Full of inspiration and story

Suara itu memintaku tidak membunuh paman. Ya, suara itu adalah suara ayahku sendiri. Aku pun terduduk lemas. Air mata mulai jatuh ke pipiku. Membuat lukaku menimbulkan kenyerian yang menyesakkan. Namun, aku tak peduli akan hal itu. Aku menggenggam erat kalung The Death Necklace yang ada dileherku.

Membuat tanganku menimbulkan kenyerian yang menyakitkan saat menggenggam kalung itu. Air mataku masih kurasakan mengalir. Kau tau ayah? Tanpamu aku kesepian… Tanpamu, aku hanya seorang anak kecil yang hidup sebatang kara… Tanpamu, aku tak bisa hidup… Sebenarnya, kekuatan apa yang terdapat dalam kalung The Death Necklace ini?

Seorang pelayan kerajaan perlahan berjalan mendekatiku dan membawaku ke kasur. Ia mengobati kaki dan pipiku yang terluka cukup parah. Namun, yang bisa kulakukan hanya diam. Rasanya, tenggorokanku terlalu sakit untuk bicara. Dengan air mata yang masih mengalir deras, aku menutup mataku dan berbaring di kasur. Nyaman. Hal inilah yang bisa kugambarkan.

Bagaimana tidak? Setelah bertahun-tahun, perang yang menimbulkan kekacauan seluruh pelosok kerajaan membuat otak dan ototku tidak beristirahat. Sekarang, aku tidur di kasur yang empuk tanpa khawatir pamanku sendiri akan menghancurkan kerajaan ini. Pasti terasa nyaman, bukan? Entah mengapa, semua mimpiku terarah pada ayah. Luka hatiku karena kehilangan ayah seakan kambuh kembali. Menyerang setiap syaraf dan pikiranku.

Setelah tenang, aku baru dapat menyadarinya. Aku bukan ‘Kent sang penyelamat’. Namun, aku hanya Kent, seorang anak yatim piatu yang butuh kasih sayang. Aku bukan ‘raja white castle’. Namun, aku hanya seorang anak remaja yang mencintai kedamaian. Dan, aku bukan ‘pemuda berhati emas’. Namun, aku hanya seorang anak yang akan melakukan segala hal agar aku dapat bertemu dengan ayahku dan sekedar mengucapkan ‘aku rindu padamu, yah’.

Dengan perlahan, aku memastikan tak ada orang dan aku pun mengambil sebilah pisau dari laci mejaku. Kuhitung sampai tiga dan akan kutebas urat nadiku sendiri. Yah, aku akan melakukan segala hal untuk dapat bertemu ayahku. Pegangan tanganku pada pisau sudah erat sekarang. Berapa cm lagi dan aku akan bisa bersatu dengan ayahku…!

Tetapi, sebuah teriakan membuat pandanganku teralih. Seorang penasehat kerajaan yang paling dekat denganku memegangi tanganku dan melempar pisau yang kugenggam keluar istana lewat jendela. “Apa yang kau lakukan tuan…?” tanyanya dengan suara panik. “Aku akan segera menemui ayahku, Thomas… Cepat bawa pisau itu kembali kesini…!!!” teriakku hilang arah hingga membuatnya tersentak. Aku tak pernah membentaknya sebelumnya.

“Sadar tuan…!!! Bagaimana nasib kerajaan White Castle jika anda tak ada? Siapa yang akan meneruskan tahta setelah anda mati? Apakah tuan sangat egois? Mungkin tuan tidak membutuhkan kami, tapi kami sangat membutuhkan tuan… Saya yakin, ayah anda juga akan marah jika ia tau anda begini mudahnya menyerah…!” katanya kesal. Jantungku serasa ingin meledak mendengarnya. Air mata yang sempat berhenti mengalir, mulai jatuh kembali.

“Kau benar, Thomas… Aku harus bangkit demi semua rakyatku… Aku harus bangkit demi kerajaan white castle. Aku juga harus bangkit demi ayahku…” kataku seraya memeluk Thomas dengan lembut. Ia mengangguk pelan dan membalas pelukanku. “Anggap saja saya adalah pengganti ayahmu, tuan… Jika anda membutuhkan sandaran, saya akan menjadi sandaranmu. Saat anda membutuhkan tempat berlindung, saya akan menjadi tempat itu.” katanya pelan.

%&^&%^&%^&*%^%^&&&$$$###

Aku membuka tirai jendela kamarku. Udara cerah langsung menerpa tubuhku. Aku melihat warga-wargaku lewat jendela itu. Senyuman mereka yang sempat hilang untuk waktu yang lama, mulai merekah kembali. Makanan yang sempat hilang untuk beberapa waktu yang lama, mulai mereka pegang kembali. “Lihat ayah…! Aku telah berhasil…!!! Anakmu sudah berhasil…!” kataku seraya mencium kalung the death necklace itu.

FIN^^

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: