Full of inspiration and story

Ini postingan pertamaku….. Semoga semua yg mampir menikmati ceritaku yang rada-rada aneh ini ya…!

%%%%%%%%%%%%

Aku mengerjapkan mataku perlahan. Seberkas cahaya membuat mataku silau. Perlahan-lahan mataku membuka. Aku bisa melihat ruangan serba putih yang asing bagiku. Aku merasakan sesuatu yang mengganjal pada tangan kiriku. Infus? Jadi, aku di rumah sakit? Tapi, kenapa? Aku juga merasakan kepalaku dibalut perban tebal. Sebenarnya, apa yang terjadi padaku?

Sebuah suara membuat pandanganku teralih. Ternyata, suara itu berasal dari arah pintu. Aku melihat kenop diputar dan seseorang pun masuk. Ia adalah seorang pemuda yang asing bagiku. Wajahnya cukup manis dan tampan. Ia memakai baju hitam dengan rompi putih. Celananya jeans biru dan sepatunya bewarna putih. Nampaknya, ia sangat terkejut saat melihatku.

“Kau sudah sadar, Rine? Bagaimana keadaanmu? Apakah ada yang sakit? Aku benar-benar khawatir padamu tau. Syukurlah kau sudah sadar…!” katanya panjang lebar seraya memeriksa seluruh tubuhku. Aku hanya bisa tertegun. ‘Rine? Siapa itu? Apakah itu namaku? Tapi, kalau bukan, namaku siapa? Dan nampaknya orang ini sangat mengenalku. Tapi, siapa dia?’ batinku dalam hati.

Aku pun memberanikan diriku berbicara. “Anda siapa ya?” tanyaku kebingungan. “Udahlah Ferine, jangan bercanda di saat seperti ini. Kau membuatku takut tau…” katanya khawatir. “Apakah namaku Ferine?” tanyaku lagi. Ia pun terkejut. Ia keluar ruangan dan mencari dokter. Beberapa menit kemudian, ia datang dengan wajah lesu. Pandangannya kearahku sangat dalam. Seakan memberi sinyal bahwa ia sangat sedih sekarang.

“Tidak apa-apa Rine. Kata dokter, kamu mungkin sedikit mengalami amnesia atau hilang ingatan. Tapi, tenang saja. Aku akan membantu mengembalikan ingatanmu. Oh ya, namaku Andrew. Dan namamu adalah Ferine.” katanya panjang lebar seraya berusaha tersenyum memamerkan kedua lesung pipinya yang dalam. “Maaf, tapi kita punya hubungan apa ya?” tanyaku penasaran. “Kita adalah suami-istri.” jawabnya yang membuatku kaget.

“Suami-istri? Tapi, bukankah kita masih muda ya?” tanyaku bingung. Nampaknya, wajahnya yang masih sangat muda itu tidak kelihatan seperti seorang pria yang sudah menikah. Tapi, entah kenapa, aku merasa senang saat pemuda itu mengatakan bahwa aku adalah istrinya. “Kita memang menikah muda. Sekarang aku dan kamu adalah siswa SMA. Kita menikah akibat perjodohan.” jelasnya yang membuat hatiku serasa tersambar petir.

“Perjodohan? Berarti kita tidak saling mencintai dong?” tanyaku kecewa. “Tidak. Aku sangat mencintaimu. Tapi, sepertinya kamu tidak mencintaiku.” jawabnya dengan wajah tertunduk. Aku menjadi lebih kaget. Aku tidak mencintainya? Dengan wajah semanis dan setampan dia, aku tak mencintainya? Pasti aku adalah orang yang sangat bodoh.

Beberapa minggu kemudian, aku diperbolehkan pulang. Ia senantiasa membantuku dalam segala hal. Ia selalu menghiburku dan menceritakan kisah hidupku sejak awal. Aku merasa nyaman saat berada di sampingnya. Ia adalah pemuda yang baik, ramah, dan sangat sayang kepadaku. Tak sadar perasaanku kepadanya berubah menjadi perasaan sayang. Aku merasa sangat beruntung dapat menjadi istrinya.

“Rine…! Sudah selesai?” tanyanya kepadaku setelah aku pulang sekolah. Seragam SMA-nya berkilau di atas matahari terik. Aku pun tersenyum dan mengangguk riang. Aku masuk ke mobil yang adalah mobilnya. Ia mengacak rambutku perlahan. “Kita jalan-jalan dulu ya Rine? Aku bosan di rumah…” ajaknya senang. “Ehmm… Boleh…! Aku juga lagi bosen nih, Drew.” kataku masih tersenyum.

Ia pun menginjak rem dan mobil pun berjalan dengan cepat. “Kita mau kemana?” tanyaku penasaran. “Aku ingin membawamu ke salah satu tempat favoritmu dulu.” jawabnya tanpa mengalihkan pandangannya dari jalan. Aku pun mengangguk senang. Beberapa menit kemudian, kita telah sampai. “Jadi, tempat favoritku dulu adalah taman ria?” tanyaku kepadanya yang dibalas anggukan kecil darinya.

Tanpa banyak bicara, ia menarik tanganku dan berlari membawaku masuk ke taman ria itu. Kita melakukan banyak permainan disana. Nampaknya hari ini adalah hari terbaik ku. Setelah sore menjelang, kita beristirahat dan memutuskan untuk duduk di salah satu bangku seraya memakan eskrim. Aku tersenyum melihat wajahnya yang polos menjilati eskrim dengan riang. Mata coklatnya membuatku terpesona. Rambut hitam kecoklatannya melambai riang.

“Kenapa kau melihatku seperti itu, Rine?” tanyanya bingung. Aku yang melihat pandangan bingungnya menjadi tertawa terbahak-bahak. “Tidak ada apa-apa kok…” jawabku disela-sela tawa yang makin memuncak. “Kalau begitu kenapa kau tertawa seperti itu? Ayo katakan padaku…!” katanya menambah ekspresi bingungnya yang membuatku semakin tertawa.

“Benar-benar tidak ada apa-apa…” jawabku yang masih tertawa. “Ayo katakan kepadaku. Kalau tidak, aku akan mengelitikimu lho…” ancamnya seraya bersiap-siap. Aku pun berlari-lari yang kemudian dikejar-kejar olehnya. ‘Terima kasih Tuhan… Kau telah memberikan kegembiraan pada hidupku dengan memilihnya menjadi pendampingku…’ batinku riang.

Kejar-kejaran kita berlangsung lama. Aku semakin mempercepat lariku karena ia hampir menangkapku. Aku melihat kebelakang dan melihat ekspresi wajahnya yang sangat kaget. Ia menunjuk-nunjuk kearahku. Aku pun menoleh kedepan. Kulihat sebuah mobil sedang berjalan kearahku. Aku berhenti berlari dan menutup mataku. Aku sudah pasrah sekarang. Tapi, setelah sekian lama menutup mata, mengapa aku merasa tidak terjadi apa-apa denganku? Apakah begini rasanya mati?

Aku pun membuka mataku perlahan. Bisa kulihat jelas bahwa aku belum di surga. Aku masih hidup dan tidak terjadi apa-apa padaku. Aku justru melihat seseorang yang sangat aku sayangi, sedang tergeletak tak berdaya. Di sekitar tubuhnya, terdapat cairan lengket bewarna merah. Aku tidak bisa bergerak sama sekali. Namun, sebuah cairan bening mengalir dari sudut mataku yang mulai kabur. Kakiku lemas dan aku pun terduduk. Jutaan memori mulai membludak masuk ke pikiranku. Samar-samar memoriku menggambarkan kejadian yang tidak aku ketahui.

Aku ada di kamar sekarang. Air mataku berjatuhan dan keadaanku acak-acakan. Aku bisa mendengar ibuku memanggil namaku dan mengetuk pintu dengan keras. Tapi, aku tidak peduli dengan hal itu. Bayangkan, bagaimana rasanya jika anak remaja sepertiku ingin dijodohkan dengan pemuda yang bahkan tak kukenal?

Sekarang aku berada di kamar yang telah dirias indah. Wajahku penuh dengan make-up yang mulai luntur akibat tangisanku yang tak mau berhenti. Aku memakai gaun indah yang aku tau adalah gaun pengantin. Tiba-tiba seseorang yang baru saja menjadi suamiku datang. Ia tersenyum manis dan menghampiriku. Namun, aku menepis tangannya dengan kasar. Aku menyuruhnya untuk tidak mengajakku bicara.

Hari ini, aku sedang mengendarai mobil merah mudaku ke sekolah. Suamiku sudah berkali-kali menyuruhku agar aku diantar olehnya saja. Tapi, aku menolak. Dari awal, aku sudah sangat benci perjodohan ini. Malah aku sudah punya pacar di sekolahku. Aku tak pernah mengatakan kepada siapapun bahwa aku telah menikah. Tiba-tiba, handphoneku berbunyi. Aku pun melihatnya. Ternyata, pacarku yang menelepon. Saat aku sedang mengangkat teleponnya dan menyetir dengan satu tangan saja, sebuah truk bergerak kearahku.

Air mata masih menyelimuti mataku yang telah bengkak dan merah. Perlahan-lahan aku berlutut dan menyentuh tanah yang masih basah di hadapanku. Aku bisa melihat namanya  yang tercetak di batu nisan. ‘Andrew Alexander’. Saat aku menutup mata, aku masih dapat melihat jelas senyumannya yang hangat. Maafkan aku, Andrew. Maafkan aku yang sangat egois dan bodoh ini.

Aku tak menyadari bahwa ada seseorang yang menyanyangiku lebih dari apapun. Seseorang yang rela berkorban demi orang yang sama sekali tak menganggapnya. Semoga kau tenang disana. Setidaknya, aku telah sadar sekarang. Terima kasih, Andrew… Kau telah mengajarkanku arti ‘cinta’ yang sebenarnya. Aku akan selalu mengenangmu dalam lubuk hatiku yang terdalam.

~THE END~

%%%%%%%%%%%%%%

Thanks bagi semua orang yang telah baca.

^__^


Advertisements

Comments on: "Story : ~The Meaning of ‘True Love’~" (6)

  1. tin,tin, apanya yg aneh? menurutku ceritamu keren abizz!

    • thanks…..
      menurut gw aneh, soalnya gw bikin dlm radius 2 jam doang…
      biasanya kan, klo gw bikin cerita, pasti 1 hari lebih…
      tq so much ya…!

  2. Nice Story…
    Congratulation for your new Blog….:D

  3. Cool…
    Honestly, i didn’t read finished yet your Story, but i’m can feel your spirit…
    Keep it better and better..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: