Full of inspiration and story

“Aku… Aku… Aku mencintaimu, Vio…! Bolehkah aku jadi pacarmu…?” tanyaku dengan ragu-ragu. Terlihat guratan keterkejutan di wajahnya yang polos dan pucat itu. Ia pun memandangku penuh arti. Seakan matanya ingin berbicara sesuatu padaku. “Aku tau kamu pasti menganggap aku wanita murahan karena mengatakan hal ini duluan… Tapi, aku hanya ingin mengatakan yang sejujurnya saja padamu…” kataku kepadanya.

“Key-keysia…” panggilnya padaku. “Aku paham kamu tidak akan bisa menjawab sekarang. Aku akan mendengarkan jawabanmu besok… Sampai jumpa, Vio…!” potongku seraya melambaikan tanganku dan pergi. Setelah membalikan badan, sebuah tubuh yang hangat memelukku dari belakang. Aku pun melepaskan pelukannya dan tersenyum. “Sampai ketemu besok ya…!” kataku seraya pergi.

Setelah sampai di rumah, aku masuk ke kamar. Samar-samar, masih dapat kurasakan hangat pelukannya padaku. Betapa indah senyumannya padaku. Betapa dalam pandangan matanya padaku. Aku pun mengambil diary-ku dan mulai menulis lagi.

Dear Diary,

Hari ini perasaanku sangat senang. Tak sia-sia aku berlatih untuk mengatakan ‘aku cinta padamu’ padanya. Ia memelukku! Rasanya seperti mimpi bagiku. Bagaikan seorang pangeran memeluk seekor katak buruk rupa. Pelukannya sangat hangat. Membuat perasaanku tercampur aduk. Ingin terbang rasanya. Kira-kira apa jawabannya besok ya? Bye-bye diary…

Aku menutup diary-ku dan memutuskan untuk tidur. Semakin cepat bangun kan semakin baik. Aku sudah bener-bener gak sabar mendengar jawabannya. Apakah ia menerimaku ya? Atau sebaliknya? Aku pun tertidur setelah memikirkan semua hal.

Aku bangun dan mengerjapkan mataku perlahan. Ini kan bukan kamarku? Tapi, ini dimana? Kenapa semuanya putih? Aku berdiri dan mulai berlari. Keringat mulai membasahi tubuhku yang mungil. Di tengah perjalanan, aku melihat seorang pemuda dengan pakaian serba putih. Nampaknya, aku mengenal pemuda itu. Aku pun mendekat dan melihatnya secara seksama.

“Vio…?!?” panggilku untuk memastikan orang yang berada di depanku. Ia tidak menjawab, namun pandangannya tertuju padaku. Tangannya yang putih pucat mengelus rambutku lembut.

“Keysia… Aku juga sangat mencintaimu. Tapi, kalau menjadi pacarmu, maaf, aku gak bisa… Bukan karena aku gak mau, namun keadaan yang memaksa. Aku harus pergi sekarang. Terima kasih Keysia, untuk selalu bersamaku selama ini… Kau adalah harta terbesarku… Terima kasih telah mencintaiku. Aku akan selalu mengingatmu selamanya.” katanya seraya menjauh.

Aku mengejarnya yang sekarang telah terus menjauh. “Vio…!!! Vio…!!! Vio…!!!” teriakku kepadanya. “Keysia… Kamu kenapa?” tanya kakak Dennis yang membuatku bangun. Jadi, aku hanya bermimpi? “Ti-tidak, kak… Hanya mimpi buruk kok.” jawabku. Saat perjalanan ke sekolah, masih terngiang-ngiang perkataan Vio. Jika itu hanya mimpi, kenapa bagiku ini sangat nyata?

Saat pulang sekolah, aku langsung berlari ke balkon. “Vio…!” panggilku. Namun, ia tak ada. Aku pun panik dan langsung mencari ke seluruh penjuru sekolah. Tapi, aku tidak menemukannya. Aku pun pergi ke ruang kepala sekolah untuk menanyakannya.

“Permisi, pak… Apakah ada siswa yang bewarna Vio di sekolah ini?” tanyaku kepada kepala sekolah itu. “Vio? Kayaknya gak ada siswa yang bernama Vio deh… Kalau dulu sih ada…” jelas kepala sekolah. “Dulu…?” tanyaku bingung. “Dulu memang ada siswa yang bernama Vio, tapi dia sudah lama meninggal. Mungkin lima tahun yang lalu. Ia loncat dari balkon sekolah ini.” kata kepala sekolah itu.

Aku yang bingung masih berusaha mencerna perkataan kepala sekolah tadi. Tak sadar, air mataku keluar dan membasahi seluruh permukaan wajahku. Vio… Jadi selama ini kau adalah…??

THE END

Advertisements

Comments on: "Story : ~My Misterious Friend~ (part 3) last part" (2)

  1. mengharukan! jd itu hantunya yg bergentayangan y? sdhnya. . . hebat u! oh y, ngemeng2 bad sad story, km yg buat jg? kok klo aq baca, kyknya bukan km yg ngetik, bhsnya kurang ala christin.

  2. bad sad story apa??

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: