini rumah sakit? Bibi gak kenapa-napa kan?” tanyanya bertubi-tubi. “Ya, ini rumah sakit… Aku gak kenapa-napa kok… Lihat kan, aku sehat bugar…!” jawabku seraya memperlihatkan otot-otot yang sebenarnya tak ada. Ia pun tertawa kecil.

“Aku boleh pulang kan, dok?” tanya Kenkyo dengan pandangan angelic-nya. “Tentu saja…” jawab dokter itu diiringi sorakan Kenkyo. Kita pun memutuskan untuk pulang. Di perjalanan, seperti biasa kita hanya diam. Tak ada satu katapun yang keluar dari mulut kita. “Bibi…” panggilnya pelan namun terdengar. “Kenapa?” tanyaku. “A-aku… A-aku…” jawabnya terpotong-potong.

“Apa sih?” tanyaku sedikit sebal dengan tingkah lakunya. “Aishiteru, Ayume…!!! (Aku cinta padamu, Ayume…!!!)” katanya yang membuatku tersentak. Aku pun langsung memberhentikan mobilku di tepi jalan. “Tadi kau bilang apa? Aku pasti salah dengar.” kataku dengan pelan. “AISHITERU, AYUME………………..!!!!!!!!!!!!!” teriaknya dengan lantang dan kencang.

Membuatku merasakan gejolak pada jantungku. Aku sangat suka caranya mengucapkan ‘aishiteru’ dan ‘ayume’ tanpa embel-embel ‘bibi’. Aku memandangnya dengan dalam. Bisa kurasakan ketulusan dari matanya saat memandangku. Air mataku pun jatuh seketika.

Entah kenapa, ia mengingatkanku pada mantan pacarku yang kurang ajar itu. Ia memelukku dengan lembut dan menghapus air mataku. “Jadi bagaimana jawabanmu?” tanyanya tak sabar. Aku pun ingin menjawabnya, namun sesuatu menahanku untuk mengatakannya. Sebuah truk hitam menerjang kearah kita sekarang. Dengan cepat, Kenkyo menarikku dan memelukku erat. Seakan ingin melindungiku. Dan… BRUAKKK…………..!!!

Advertisements

Comments on: "Story : 31=17 (???) Part 3" (10)

  1. hahaha. . . selanjutnya mbl gmn? hancur? wh ndk bnr bgt sh, pengendara truknya. klo jd bosnya, dia kupecat pst. kenkyo brn jg.

  2. wahh akhirnya aku bs baca mpe part 3 jg..ckckckk
    mian chingu bru bs comment disini
    widih akhirnya gantung bgt… pdhl kan gi romatis2nya..ckckckkk
    kyaaa msh pnsaran bca..
    lanjut author

  3. soo han ssi said:

    wuaaa , romantiss , part selanjutnya kappan ??

  4. Soo han ssi said:

    Ditunggu iia … ^~

  5. oiy..
    cpetan dlanjutin donk critany..
    bkin ksel aj..
    udh kgx sbar nih gwa pgen bcany..
    cpetan dlanjtin donk..
    gwa mnunggu..
    jgn lpa bkin yg horor..
    jgan romantice trus..
    PIKIRANNYA !!!
    wkwkwkwk..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: