Full of inspiration and story

Berhubung The Death necklace-nya lagi buntu, aku bikin ff ini dulu ya…!

^^^^^^^^^^^^^^

Aku berlari dengan senang menuju pintu keluar. Rambutku yang berkuncir dua melambai riang mengikuti angin. Setelah keluar rumah, aku meneruskan langkahku ke sebuah taman yang biasa aku lewati. Aku menyusuri jalan setapak hingga akhirnya berhenti di sebuah toko.

Aku menyebutkan rasa eskrim kegemaranku dan menyodorkan beberapa uang ribuan. Setelah menunggu, penjual itu memberikan eskrim yang sudah aku tunggu-tunggu. Aku pun mengambil eskrim itu dan kemudian bergegas pulang ke rumah. Dengan perlahan-lahan aku menjilati eskrim rasa stroberi yang berada di tanganku.

Di pertengahan jalan, aku dihadang sekumpulan anak yang lebih tua dariku. Mereka merebut eskrim yang ada di tanganku dan memakannya. Aku menangis tak henti-hentinya ketika mereka merebut eskrimku dan pergi. Saat sedang menangis, seseorang anak seumuranku datang dan mendatangiku.

“Kenapa kamu menangis?” tanyanya polos. “Eskrimku diambil anak-anak lain…” jawabku di sela-sela tangisanku. Ia pun tersenyum lebar dan mengulurkan tangannya. “Ayo, ikut aku! Aku akan membelikanmu eskrim yang baru…” katanya dengan riang. Aku pun mengangguk dan membalas uluran tangannya.

Ia membeli eskrim untukku dan untuknya. Lalu, kita duduk di sebuah bangku dekat taman. “Nama kamu siapa?” tanyaku kepadanya. “Namaku Cleo. Nama kamu siapa?” tanyanya balik. “Namaku Claudy…” jawabku seraya tersenyum. “Cleo, ayo pergi…!!!” teriak seorang wanita yang nampaknya ibunya. “Aku pergi dulu ya, Claudy…! Sampai jumpa…” katanya seraya pergi dan melambai kearahku.

Sejak saat itu, kita menjadi akrab. Ayahnya adalah pemilik hotel bintang lima yang sangat mewah dan terkenal. Umurnya 6 tahun, setahun lebih tua dariku. Ia selalu baik dan ramah kepadaku. Ketika aku sedih, dia selalu ada dan menemaniku. Rasanya hangat saat berada di dekatnya.

Tapi, kebahagiaan itu tak berlangsung lama. Di sebuah taman tempat kita pertama kali bertemu, ia menyampaikan sesuatu. “Claudy…” panggilnya dengan muka yang tidak seceria biasanya. “Iya, Cleo… Ada apa?” tanyaku polos. “Besok aku akan pergi ke Jerman.” jawabnya dengan bibir mengerucut. “Apakah lama?” tanyaku lagi. “Aku tidak tau. Tapi, kata ibuku, mungkin akan sangat lama…” jelasnya seraya cemberut.

Karena umurku yang masih 5 tahun, aku mestinya tidak merasa apa-apa. Tapi, tak tau kenapa, rasanya ada jarum yang menusuk-nusuk hatiku. Perih. Sangat perih. Tak terasa, air mataku jatuh membasahi wajahku yang mungil. “Kamu kenapa, Dy?? Kamu nangis? Aku salah ya?” tanyanya masih dengan polos. “Kamu gak salah kok… Aku juga gak tau kenapa aku bisa nangis.” jawabku jujur.

Esoknya, aku dan keluargaku mengantar kepergian Cleo dan keluarganya ke Jerman. Kebetulan, ibuku dan ibu Cleo adalah sahabat baik. Saat mereka naik mobil dan ingin ke airport, Cleo membuka kaca mobil. “Sampai jumpa, Claudy…!” teriaknya padaku. “Janji ya kita akan makan eskrim dan main bersama lagi…” kataku seraya memberikan kelingkingku untuk mengikat janji.

Ia mengangguk dan ikut menempelkan kelingkingnya di kelingkingku. “Aku berjanji…” katanya seraya menutup kaca mobil. Mobil itu pun berjalan dan hilang dari pandangan. Aku menangis lagi. Aku benar-benar tak tau kenapa aku menangis, namun rasanya air mata ini keluar sendiri dari pelupuk mataku. Sakit, kata itulah yang bisa menggambarkan perasaanku.

15 tahun telah berlalu sejak hari itu. Sudah cukup lama memang. Tapi, peristiwa itu masih terekam jelas di hatiku. Semua jawaban akan pertanyaanku waktu itu terjawab sudah. Ternyata, aku mencintainya. Bahkan hingga sekarang, aku masih mencintainya. Aku mengambil sebuah foto yang telah aku pajang di kamarku dengan frame biru muda.

Yah, inilah fotoku dan fotonya. Foto saat kita masih kecil. Aku tersenyum sendiri melihat foto itu. Kita berdua saling mengalungkan bahu dan senyum kegembiraan, kepolosan, dan keindahan bersatu dalam wajah kita berdua. Aku sering bertanya-tanya, sekarang bagaimana wajahnya? Apakah ia juga masih mengingatku? Apakah ia mencintaiku juga? Ataukah ia telah melupakanku?

Pagi ini aku bangun dengan ceria. Setiap aku melihat fotonya, entah kenapa, aku selalu bersemangat. Aku memakai jaket tebal bewarna merah muda dan syal abu-abuku karena udara yang sedang sangat dingin. Aku melangkah keluar dan memakai sepatu kets putihku. “Bu, aku pergi dulu ya…!!!” teriakku kepada ibu yang sedang memasak.

“Hati-hati ya…!” teriak ibuku dari dalam. Aku pun membuka pintu dan bergegas keluar. Sudah menjadi kegiatanku untuk lari pagi seperti ini. Setelah selesai, aku mampir ke sebuah toko. Aku membeli eskrim rasa stroberi dan memakannya seraya pulang ke rumah.

“Ibu…! Aku pulang…!!!” teriakku seraya masuk ke dalam rumah. “Sudah pulang?? Oh ya, ibu punya berita bagus untukmu. Kau masih ingat teman kecilmu dulu? Si Cleo itu loh…” tanya ibuku yang membuatku terkejut. “Ten-tentu saja… Memang kenapa, bu?” tanyaku penasaran. “Ia sudah pulang dari Jerman lho… Sekarang ia tinggal di sebelah rumah kita seperti dulu. Kamu kesana aja…” jelas ibuku.

Rasanya jantungku ingin kabur sekarang. Cleo telah kembali?!? Benar-benar suatu berita baik untukku. Tanpa pamit, aku langsung keluar rumah dan mengetuk pintu pagar di sebelahku. Tak lama kemudian, seorang sosok perempuan tua yang aku kenal membuka pintu.

“Bibi…!!!” panggilku seraya memeluk orang di hadapanku. “Claudy…! Kamu Claudy…? Sudah lama sekali tak melihatmu! Sekarang kau bertambah cantik nak… Ayo masuk…! Cleo ada di dalam.” ajak bibi yang adalah ibu Cleo. Aku pun mengangguk dan masuk ke dalam rumah. Aku mencari-cari Cleo hingga ke belakang rumahnya yang adalah taman.

Saat melangkahkan kaki ke taman, mataku membelalak lebar. Air mataku kembali terjatuh dan kali ini tak mau berhenti. Pandanganku yang walaupun kabur karena air mata, masih dapat menangkap jelas sosok di hadapanku. Hatiku bagaikan diremukkan. Nyeri rasanya. Lututku lemas. Aku pun terduduk. Apa-apaan ini? Aku bahkan tak sanggup melihat pemandangan itu lagi. Hatiku benar-benar telah hancur.

TBC

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: